Dorong Persiapan Akreditasi SNI ISO 17034 dan Perkuat Ekosistem Pembelajaran Berbasis Industri
(Sleman, 27 Juni 2026) Program Studi Analisis Kimia Universitas Islam Indonesia (UII) terus berkomitmen dalam menghasilkan lulusan yang kompeten dan siap bersaing di dunia industri. Sebagai bagian dari upaya tersebut, Prodi Analisis Kimia UII menggelar Kuliah Pakar Pengendalian dan Jaminan Mutu dengan tema “Penerapan Pengendalian Mutu pada Produsen Bahan Acuan sesuai SNI ISO 17034”. Kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam mendukung penerapan Teaching Factory sekaligus mempersiapkan akreditasi SNI ISO 17034 yang menjadi target utama program studi dalam meningkatkan kualitas dan daya saing.
Teaching Factory: Jembatan antara Dunia Akademik dan Industri
Teaching Factory merupakan konsep pembelajaran yang mengintegrasikan proses pendidikan dengan praktik industri nyata. Dalam model ini, mahasiswa tidak hanya belajar teori di ruang kelas, tetapi juga terlibat langsung dalam aktivitas produksi, pengujian, dan pengendalian mutu yang sesungguhnya terjadi di industri.
Melalui Teaching Factory, mahasiswa mendapatkan pengalaman praktis dalam mengoperasikan peralatan analisis modern, memahami alur kerja laboratorium industri, serta menerapkan prinsip-prinsip pengendalian mutu yang berlaku secara internasional. Pendekatan ini memastikan bahwa lulusan Prodi Analisis Kimia UII tidak hanya memahami konsep analisis kimia secara teoretis, tetapi juga mampu menjalankan prosedur standar dengan tingkat akurasi dan presisi yang diperlukan oleh industri.
Penerapan Teaching Factory juga membuka peluang kolaborasi yang luas dengan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari industri pengujian, lembaga kalibrasi, hingga asosiasi profesional. Hal ini memberikan mahasiswa akses langsung ke jaringan industri yang dapat mendukung pengembangan karir mereka di masa depan.
Mengapa SNI ISO 17034 Penting?
SNI ISO 17034 adalah standar internasional yang menetapkan persyaratan umum untuk kompetensi produsen bahan acuan bersertifikat (Certified Reference Materials/CRM). Standar ini menjadi acuan utama dalam menjamin bahwa bahan acuan yang diproduksi memiliki kualitas, ketelusuran, dan keandalan yang dapat dipertanggungjawabkan. Bahan acuan bersertifikat merupakan komponen kritis dalam berbagai aplikasi analisis, mulai dari pengujian kualitas produk, pemantauan lingkungan, hingga analisis pangan dan farmasi.
Bagi produsen bahan acuan, akreditasi SNI ISO 17034 memberikan jaminan bahwa produk yang dihasilkan telah melalui proses karakterisasi, sertifikasi, dan pengendalian mutu yang ketat. Sertifikasi ini menjadi bukti kompetensi dan kredibilitas yang diakui secara global, membuka akses pasar yang lebih luas dan memperkuat kepercayaan pelanggan.
Untuk Program Studi Analisis Kimia UII, persiapan akreditasi SNI ISO 17034 bukan sekadar target administratif, melainkan komitmen nyata untuk memastikan bahwa seluruh proses pembelajaran, penelitian, dan pengabdian masyarakat berjalan sesuai standar mutu tertinggi. Langkah ini juga menegaskan posisi UII sebagai institusi pendidikan vokasi yang mampu menghasilkan sumber daya manusia berkualitas dalam bidang analisis kimia.
Kuliah Pakar: Membangun Pemahaman dari Ahlinya
Kuliah pakar yang digelar kali ini menghadirkan Dr. Dodi Irwanto, M.Eng. dari Balai Besar Kulit, Karet dan Plastik — Kementerian Perindustrian RI sebagai pemateri. Beliau membawa pengalaman luas dalam implementasi sistem pengendalian mutu di industri, memberikan pemahaman mendalam kepada peserta mengenai penerapan SNI ISO 17034 dalam produksi bahan acuan.
