Prodi D III Analisis Kimia FMIPA UII Selenggarakan Pelatihan Pengujian Kimia bagi Guru SMK

Prodi DIII Analisis Kimia menyelenggarakan pelatihan pengujian kimia bagi guru bidang keahlian Analis Kimia SMK N 2 Depok dan SMK N 1 Cangkringan pada 5 – 7 April 2018.  Pelatihan ini diselenggarakan dalam rangka implementasi kerjasama dalam upaya peningkatan kompetensi guru SMK pada bidang pengujian kimia. Standardisasi produk dan jasa di era Masyarakat Ekonomi ASEAN menjadi tantangan besar yang harus dihadapi oleh pendidik dalam mempersiapkan peserta didik yang terstandar. Peningkatan kualitas pembelajaran perlu dilakukan guna mendorong tercapainya standar kompetensi peserta didik. Implementasi kurikulum berbasis kompetensi mendorong dunia pendidikan untuk melakukan pengembangan kurikulum berbasis kompetensi yang mengacu pada sistem sertifikasi kompetensi kualifikasi, akupasi atau klaster. Standardisasi kurikulum perlu mengacu pada Standar Kompetensi, baik Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI), Standar Internasional atau Standar Khusus. Read more

Analisis Kimia UII Menyelenggarakan Pelatihan Pengujian Kimia untuk Guru SMK

Yogyakarta – Program Studi DIII Analisis Kimia UII mengadakan pelatihan pengujian kimia untuk guru-guru SMKN 2 Depok dan SMKN 1 Cangkringan dalam rangka implementasi pengabdian masyarakat dengan lembaga yang kredible

Prodi DIII Analisis Kimia UII melakukan visitasi monitoring mahasiswa PKL di PT. Sri Rejeki Isman Tbk.

Program Studi DIII Analisis Kimia Universitas Islam Indonesia (09/03/2018) telah pengadakan kegiatan visitasi untuk memonitor mahasiswa dalam pelaksanaan kegiatan Praktik Kerja lapangan (PKL) di PT. Sri Rejeki Isman Tbk. PT. Sri Rejeki Isman Tbk atau PT Sritex adalah salah satu perusahaan tekstil terbesar yang terletak di Jl. KH. Samanhudi 88, Jetis, Sukoharjo, Solo, Jawa Tengah. Perusahaan ini memiliki empat proses produksi utama yaitu spinning (pemintalan), weaving (penenunan), printing dan garment.

Kegiatan visitasi yang dilaksanakan oleh Bayu Wiyantoko, S.Si., M.Sc dan Kuntari, S.Si., M.Sc selaku perwakilan Program Studi D III Analisis Kimia UII bertujuan untuk memantau kinerja mahasiswa di lapangan saat mempraktikkan keilmuan yang diperoleh selama mengikuti proses pembelajaran di kampus.

Dewi Ulfa Lutfiana selaku mahasiswi DIII Analisis Kimia UII yang melaksanakan program PKL di perusahaan tersebut menyampaikan bahwa dirinya sangat terkesan dengan Praktik Kerja Lapangan di PT. Sri Rejeki Isman Tbk. Dewi merupakan mahasiswi Program Studi DIII Analisis Kimia UII yang mendapatkan kesempatan pertama melaksanakan PKL di PT. Sritex. Dewi menyampaikan bahwa PKL di PT. Sritex menyenangkan selain dapat mempraktikkan langsung ilmu yang telah dipelajari juga mendapatkan ilmu baru terkait dengan keseluruhan proses-proses yang terlibat dalam produksi tekstil.

Dalam kesempatan visitiasi monitoring ini, Kuntari selaku Dosen Pembimbing PKL Dewi Ulfa Lutfiana mengatakan bahwa secara umum perusahaan tersebut mendukung dan mengapresiasi pelaksanaan PKL. Titik Wardiyani selaku Pembimbing di instansi juga memberikan penilaian positif terhadap kinerja Dewi. Titik Wardiyani yang juga merupakan Kepala Laboratorium Printing menuturkan bahwa pentingnya sikap aktif dan inisiatif mahasiswa selama PKL.

