Dorong Persiapan Akreditasi SNI ISO 17034 dan Perkuat Ekosistem Pembelajaran Berbasis Industri

(Sleman, 27 Juni 2026) Program Studi Analisis Kimia Universitas Islam Indonesia (UII) terus berkomitmen dalam menghasilkan lulusan yang kompeten dan siap bersaing di dunia industri. Sebagai bagian dari upaya tersebut, Prodi Analisis Kimia UII menggelar Kuliah Pakar Pengendalian dan Jaminan Mutu dengan tema “Penerapan Pengendalian Mutu pada Produsen Bahan Acuan sesuai SNI ISO 17034”. Kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam mendukung penerapan Teaching Factory sekaligus mempersiapkan akreditasi SNI ISO 17034 yang menjadi target utama program studi dalam meningkatkan kualitas dan daya saing.

Teaching Factory: Jembatan antara Dunia Akademik dan Industri

Teaching Factory merupakan konsep pembelajaran yang mengintegrasikan proses pendidikan dengan praktik industri nyata. Dalam model ini, mahasiswa tidak hanya belajar teori di ruang kelas, tetapi juga terlibat langsung dalam aktivitas produksi, pengujian, dan pengendalian mutu yang sesungguhnya terjadi di industri.

Melalui Teaching Factory, mahasiswa mendapatkan pengalaman praktis dalam mengoperasikan peralatan analisis modern, memahami alur kerja laboratorium industri, serta menerapkan prinsip-prinsip pengendalian mutu yang berlaku secara internasional. Pendekatan ini memastikan bahwa lulusan Prodi Analisis Kimia UII tidak hanya memahami konsep analisis kimia secara teoretis, tetapi juga mampu menjalankan prosedur standar dengan tingkat akurasi dan presisi yang diperlukan oleh industri.

Penerapan Teaching Factory juga membuka peluang kolaborasi yang luas dengan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari industri pengujian, lembaga kalibrasi, hingga asosiasi profesional. Hal ini memberikan mahasiswa akses langsung ke jaringan industri yang dapat mendukung pengembangan karir mereka di masa depan.

Mengapa SNI ISO 17034 Penting?

SNI ISO 17034 adalah standar internasional yang menetapkan persyaratan umum untuk kompetensi produsen bahan acuan bersertifikat (Certified Reference Materials/CRM). Standar ini menjadi acuan utama dalam menjamin bahwa bahan acuan yang diproduksi memiliki kualitas, ketelusuran, dan keandalan yang dapat dipertanggungjawabkan. Bahan acuan bersertifikat merupakan komponen kritis dalam berbagai aplikasi analisis, mulai dari pengujian kualitas produk, pemantauan lingkungan, hingga analisis pangan dan farmasi.

Bagi produsen bahan acuan, akreditasi SNI ISO 17034 memberikan jaminan bahwa produk yang dihasilkan telah melalui proses karakterisasi, sertifikasi, dan pengendalian mutu yang ketat. Sertifikasi ini menjadi bukti kompetensi dan kredibilitas yang diakui secara global, membuka akses pasar yang lebih luas dan memperkuat kepercayaan pelanggan.

Untuk Program Studi Analisis Kimia UII, persiapan akreditasi SNI ISO 17034 bukan sekadar target administratif, melainkan komitmen nyata untuk memastikan bahwa seluruh proses pembelajaran, penelitian, dan pengabdian masyarakat berjalan sesuai standar mutu tertinggi. Langkah ini juga menegaskan posisi UII sebagai institusi pendidikan vokasi yang mampu menghasilkan sumber daya manusia berkualitas dalam bidang analisis kimia.

Kuliah Pakar: Membangun Pemahaman dari Ahlinya

Kuliah pakar yang digelar kali ini menghadirkan Dr. Dodi Irwanto, M.Eng. dari Balai Besar Kulit, Karet dan Plastik — Kementerian Perindustrian RI sebagai pemateri. Beliau membawa pengalaman luas dalam implementasi sistem pengendalian mutu di industri, memberikan pemahaman mendalam kepada peserta mengenai penerapan SNI ISO 17034 dalam produksi bahan acuan.