Dr. Dodi Irwanto menjelaskan bahwa pengendalian mutu dalam produksi bahan acuan tidak dapat dipisahkan dari pemahaman menyeluruh terhadap sumber ketidakpastian, validasi metode, dan dokumentasi ketelusuran. Setiap tahapan produksi, mulai dari pemilihan bahan baku, karakterisasi properti, homogenitas dan stabilitas pengujian, hingga sertifikasi nilai, harus dilakukan dengan prosedur yang terstandarisasi dan terdokumentasi dengan baik.
“Penerapan SNI ISO 17034 memerlukan komitmen organisasi yang kuat dan pemahaman teknis yang mendalam dari seluruh personel yang terlibat. Tidak cukup hanya memiliki peralatan canggih, tetapi sistem manajemen mutu harus berjalan efektif dan berkelanjutan,” jelas Dr. Dodi Irwanto dalam sesi kuliah pakar.
Partisipasi Luas: Membangun Jaringan Komunitas Analisis Kimia
Kegiatan ini tidak hanya diikuti oleh mahasiswa, alumni, dosen, dan tenaga kependidikan (tendik) dari Program Studi Analisis Kimia UII, tetapi juga diikuti oleh anggota Forum Komunikasi Analisis Kimia Indonesia. Keikutsertaan berbagai pihak ini menunjukkan komitmen bersama dalam meningkatkan kompetensi dan daya saing analisis kimia di Indonesia.
Forum Komunikasi Analisis Kimia Indonesia merupakan wadah bagi para praktisi, akademisi, dan profesional di bidang analisis kimia untuk berbagi pengetahuan, pengalaman, dan best practices. Kolaborasi antara Prodi Analisis Kimia UII dengan forum ini memperkuat ekosistem pembelajaran yang tidak hanya terbatas di lingkungan kampus, tetapi juga menjangkau komunitas profesional yang lebih luas.
Mahasiswa aktif D3 Analisis Kimia angkatan 2024 dan 2025 menjadi peserta wajib dalam kegiatan ini, mengingat pemahaman tentang pengendalian dan jaminan mutu merupakan kompetensi fundamental yang harus dikuasai sejak dini. Sementara itu, untuk kalangan umum, kegiatan ini dibuka secara gratis, memberikan kesempatan bagi siapa saja yang ingin memperdalam pemahaman tentang standar mutu internasional.
Manfaat Bagi Mahasiswa dan Alumni
Partisipasi dalam kegiatan seperti kuliah pakar ini memberikan berbagai manfaat signifikan bagi mahasiswa dan alumni, di antaranya:
- Pemahaman Standar Internasional: Mahasiswa mendapatkan pemahaman langsung tentang penerapan SNI ISO 17034, yang menjadi bekal penting dalam menghadapi dunia kerja global.
- Networking Industri: Interaksi dengan pemateri dari lembaga industri dan anggota Forum Komunikasi Analisis Kimia Indonesia membuka peluang jaringan profesional yang berharga.
- Sertifikasi Pendukung: E-Certificate yang diterima peserta dapat menjadi dokumen pendukung dalam melamar pekerjaan atau melanjutkan studi.
- Pengetahuan Praktis: Materi yang disampaikan berbasis kasus nyata di industri, memberikan perspektif praktis yang melengkapi pembelajaran di kelas.
- Kesiapan Teaching Factory: Mahasiswa yang memahami sistem pengendalian mutu akan lebih siap berpartisipasi aktif dalam kegiatan Teaching Factory dengan standar operasional yang profesional.
Visi Prodi Analisis Kimia UII: Mencetak Smart Analyst
Program Studi Analisis Kimia UII memiliki visi untuk menjadi program studi vokasi unggulan yang menghasilkan lulusan analis kimia profesional, berakhlak mulia, dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional. Dengan tagline “Smart Analyst”, program studi ini berfokus pada pengembangan kompetensi teknis, soft skills, dan karakter yang dibutuhkan oleh industri modern.