Dalam visitasi monitoring ini saran dan masukan dari perusahaan di mana mahasiswa PKL sangat diperhatikan karena berdampak positif bagi progam studi dalam menghasilkan outcome yang berdaya saing di era globalisasi yaitu dengan cara meningkatkan kemampuan hard skill maupun soft skill mahasiswa selain peningkatan kompetensi standar mahasiswa analis kimia, karena penguasaan kompetensi standar mutlak diperlukan.

Prodi DIII Analisis Kimia UII Visitasi PKL Ke Industri dan Instansi Pemerintahan di Jakarta

Prodi DIII Analisis Kimia pada Tanggal 1 Maret 2018 melakukan kegiatan Visitasi Praktik Kerja Lapangan (PKL) pada beberapa tempat PKL Mahasiswa di DKI Jakarta meliputi industri dan instansi pemerintahan. Tempat PKL Mahasiswa di lingkup industri yang dikunjungi adalah PT Salim Ivomas Pratama Tbk. yang berlokasi di Jln.Industri 1,Tanjung Priok Kota Jakarta Utara, sedangkan instansi pemerintahan yang dikunjungi adalah Balai Pengujian dan Identifikasi Barang (BPIB) Bea Cukai yang berlokasi di Jl. LetJend Suprapto No.66, Jakarta.

Kegiatan visitasi ini dilakukan dalam rangka membangun hubungan yang sinergis antara dunia pendidikan dengan dunia kerja. Adanya kunjungan ini diharapkan menjadi supporting pada mahasiswa yang sedang melaksanakan PKl sehingga dapat menyelesaikan serangkaian agenda PKL dengan baik dan tepat waktu. Selain itu, pihak Prodi DIII Analisis Kimia berharap akan adanya hubungan yang lebih erat antara kampus dan tempat PKL dalam hal pengembangan kurikulum dan peningkatan kompetensi lulusan. Seperti yang telah diketahui, lulusan Diploma atau vokasi didasarkan pada pribadi-pribadi yang siap bekerja setelah lulus, oleh karen itu, diperlukan adanya penyelarasan antara kompetensi yang diberikan dalam proses pembelajaran dan kompetensi kerja yang dibutuhkan dalam dunia kerja. Prodi DIII Analisis Kimia tidak ingin adanya gab yang terlalu besar antara dunia pendidikan dan dunia kerja. Dalam kunjungan ini, semua tempat PKL yang dikunjungi menyambut baik harapan dan keinginan dari Prodi DIII Analisis Kimia, sehingga kedepannya hubungan antara Prodi DIII Analisis Kimia dan Instansi terkait dapat dituangkan dalam bentuk kerja sama tertulis (MoU). Kerjasama tersebut tidak hanya terjalin untuk PKL kegiatan lain yang terjalin selain, misalnya PT Salim Ivomas bersedia untuk memberikan kuliah tamu kepada mahasiswa mengenai produksi dan analisis di bidang industri minyak sawit, hal ini bermanfaat dalam transfer ilmu antara industri dan dunia pendidikan.  Sedangkan pihak BPIB Bea Cukai Jakarta sangat terbuka untuk adanya kegiatan penelitian yang dapat diaplikasikan dalam lingkup kerja laboratorium, salah satu contoh penelitian yang dikembangkan adalah analisis senyawa narkotika menggunakan instrumen X-Ray Diffraction (XRD). Pengembangan metode analisis tersebut diharapkan dapat mempercepat waktu identifikasi barang sehingga kinerja BPIB akan lebih maksimal, efektif dan efisien.

Kaprodi D3 Analisis Kimia menjadi Narasumber Workshop Pengembangan Kurikulum Vokasi Pendidikan Tinggi

Pendidikan tinggi vokasi adalah pendidikan yang lebih menitikberatkan pada kemampuan ketrampilan bagi mahasiswanya. Proporsi praktik di pendidikan vokasi akan jauh lebih besar dibandingkan dengan teori. Pendidikan tinggi vokasi juga harus dapat memastikan bahwa mahasiswa atau lulusannya memiliki kompetensi dengan dimensi kompetensi Task skills, Task management skills, Contingency management skills, Environment skills/job role dan Transfer skills. Task skill adalah kemampuan untuk melakukan tiap bagian tugas sedangkan Task management skills merupakan kemampuan mengelola beberapa tugas yang berbeda dalam pekerjaan. Contingency management skills dan Environment skills/job role masing-masing adalah kemampuan tanggap terhadap adanya kelainan dan kerusakan pada rutinitas kerja serta kemampuan enghadapi tanggung jawab dan harapan dari lingkungan kerja atau beradaptasi dengan lingkungan. Adapun Transfer skills adalah kemampuan mentransfer kompetensi yang dimiliki dalam setiap situasi yang berbeda.