Dr. Dodi Irwanto menjelaskan bahwa pengendalian mutu dalam produksi bahan acuan tidak dapat dipisahkan dari pemahaman menyeluruh terhadap sumber ketidakpastian, validasi metode, dan dokumentasi ketelusuran. Setiap tahapan produksi, mulai dari pemilihan bahan baku, karakterisasi properti, homogenitas dan stabilitas pengujian, hingga sertifikasi nilai, harus dilakukan dengan prosedur yang terstandarisasi dan terdokumentasi dengan baik.

“Penerapan SNI ISO 17034 memerlukan komitmen organisasi yang kuat dan pemahaman teknis yang mendalam dari seluruh personel yang terlibat. Tidak cukup hanya memiliki peralatan canggih, tetapi sistem manajemen mutu harus berjalan efektif dan berkelanjutan,” jelas Dr. Dodi Irwanto dalam sesi kuliah pakar.

Partisipasi Luas: Membangun Jaringan Komunitas Analisis Kimia

Kegiatan ini tidak hanya diikuti oleh mahasiswa, alumni, dosen, dan tenaga kependidikan (tendik) dari Program Studi Analisis Kimia UII, tetapi juga diikuti oleh anggota Forum Komunikasi Analisis Kimia Indonesia. Keikutsertaan berbagai pihak ini menunjukkan komitmen bersama dalam meningkatkan kompetensi dan daya saing analisis kimia di Indonesia.

Forum Komunikasi Analisis Kimia Indonesia merupakan wadah bagi para praktisi, akademisi, dan profesional di bidang analisis kimia untuk berbagi pengetahuan, pengalaman, dan best practices. Kolaborasi antara Prodi Analisis Kimia UII dengan forum ini memperkuat ekosistem pembelajaran yang tidak hanya terbatas di lingkungan kampus, tetapi juga menjangkau komunitas profesional yang lebih luas.

Mahasiswa aktif D3 Analisis Kimia angkatan 2024 dan 2025 menjadi peserta wajib dalam kegiatan ini, mengingat pemahaman tentang pengendalian dan jaminan mutu merupakan kompetensi fundamental yang harus dikuasai sejak dini. Sementara itu, untuk kalangan umum, kegiatan ini dibuka secara gratis, memberikan kesempatan bagi siapa saja yang ingin memperdalam pemahaman tentang standar mutu internasional.

Manfaat Bagi Mahasiswa dan Alumni

Partisipasi dalam kegiatan seperti kuliah pakar ini memberikan berbagai manfaat signifikan bagi mahasiswa dan alumni, di antaranya:

  • Pemahaman Standar Internasional: Mahasiswa mendapatkan pemahaman langsung tentang penerapan SNI ISO 17034, yang menjadi bekal penting dalam menghadapi dunia kerja global.
  • Networking Industri: Interaksi dengan pemateri dari lembaga industri dan anggota Forum Komunikasi Analisis Kimia Indonesia membuka peluang jaringan profesional yang berharga.
  • Sertifikasi Pendukung: E-Certificate yang diterima peserta dapat menjadi dokumen pendukung dalam melamar pekerjaan atau melanjutkan studi.
  • Pengetahuan Praktis: Materi yang disampaikan berbasis kasus nyata di industri, memberikan perspektif praktis yang melengkapi pembelajaran di kelas.
  • Kesiapan Teaching Factory: Mahasiswa yang memahami sistem pengendalian mutu akan lebih siap berpartisipasi aktif dalam kegiatan Teaching Factory dengan standar operasional yang profesional.

Visi Prodi Analisis Kimia UII: Mencetak Smart Analyst

Program Studi Analisis Kimia UII memiliki visi untuk menjadi program studi vokasi unggulan yang menghasilkan lulusan analis kimia profesional, berakhlak mulia, dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional. Dengan tagline “Smart Analyst”, program studi ini berfokus pada pengembangan kompetensi teknis, soft skills, dan karakter yang dibutuhkan oleh industri modern.

Integrasi Teaching Factory dengan kurikulum pendidikan merupakan salah satu strategi utama untuk mewujudkan visi tersebut. Melalui pendekatan ini, mahasiswa tidak hanya menjadi pengguna peralatan analisis, tetapi juga pemaham sistem yang mampu mengelola, mengendalikan, dan menjamin mutu hasil analisis sesuai standar yang berlaku.