Integrasi Teaching Factory dengan kurikulum pendidikan merupakan salah satu strategi utama untuk mewujudkan visi tersebut. Melalui pendekatan ini, mahasiswa tidak hanya menjadi pengguna peralatan analisis, tetapi juga pemaham sistem yang mampu mengelola, mengendalikan, dan menjamin mutu hasil analisis sesuai standar yang berlaku.
Persiapan akreditasi SNI ISO 17034 menjadi pilar penting dalam transformasi Prodi Analisis Kimia UII menjadi pusat keunggulan dalam produksi dan karakterisasi bahan acuan. Langkah ini juga mendukung UII dalam menciptakan ekosistem inovasi yang berkelanjutan dan berkontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan serta kemajuan industri di Indonesia.
Relevansi dengan Industri dan Dunia Kerja
Kompetensi dalam pengendalian dan jaminan mutu sesuai SNI ISO 17034 sangat relevan dengan berbagai sektor industri, termasuk:
- Industri Pengujian dan Laboratorium: Laboratorium pengujian yang memerlukan bahan acuan bersertifikat untuk validasi metode dan kalibrasi peralatan.
- Industri Pangan dan Minuman: Penggunaan bahan acuan dalam pengujian kandungan nutrisi, kontaminan, dan parameter keamanan pangan.
- Industri Farmasi dan Kosmetik: Standar mutu yang ketat dalam produksi bahan acuan untuk pengujian obat dan produk kecantikan.
- Industri Lingkungan: Pemantauan kualitas air, udara, dan tanah menggunakan bahan acuan yang terstandarisasi.
- Lembaga Kalibrasi: Lembaga yang memerlukan bahan acuan untuk proses kalibrasi peralatan ukur dan pengujian.
Dengan memahami standar SNI ISO 17034, lulusan Prodi Analisis Kimia UII akan memiliki daya saing tinggi di berbagai sektor industri tersebut, baik sebagai analis, pengendali mutu, maupun spesialis dalam produksi bahan acuan.
Kolaborasi dan Dukungan Berkelanjutan
Kegiatan kuliah pakar ini tidak berdiri sendiri, melainkan bagian dari rangkaian program pengembangan kompetensi yang terus menerus dijalankan oleh Prodi Analisis Kimia UII. Program studi secara aktif menjalin kerja sama dengan lembaga industri, asosiasi profesional, dan institusi pendidikan lainnya untuk memastikan bahwa kurikulum dan kegiatan pembelajaran selalu relevan dengan perkembangan terbaru di dunia analisis kimia.
Dukungan dari Kementerian Perindustrian RI, melalui kehadiran Dr. Dodi Irwanto, menjadi bukti nyata bahwa pemerintah juga berkomitmen dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di bidang analisis kimia. Kolaborasi semacam ini diharapkan dapat terus berlanjut dan diperluas, menciptakan sinergi yang kuat antara pendidikan, penelitian, dan praktik industri.
Kesimpulan
Kuliah Pakar Pengendalian dan Jaminan Mutu yang digelar oleh Prodi Analisis Kimia UII merupakan langkah strategis dalam memperkuat penerapan Teaching Factory dan mempersiapkan akreditasi SNI ISO 17034. Kegiatan ini tidak hanya memberikan wawasan teknis bagi peserta, tetapi juga memperkuat jaringan kolaborasi antara akademisi, praktisi industri, dan komunitas profesional analisis kimia di Indonesia.
Melalui komitmen berkelanjutan dalam pengembangan kompetensi, inovasi pembelajaran, dan kolaborasi multisectoral, Prodi Analisis Kimia UII terus menegaskan posisinya sebagai lembaga pendidikan vokasi unggulan yang mampu menjawab tantangan industri dan menghasilkan lulusan berkualitas yang siap berkontribusi dalam kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.