Pengelolaan pendidikan tinggi vokasi harus mampu menyelaraskan kurikulum dengan standar kompetensi kerja seperti Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI). Hal tersebut salah satu yang disampaikan oleh Thorikul Huda, M.Sc saat menjadi narasumber dalam acara Workshop Nasional Kurikulum Tinggi Vokasi berbasis KKNI dan Sertifikasi di Victoria Hotel Yogyakarta pada tanggal 9 Maret 2018. Kegiatan workshop tersebut diselenggarakan oleh Forum Pendidikan Tinggi Vokasi Indonesia (FPTVI). Thorikul Huda yang juga Ketua Program Studi D3 Analisis Kimia menyampaikan pengantar bahwa terdapat hak-hak yang harus diberikan kepada mahasiswa setelah lulus sesuai dengan standar nasional perguruan tinggi (SNPT) diantaranya adalah ijazah, sertifikat profesi, sertifikat kompetensi, gelar dan surat keterangan pendamping ijazah (SKPI). Lembaga yang berhak mengeluarkan sertifikat kompetensi sebagaimana diatur pada SNPT adalah lembaga sertifikasi yang telah mendapatkan akreditasi.
Instansi yang berhak memberikan akreditasi atau lisensi terhadap lembaga sertifikasi profesi di Indonesia adalah Badan Nasional Sertifikasi Profesi Nasional (BNSP). Thorikul Huda mencontohkan perguruan tinggi yang saat ini telah memiliki lembaga sertifikasi profesi adalah Universitas Islam Indonesia (UII). Upaya untuk menunjukkan ketertelusuran antara kurikulum dengan SKKNI dapat dilakukan dengan menyelaraskan rancangan pembelajaran semester (RPS) dengan unit kompetensi yang terdapat di dalam SKKNI. “Judul unit dan elemen kompetensi dapat dijadikan sebagai learning material dan capaian pembelajaran mata kuliah (CPMK)”, ungkap Thorikul Huda saat menyajikan materi tentang kurikulum berbasis sertifikasi kompetensi.

Prodi yang telah mengintegrasikan kurikulum dengan system sertifikasi harus dapat mempersiapkan dosen-dosennya menjadi asesor kompetensi selain menjadi pengajar atau pendidik di dalam kelas. Dosen yang telah menjadi asesor kompetensi dapat mengintegrasikan penilaian proses pembelajaran dengan system assessment pada sertifikasi uji kompetensi. “Dosen tidak hanya mengajar, melainkan mampu merancang materi uji kompetensi yang digunanakan dalam uji kompetensi dengan melihat dimensi kompetensi”, tambah Thorikul Huda.

D III Analisis Kimia-STTN BATAN Yogyakarta Menjalin Kerjasama Riset Iradiator Nuklir

Program Studi D III Analisis Kimia dan STTN BATAN Yogyakarta akan segera mewujudkan kerjasama di bidang riset iradiator. Program ini merupakan salah satu bentuk implementasi kerjasama dalam bidang penelitian, khususnya dalam pengembangan material dan penelitian terapan. Program Studi D III Analisis Kimia siap melakukan kolaborasi penelitian dengan STTN BATAN Yogyakarta.  Langkah ini diawali dengan diselenggarakannya diskusi penelitian bersama pada hari Kamis, 8 Maret 2018 di Ruang Sidang Utama FMIPA UII. Diskusi yang dibuka oleh Dekan FMIPA UII, Drs. Allwar, M.Sc., Ph.D. ini membahas peluang-peluang riset bersama antara dosen, mahasiswa dan laboran Program Studi D III Analisis Kimia FMIPA UII dengan dosen, mahasiswa, dan laboran STTN BATAN Yogyakarta.