Persiapan akreditasi SNI ISO 17034 menjadi pilar penting dalam transformasi Prodi Analisis Kimia UII menjadi pusat keunggulan dalam produksi dan karakterisasi bahan acuan. Langkah ini juga mendukung UII dalam menciptakan ekosistem inovasi yang berkelanjutan dan berkontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan serta kemajuan industri di Indonesia.

Relevansi dengan Industri dan Dunia Kerja

Kompetensi dalam pengendalian dan jaminan mutu sesuai SNI ISO 17034 sangat relevan dengan berbagai sektor industri, termasuk:

  • Industri Pengujian dan Laboratorium: Laboratorium pengujian yang memerlukan bahan acuan bersertifikat untuk validasi metode dan kalibrasi peralatan.
  • Industri Pangan dan Minuman: Penggunaan bahan acuan dalam pengujian kandungan nutrisi, kontaminan, dan parameter keamanan pangan.
  • Industri Farmasi dan Kosmetik: Standar mutu yang ketat dalam produksi bahan acuan untuk pengujian obat dan produk kecantikan.
  • Industri Lingkungan: Pemantauan kualitas air, udara, dan tanah menggunakan bahan acuan yang terstandarisasi.
  • Lembaga Kalibrasi: Lembaga yang memerlukan bahan acuan untuk proses kalibrasi peralatan ukur dan pengujian.

Dengan memahami standar SNI ISO 17034, lulusan Prodi Analisis Kimia UII akan memiliki daya saing tinggi di berbagai sektor industri tersebut, baik sebagai analis, pengendali mutu, maupun spesialis dalam produksi bahan acuan.

Kolaborasi dan Dukungan Berkelanjutan

Kegiatan kuliah pakar ini tidak berdiri sendiri, melainkan bagian dari rangkaian program pengembangan kompetensi yang terus menerus dijalankan oleh Prodi Analisis Kimia UII. Program studi secara aktif menjalin kerja sama dengan lembaga industri, asosiasi profesional, dan institusi pendidikan lainnya untuk memastikan bahwa kurikulum dan kegiatan pembelajaran selalu relevan dengan perkembangan terbaru di dunia analisis kimia.

Dukungan dari Kementerian Perindustrian RI, melalui kehadiran Dr. Dodi Irwanto, menjadi bukti nyata bahwa pemerintah juga berkomitmen dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di bidang analisis kimia. Kolaborasi semacam ini diharapkan dapat terus berlanjut dan diperluas, menciptakan sinergi yang kuat antara pendidikan, penelitian, dan praktik industri.

Kesimpulan

Kuliah Pakar Pengendalian dan Jaminan Mutu yang digelar oleh Prodi Analisis Kimia UII merupakan langkah strategis dalam memperkuat penerapan Teaching Factory dan mempersiapkan akreditasi SNI ISO 17034. Kegiatan ini tidak hanya memberikan wawasan teknis bagi peserta, tetapi juga memperkuat jaringan kolaborasi antara akademisi, praktisi industri, dan komunitas profesional analisis kimia di Indonesia.

Melalui komitmen berkelanjutan dalam pengembangan kompetensi, inovasi pembelajaran, dan kolaborasi multisectoral, Prodi Analisis Kimia UII terus menegaskan posisinya sebagai lembaga pendidikan vokasi unggulan yang mampu menjawab tantangan industri dan menghasilkan lulusan berkualitas yang siap berkontribusi dalam kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.

SLEMAN, YOGYAKARTA – Program Studi (Prodi) Analisis Kimia FMIPA Universitas Islam Indonesia (UII) terus memperkuat komitmennya dalam mencetak lulusan yang siap kerja dan kompeten secara industri. Inovasi terbaru hadir melalui inisiasi program Teaching Factory (TeFa), sebuah langkah strategis untuk mempercepat masa studi sekaligus meningkatkan kualitas praktik mahasiswa tingkat akhir.

Program yang mulai diimplementasikan pada mahasiswa angkatan 2023 ini dirancang khusus untuk menjembatani dunia akademik dengan standar industri yang sesungguhnya.

Integrasi Akademik dan Standar Global

Keunggulan utama dari program TeFa di Analisis Kimia UII terletak pada ekosistem praktiknya. Seluruh kegiatan dilaksanakan di Laboratorium Pengujian Kimia FMIPA UII, sebuah fasilitas yang tidak hanya lengkap, tetapi juga telah memenuhi standar internasional.

Baru-baru ini, Laboratorium Pengujian Kimia UII telah menjalani Asesmen Lapangan sebagai tahap krusial dalam meraih dan mempertahankan akreditasi ISO/IEC 17025. Akreditasi ini merupakan pengakuan formal atas kompetensi laboratorium dalam melakukan pengujian yang akurat dan kredibel secara global.

“Dengan berlatih di laboratorium yang telah terstandar ISO 17025, mahasiswa tidak hanya belajar teknis pengujian, tetapi juga belajar budaya kerja laboratorium profesional, mulai dari validasi metode hingga manajemen ketertelusuran data,” ujar perwakilan prodi dalam sela-sela kegiatan asesmen.

Manfaat bagi Mahasiswa: Cepat Lulus, Siap Kerja

Program TeFa ini menawarkan beberapa keuntungan bagi mahasiswa, di antaranya:

  • Percepatan Kelulusan: Mahasiswa tingkat akhir dapat mengonversi proyek di TeFa menjadi bagian dari tugas akhir mereka, sehingga masa studi menjadi lebih efisien.
  • Pengalaman Kerja Nyata: Mahasiswa terlibat langsung dalam pelayanan pengujian sampel nyata, layaknya seorang analis profesional di industri.
  • Sertifikasi dan Pengakuan: Praktik di laboratorium terakreditasi ISO 17025 memberikan nilai tambah pada portofolio mahasiswa, memudahkan mereka saat menembus pasar kerja internasional.

Komitmen Mutu Melalui ISO 17025

Berdasarkan laporan dari laman resmi Laboratorium Pengujian Kimia UII, proses asesmen lapangan yang dilakukan oleh asesor profesional memastikan bahwa seluruh instrumen, sumber daya manusia, dan sistem manajemen di lab tersebut berada pada level tertinggi. Hal ini sejalan dengan visi prodi untuk menjadikan fasilitas laboratorium sebagai pusat pembelajaran sekaligus pusat layanan publik yang unggul.

Dengan adanya sinergi antara kurikulum TeFa dan fasilitas berstandar ISO 17025, Prodi Analisis Kimia UII memposisikan diri sebagai pionir dalam pendidikan vokasi kimia yang modern dan relevan dengan kebutuhan industri masa kini.

Yogyakarta — Program Studi D3 Analisis Kimia Universitas Islam Indonesia (UII) melaksanakan kegiatan visitasi magang industri mahasiswa pada Selasa, 2 Desember 2025. Kegiatan ini dilaksanakan di dua mitra strategis, yaitu Laboratorium Kesehatan Daerah (LabKesda) Sleman dan Balai Riset dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Yogyakarta.

Visitasi magang ini diikuti oleh Ketua Program Studi D3 Analisis Kimia UII bersama dua dosen homebase, sebagai bentuk komitmen prodi dalam memastikan pelaksanaan magang industri berjalan sesuai dengan capaian pembelajaran, kebutuhan dunia kerja, serta standar mutu akademik.

Kegiatan visitasi meliputi pemantauan langsung aktivitas mahasiswa selama magang, diskusi dengan pembimbing lapangan dari pihak instansi, serta evaluasi kesesuaian kompetensi mahasiswa dengan ruang lingkup pekerjaan laboratorium. Selain itu, tim visitasi juga menggali masukan dari mitra terkait kinerja mahasiswa, sikap profesional, serta peluang penguatan kerja sama ke depan.

Di LabKesda, mahasiswa terlibat dalam kegiatan pengujian dan analisis sampel kesehatan yang mendukung pelayanan publik. Sementara itu, di BRMP Yogyakarta, mahasiswa memperoleh pengalaman dalam pengujian dan analisis di bidang pertanian dan lingkungan berbasis riset terapan. Kedua mitra memberikan apresiasi terhadap kompetensi dasar mahasiswa Analisis Kimia UII yang dinilai adaptif dan siap kerja.