Dalam kegiatan ini, disampaikan pula pengenalan potensi riset dengan irradiator nuklir oleh Sugili Putra, M.T. dari STTN BATAN Yogyakarta. Sugili Putra, M.T. memaparkan bahwa riset dengan irradiator memiliki aplikasi yang sangat luas dalam riset dalam bidang pemuliaan tanaman, pengembangan biologi proses, pengembangan material maju, pengembangan proses kimia radiasi, dan riset di bidang fisika. Diskusi yang dihadiri oleh dosen, mahasiswa, laboran Prodi DIII Analisis Kimia, juga dihadiri oleh perwakilan dosen Prodi Ilmu Kimia dan Farmasi sehingga peluang ini dapat dimanfaatkan dalam pengembangan riset.

Diskusi yang dipimpin oleh Ketua Prodi D III Analisis Kimia FMIPA UII, Thorikul Huda, M.Sc. ini diakhiri dengan dengan penyampaian rumusan dan peluang riset, khususnya dalam pengembangan material maju, pengembangan reference material dan riset terapan yang akan dijadikan sebagai topik riset bersama. Diskusi ini mendapatkan sambutan dan antusiasme dari peserta, terutama dalam pengembangan material maju di bidang kimia dan farmasi.

D III Analisis Kimia UII Melakukan Kunjungan Kerja ke PT Kimia Farma Tbk.

Program Studi D III Analisis Kimia FMIPA UII, Kamis 1 Maret 2018 melakukan kunjungan kerja ke PT Kimia Farma Tbk Jakarta. Kunjungan ini dilaksanakan dalam rangka supervisi mahasiswa Praktik Kerja Lapangan sekaligus dalam rangka melakukan inisiasi kerjasama dalam bidang pendidikan dan penelitian. Kunjungan yang dipimpin oleh Ketua Program Studi D III Analisis Kimia FMIPA UII, Thorikul Huda, M.Sc. ini merupakan kunjungan yang pertama kalinya dilakukan oleh Program Studi D III Analisis Kimia FMIPA UII. PT Kimia Farma Tbk. Merupakan perusahaan BUMN yang telah menerima mahasiswa Program Studi D III Analisis Kimia FMIPA UII dalam kegiatan PKL yang sekaligus merupakan stakeholder yang telah menggunakan lulusan sebagai tenaga analisis kimia.

Tahun 2018 ini, Program Studi DIII Analisis Kimia mengirimkan tiga mahasiswa untuk mengikuti kegiatan PKL. Keunggulan PKL Program Studi D III Analisis Kimia terdapat pada topik yang harus dikerjakan mahasiswa di dunia kerja. Setiap mahasiswa PKL diharuskan melakukan aktivitas untuk melaksanakan verifikasi atau validasi metode. Aktivitas ini dilakukan agar setiap mahasiswa PKL dapat memberikan kontribusi di dunia kerja untuk menerapkan kompetensi yang telah diajarkan selama perkuliahan. Ketiga mahasiswa tersebut mendapatkan kesempatan untuk melaksanakan validasi metode dalam pengujian obat di bawah Dosen Pembimbing Ibu Geta Setyani.

Pada kesempatan ini, Program Studi D III Analisis Kimia juga mendapatkan masukan dari stakeholder terkait dengan pengembangan kurikulum dan pembelajaran. Geta Setyani memberikan masukan terkait dengan topik pembelajaran yang berkaitan dengan pengujian fisikokimia obat, seperti viskositas dan disolusi untuk memperkuat kompetensi mahasiswa dalam pengujian kimia di industri farmasi.  Program Studi D III Analisis Kimia menyambut baik masukan tersebut sehingga topik yang diberikan dari stakeholder akan menjadi topik-topik yang tidak hanya dikaji dalam matakuliah teori tetapi menjadi topik-topik yang akan dipelajari dalam matakuliah praktikum.

Masukan ini akan menjadi satu upaya Program Studi D III Analisis Kimia untuk melakukan pengembangan kurikulum KKNI yang traceable dengan sistem sertifikasi dengan acuan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) Sektor Laboratorium. Thorikul Huda, M.Sc. juga menyampaikan bahwa Program Studi D III Analisis Kimia telah menerapkan kurikulum terstandar dan sistem sertifikasi. Tahun 2018, melalui Lembaga Sertifikasi Profesi Universitas Islam Indonesia (LSP UII) akan melakukan pengembangan skema sertifikasi. PT Kimia Farma Tbk juga memberikan dukungan dalam pengembangan skema sertifikasi, terutama dalam memastikan kompetensi di bidang validasi metode pengujian kimia yang sangat dibutuhkan di dunia kerja.

D III Analisis Kimia UII Melakukan Kunjungan Kerja ke Pusat Laboratorium Forensik Bareskrim POLRI

Program Studi D III Analisis Kimia FMIPA UII, Kamis 1 Maret 2018 melakukan kunjungan kerja ke Pusat Laboratorium Forensik Bareskrim Mabes POLRI. Kunjungan ini dilaksanakan dalam rangka supervisi mahasiswa Praktik Kerja Lapangan sekaligus dalam rangka melakukan pengembangan kerjasama dalam bidang pendidikan dan penelitian. Kunjungan yang dipimpin oleh Ketua Program Studi D III Analisis Kimia FMIPA UII, Thorikul Huda, M.Sc. ini merupakan kunjungan yang kedua kalinya dilakukan oleh Program Studi D III Analisis Kimia FMIPA UII. Puslabfor merupakan mitra yang setiap tahun menerima mahasiswa Program Studi D III Analisis Kimia FMIPA UII dalam kegiatan PKL.  Mahasiswa yang PKL di Puslabfor akan mendapatkan pengalaman yang berbeda dengan PKL di tempat lain. Salah satu keunikan penerapan pengujian kimia di Puslabfor adalah karakteristik sampel yang merupakan barang bukti, sehingga selama melakukan PKL mahasiswa akan semakin mengetahui bahwa pengujian kimia menjadi kunci dalam pembuktian dalam bidang forensic.

Tahun 2018, Program Studi D III Analisis Kimia mengirimkan tiga mahasiswa pilihan yang diberikan topik untuk melaksanakan verifikasi atau validasi metode pada pengujian barang bukti. Hal ini sangat disambut baik oleh Dosen Pembimbing PKL. Dra. V. Astarina Endah selaku Dosen Pembimbing menyampaikan bahwa pihaknya sangat terbantu dengan topik yang diberikan yang relevan dengan target pengembangan ruang lingkup akreditasi laboratorium. Mahasiswa yang telah dibekali materi dan praktik verifikasi atau validasi metode dapat menerapkan kompetensinya di dunia kerja, sehingga kegiatan PKL dapat memberikan nilai tambah dan konntribusi bagi dunia kerja.

Dalam kunjungan ini, tim juga berkesempatan berdiskusi dengan Kepala Pusat Narkotika AKBP Shodik Pratomo, M.Si. terkait penerapan ilmu kimia dalam bidang forensik. Program Studi D III Analisis Kimia yang telah mengembangkan konsentrasi kimia forensik dalam matakuliah pilihan. Kimia forensik akan menjadi topik yang menarik untuk dikaji. Hasil studi banding di Singapore Polytechnic, kimia forensic menjadi konsentrasi yang paling banyak diminati. Pengembangan ini mendapatkan sambutan baik, AKBP Shodik Pratomo, M.Si. menuturkan bahwa ke depan kebutuhan tenaga ahli kimia di bidang forensik akan semakin berkembang. Kunjungan ini juga membahas relevansi pengembangan skema sertifikasi dengan dunia kerja. Pihaknya memberikan dukungan, terutama skema sertifikasi yang berkaitan dengan verifikasi atau validasi metode yang dibutuhkan di dunia kerja.