Ketua Program Studi D3 Analisis Kimia UII menyampaikan bahwa kegiatan visitasi ini menjadi bagian penting dari sistem penjaminan mutu magang industri. “Visitasi tidak hanya bertujuan memonitor mahasiswa, tetapi juga memperkuat sinergi antara prodi dan mitra industri agar kurikulum yang diterapkan tetap relevan dengan kebutuhan dunia kerja,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, Prodi D3 Analisis Kimia UII berharap dapat terus meningkatkan kualitas pembelajaran berbasis praktik, memperluas jejaring kemitraan, serta menghasilkan lulusan analis kimia yang kompeten, profesional, dan siap bersaing di dunia industri maupun layanan laboratorium.

Yogyakarta, Universitas Islam Indonesia — Program Studi Analisis Kimia Universitas Islam Indonesia kembali menyelenggarakan Kuliah Pakar Series sebagai bagian dari komitmen prodi dalam menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan industri dan perkembangan ilmu pengetahuan. Pada edisi kali ini, kegiatan diangkat dengan tema “Menelusuri Jejak Halal Lewat Analisis Kimia”, sebuah topik yang semakin penting di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap produk halal.

Kegiatan yang dilaksanakan secara online melalui platform Zoom pada hari Sabtu (15/11/2025) ini dibuka secara resmi oleh Wakil Dekan Bidang Keagamaan, Kemahasiswaan dan Alumni (KKA) FMIPA UII, sebagai bentuk dukungan fakultas terhadap penguatan kompetensi mahasiswa dalam bidang analisis laboratorium dan isu kehalalan produk. Kuliah pakar ini dipandu oleh Dr. Reni Banowati Istiningrum, S.Si., M.Sc. selaku moderator yang memastikan jalannya acara berlangsung interaktif dan terarah. Kegiatan ini menghadirkan narasumber kompeten di bidang analisis halal serta pengujian laboratorium yaitu apt. Anjar Windarsih, S. Farm., M.Pharm.Sci.  Ph.D. Narasumber merupakan salah satu peneliti Research Center for Food Technology and Processing, Badan Riset dan Inovasi Nasional. Dalam pemaparannya, narasumber menjelaskan bahwa proses penjaminan halal bukan hanya terkait pemenuhan regulasi, tetapi juga melibatkan aspek ilmiah yang sangat detail, terutama pada level pengujian laboratorium.

Berbagai metode analisis kimia seperti FTIR, PCR, kromatografi, hingga teknik trace analysis dipaparkan sebagai pendekatan ilmiah untuk mengidentifikasi potensi kontaminan, menelusuri jejak bahan non-halal, serta memverifikasi keaslian suatu produk. Disampaikan pula bahwa peran analis kimia sangat strategis dalam mendukung industri memenuhi standar halal, terutama setelah diberlakukannya regulasi sertifikasi halal yang semakin ketat.

Menariknya, kegiatan ini tidak hanya diikuti oleh mahasiswa internal UII, tetapi juga memperoleh antusiasme besar dari peserta yang berasal dari universitas di Indonesia seperti UIN Walisongo Semarang, Universitas Malahayati Bandar Lampung, Universitas Setia Budi Surakarta juga Poltekkes Kemenkes Surakarta. Hal ini menunjukkan tingginya ketertarikan akademisi dan mahasiswa terhadap isu halal berbasis sains.

Selama sesi diskusi, peserta aktif mengajukan pertanyaan, terutama terkait penerapan analisis kimia dalam studi kasus industri pangan. Mahasiswa dan peserta lainnya mendapatkan gambaran yang lebih konkret tentang bagaimana ilmu kimia berperan dalam memastikan kehalalan produk yang beredar di masyarakat.

Ketua Program Studi Analisis Kimia UII, Kuntari, S.Si., M.Sc. menyampaikan bahwa kuliah pakar ini merupakan salah satu bentuk upaya prodi dalam menyiapkan lulusan yang kompeten dan adaptif terhadap kebutuhan industri. “Isu halal bukan lagi sekadar tren, tetapi telah menjadi kebutuhan global. Analis kimia memiliki peran penting dalam menjaga integritas dan kepercayaan konsumen,” ujarnya.

Melalui penyelenggaraan Kuliah Pakar Series ini, Prodi Analisis Kimia UII berharap mahasiswa semakin memahami urgensi sains dalam isu kehalalan, siap berkontribusi dalam industri halal nasional maupun internasional serta mengimplementasikan sebagai institusi yang rahmatan lil alamin.

Yogyakarta, (17/09/2025)– Program Studi Analisis Kimia Universitas Islam Indonesia (UII) menyelenggarakan kegiatan Pengenalan Program Studi sekaligus Sosialisasi Dosen Pembimbing Akademik (DPA) bagi mahasiswa baru angkatan 2025. Acara ini bertujuan memberikan pemahaman komprehensif tentang profil, visi-misi, kurikulum, serta layanan akademik yang tersedia di prodi Analisis Kimia UII.

Kegiatan yang berlangsung di Ruang Sidang Utama Gedung Prof. Dr. H. Zanzawi Soejoeti, M.Sc. ini dihadiri oleh Ketua Program Studi, para dosen pengajar, dan staf akademik. Dalam sambutannya, Kuntari menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah awal mahasiswa mengenal lebih dekat dunia akademik yang akan mereka jalani, sekaligus memahami tata cara pembimbingan akademik.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap mahasiswa baru dapat memahami karakteristik prodi, peluang karier lulusan, serta menjalin komunikasi yang baik dengan dosen pembimbing akademik sejak awal,” ujar Kuntari.

Pada sesi sosialisasi, mahasiswa diperkenalkan dengan sistem bimbingan akademik dan peran Dosen Pembimbing Akademik (DPA) yang akan membantu mereka dalam perencanaan studi, pengembangan kompetensi, hingga konsultasi permasalahan akademik maupun non-akademik.

Acara ini juga diisi dengan sesi tanya jawab, perkenalan dosen homebase Program Studi, tenaga administratif dan kependidikan serta penyerahan tanda apresiasi kepada mahasiswa pendaftar dan registrasi pertama, mahasiswa termuda dan mahasiswa dengan asal daerah terjauh.  Dengan adanya kegiatan ini, mahasiswa baru diharapkan dapat lebih siap menghadapi proses perkuliahan serta memanfaatkan fasilitas dan layanan prodi secara optimal.

Kegiatan Pengenalan Program Studi dan Sosialisasi DPA ini merupakan bagian dari rangkaian penyambutan mahasiswa baru Program Studi Analisis Kimia UII. Program Studi Analisis Kimia UII berkomitmen mencetak lulusan yang unggul, profesional, dan berintegritas tinggi dalam bidang analisis kimia, sejalan dengan nilai-nilai keislaman dan ke-UII-an.

Yogyakarta – Dalam upaya memperkuat implementasi pendidikan vokasi yang berbasis pada kebutuhan industri, Program Studi D3 Analisis Kimia Universitas Islam Indonesia (UII) menggelar Workshop Inisiasi Teaching Factory (TEFA) pada Sabtu, 10 Mei 2025 bertempat di Ruang Sidang Utama (RSU) FMIPA UII.

Workshop ini menghadirkan dua narasumber berpengalaman, yaitu Dr. Ir. Wahyu Budi Priatna, M.Si. selaku Manajer TEFA, Bisnis dan Kewirausahaan SV IPB serta Ir. Erna Styani, M.Si selaku Kepala Unit TEFA Politeknik AKA Bogor. Keduanya berbagi wawasan dan praktik terbaik terkait tata kelola serta implementasi Teaching Factory di institusi pendidikan vokasi. Kegiatan ini dihadiri oleh Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA), Ketua Jurusan Kimia, dosen home base, dosen pembimbing Tugas Akhir serta tenaga kependidikan Program Studi D3 Analisis Kimia dan perwakilan dari program studi Sarjana Terapan UII. Kehadiran para pimpinan dan sivitas akademika ini menunjukkan komitmen kuat UII dalam mengembangkan pendidikan berbasis industri untuk meningkatkan kompetensi lulusan.

Dalam paparannya, Dr. Ir. Wahyu Budi Priatna, M.Si. menyampaiakan tahapan Membangun TEFA meliputi perencanaan dengan mengidentifikasi dan memetakan kebutuhan DUDI dan pasar kerja, pengembangan kurikulum yang relevan, pengembangan fasilitas, SDM untuk mendukung proses belajar-mengajar, kemitraan industri dan pengembangan sistem manajemen TEFA, implementasi dan evaluasi, baik untuk kurikulum, pengelolaan fasilitas dan SDM serta pengembangan kurikulum, pengelolaan fasilitas, SDM, jejaring kerjasama secara berkelanjutan. Beliau menekankan pentingnya sinergi antara dunia pendidikan dan dunia kerja melalui Teaching Factory yang dirancang menyerupai proses produksi di industri. Sementara itu, Ir. Erna Styani, M.Si. membagikan pengalaman implementasi TEFA di AKA Bogor, termasuk tantangan dan strategi yang digunakan untuk menjembatani kebutuhan industri dan kurikulum pembelajaran. Harapannya pendekatan pembelajaran berbasis TEFA dapat meningkatkan kualitas pendidikan vokasi, mempersiapkan lulusan lebih siap bekerja, meningkatkan kemampuan berwirausaha dan memperluas, meningkatkan dan memperkuat jejaring kerjasama dudi.

“Workshop ini menjadi langkah awal yang penting untuk mewujudkan TEFA sebagai bagian dari penguatan kompetensi mahasiswa Analisis Kimia. Diharapkan ke depan, TEFA dapat menjadi model pembelajaran yang lebih aplikatif dan sesuai dengan dinamika industri kimia saat ini. Metode pembelajaran berbasis TEFA dapat dijadikan sarana magang mahasiswa sehingga dapat mempercepat masa studi” ujar Ketua Program Studi D3 Analisis Kimia. Peluang tersebut selaras dengan informasi yang disampaikan Dekan Fakultas MIPA UII yaitu saat ini di Laboratorium Riset Kimia UII sedang berlangsung persiapan pendirian Laboratorium Pengujian yang Terakreditasi KAN dengan ruang lingkup pengujian proksimat.  Mahasiswa dengan sertifikat kompetensi dapat terlibat dalam kegiatan analisis di ruang lingkup tersebut.

Dengan terlaksananya workshop ini, Program Studi D3 Analisis Kimia UII siap merancang dan mengimplementasikan Teaching Factory sebagai bagian integral dari proses pendidikan, guna mencetak lulusan yang unggul, kompeten, dan siap kerja di dunia industri kimia.

Bertepat pada 10 November 2023 lalu, program studi D3 Analisis Kimia FMIPA UII kembali menyelenggarakan Kunjungan Industri bagi mahasiswa aktif angkatan 2021, 2022, dan 2023. Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan hal-hal terkait teknis dan non-teknis yang ada di dunia industri.

Kunjungan Industri kali ini diselenggarakan di PT Dion Farma Abadi dengan didampingi oleh empat dosen dan staff program studi D3 Analisis Kimia, yakni ibu Kuntari, S.Si., M.Sc.,  ibu Tri Esti Purbaningtias, S.Si., M.Si., bapak Bayu Wiyantoko, S.Si., M.Sc., bapak Ganjar Fadillah, S.Si., M.Si., serta Mba Amalia Rachel, S.T. Pemilihan tempat kunjungan industri ini didasarkan pada kedekatan aplikasi ilmu analisis kimia dengan industri farmasi ini dan kemudahan akses untuk menjangkau perusahaan ini.

Tidak ada tema khusus dalam kegiatan kunjungan industri kali ini, namun teman-teman mahasiswa yang menjadi peserta dikegiatan ini diharapkan dapat mengetahui proses produksi produk di industri farmasi, manajemen instalasi pengolahan air limbah, dan tentu saja atmosfer dunia industri yang sesungguhnya lewat pengalaman yang berbeda.

Rombongan Kunjungan Industri meninggalkan Kampus Terpadu UII pada pukul 07.30 di hari Jumat, 10 November 2023 menuju PT Dion Farma Abadi. Rombongan sampai sekitar pukul 08.30 dan disambut oleh Tim Manajemen PT Dion Farma Abadi. Di sini, para peserta mendapatkan penjelasan lengkap mengenai proses produksi berbagai jenis produk skin care maupun obat-obatan yang diproduksi oleh PT Dion Farma Abadi, meliputi proses penyiapan bahan baku, proses utama, maupun proses pascaproduksi. Tak ketinggalan, para peserta pun dapat bertanya serta berdiskusi langsung sepanjang kegiatan ini. Pasca penjelasan, acara dilanjutkan dengan plant visit namun karena terdapat batasan area yang dapat dikunjungi oleh pengunjung umum, maka hanya dapat melihat tempat pengolahan air limbah saja serta melihat sebagian kecil proses pengemasan yang dapat terlihat dari kaca luar.

Pukul 11.30, setelah plant visit Kunjungan Industri pun resmi berakhir. Para peserta mengaku cukup puas dengan informasi yang didapat Mereka pun berharap Kunjungan Industri dapat kembali diadakan guna mengakselerasi ilmu terkait industri bagi mahasiswa Analisis Kimia Universitas Islam Indonesia.

Yogyakarta, 17-18 Juli 2024 – Program Studi Analisis Kimia Universitas Islam Indonesia (UII) menyelenggarakan workshop Pelatihan Asesor Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalisme para asesor dalam menilai dan mengakui pengalaman pembelajaran formal, nonformal dan informal calon peserta RPL. Pelatihan ini dihadiri oleh sejumlah peserta yang terdiri Perwakilan Direktorat Layanan Akademik, Perwakilan Direktorat Pengembangan Akademik (DPA), Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Ketua Jurusan Kimia, calon asesor RPL dari Program Studi Analisis Kimia Program Diploma Tiga, Kimia Program Sarjana, Rekayasa Tekstil Program Sarjana dan Teknik Industri Program Magister.

Workshop yang berlangsung selama dua hari ini dibuka oleh FMIPA Prof. Riyanto, S.Pd., M.Si., Ph.D, yang dalam sambutannya menyatakan pentingnya RPL dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia yang kompeten dan profesional di bidang kimia. “Rekognisi Pembelajaran Lampau adalah salah satu upaya strategis untuk memberikan pengakuan terhadap kompetensi yang diperoleh melalui pengalaman kerja dan pembelajaran non-formal. Pelatihan ini diharapkan dapat menghasilkan asesor yang mampu melakukan penilaian secara objektif dan berkualitas,” ujarnya.

Materi pelatihan meliputi berbagai aspek penting dalam proses RPL, termasuk implementasi berdasarkan Permenristekdikti Nomor 53 Tahun 2023, kebijakan dan peraturan akademik, penyegaran RPL, teknik penilaian, pengumpulan bukti, serta standar dan kriteria penilaian yang berlaku. Peserta juga mendapatkan kesempatan untuk melakukan simulasi penilaian secara langsung, yang dipandu oleh narasumber. Narasumber yang dihadirkan dalam kegiatan ini adalah Agus Nugroho, M.T. sebagai Ketua Tim Pengembangan Pedoman RPL Pendidikan Tinggi Vokasi Direktorat Akademik Pendidikan Tinggi Vokasi.

Salah satu peserta, Kuntari, dosen Program Studi Analisis Kimia Program Diploma, mengungkapkan apresiasinya terhadap pelatihan ini. “Workshop ini sangat bermanfaat bagi kami para calon asesor RPL, terutama dalam memahami lebih dalam mengenai prosedur dan standar penilaian RPL. Semoga dengan kompetensi yang kami peroleh dari pelatihan ini, kami dapat memberikan penilaian yang reliabel, adil dan sahih,” katanya.

Selain materi teknis, workshop juga membahas berbagai tantangan dan solusi dalam implementasi RPL di Indonesia. Diskusi panel yang melibatkan pakar diharapkan dapat merumuskan upaya-upaya preventif sebelum implementasi sistem RPL UII. Besar harapan dari seluruh peserta kegiatan ini Program RPL dapat terselenggarakan di Bulan Juli 2024 ini.