FMIPA UII gelar kerjasama dengan MGMP Kimia Kota Madiun

Pada pekan ini, bertambah bukti nyata FMIPA UII dalam memberikan aksi sinergitas bersama guru dalam mewujudkan pendidikan yang berkualitas. Kamis, tanggal 22 Februari 2018, FMIPA UII yang diwakilkan oleh Bapak Thorikul Huda, M.Sc., selaku Ketua Program Studi DIII Analisis Kimia UII menandatangani MoU kerjasama dengan Musyawarah Guru Mata Pelajaran(MGMP) Kimia Kota Madiun yang diketuai oleh Bapak Daroini, M.Pd berlokasi di SMA Negeri 5 Madiun. Kerjasama ini meliputi Tri Dharma Universitas yaitu meliputi bidang Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian. Kegiatan ini disaksikan oleh anggota MGMP yaitu guru-guru Kimia seluruh Kota Madiun meliputi SMA Negeri 1 Madiun, SMA Negeri 2 Madiun, SMA Negeri 3 Madiun, SMA Negeri 4 Madiun, SMA Negeri 5 Madiun, SMA Negeri 6 Madiun, SMA ST Bonaventura Madiun, SMA Taman Madya Madiun, SMK Kimia Madiun, SMK Gula Rajawali Madiun, dan SMK Gamaliel Madiun. Pada sambutan pembuka yang dilakukan oleh Bapak Mahfud Efendi, M.Pd., selaku Kepala Sekolah SMA Negeri 5 Madiun menyatakan guru memiliki fungsi mendidik siswanya agara dapat menghadapi tantangan yang dihadapi, guru harus bisa merespon perkembangan zaman, aktif meningkatkan potensi diri sehingga dapat memberikan perubahan yang positif kepada siswa.

Penandatanganan MoU ini dibarengi dengan kegiatan implementasi kerjasama berupa Pelatihan Pembuatan Media Pembelajaran dengan Camtasia oleh Bapak Thorikul Huda, M.Sc. Pada pemaparannya, Bapak Thorikul Huda, M.Sc menyampaikan bahwa generasi sekarang merupakan era revolusi industri 4.0 yang menekankan pada pola digital,artificial intelligence, big data, robotic atau dikenal dengan fenomena disruptive innovation. Di era ini, pengajaran dituntut untuk berubah menjadi virtual, dimana siswa-siswanya dapat mempelajari kembali setiap penjelasan guru setiap saat, kapan pun, walau tidak ada guru sekalipun. Oleh karena itu, perlu dihadirkan suatu media pembelajaran yang dapat diakses siswa-siswanya secara global, yang dalam pelatihan ini diartikan dalam bentuk video yang dapat diputar ulang oleh siswa kapanpun dan dmanapun dengan smartphone mereka. Pembuatan video pembelajaran terkadang terkendala pada pembuatan yang rumit dan lama sehingga jarang dgunakan tetapi Camtasia merupakan salah satu program membuat video pembelajaran yang sangat mudah. Hal ini dikarenakan media yang digunakan sangat familier digunakan di kalangan pendidik yaitu PowerPoint. Camtasia dapat merubah file presentasi menjadi video yang dapat ditambah dengan audio dan video dari guru, sehingga video yang dihasilkan memiliki perwujudan pembelajaran di dalam kelas. Selain itu, Camtasia juga dapat merekam langkah-langkah yang dilakukan di dalam komputer dalam wujud video salah satunya membuat video tutorial pembuatan struktur kimia dengan ChemDraw. Fitur edit video yang juga terdapat pada Camtasia, dapat memudahkan guru untuk menambahkan video lain atau mengganti dan menambahkan audio yang ada.

Pada akhir acara, bapak Daroini, M.Pd. menyatakan bahwa kegiatan semacam ini dibutuhkan oleh anggota MGMP sebagai ajang berkumpul dan sharing guru sehingga dapat berdiskusi permaslahan-permasalahan yang ada beserta solusinya bersama. Selain itu, Bapak Daroini juga berharap MoU ini merupakan langkah awal dari rentetan agenda-agenda lainnya antara UII dan MGMP Kimia Kota Madiun yang dapat memberikan manfaat untuk semua pihak khususnya dalam hal memajukan pendidikan di Indonesia.

D3 Analisis Kimia UII Memberikan Penyuluhan Makanan Halal Dan Sehat Bagi Pengurus PKK Se-Tirtonirmolo

Rabu, 20 Desember 2017 Program Studi D III Analisis Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Islam Indonesia melaksanakan program pengabdian kepada masyarakat bagi Pengurus PKK se-Kelurahan Tirtonirmolo Kasihan Bantul. Kegiatan yang telah rutin dilaksanakan di Kelurahan Tirtonirmolo ini merupakan salah satu bentuk implementasi kerjasama antara Program Studi D III Analisis Kimia dengan Pemerintah Desa Tirtonirmolo Kasihan Bantul dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan yang dihadiri oleh seluruh pengurus PKK Kelurahan Tirtonirmolo, perwakilan pengurus dan kader PKK pedukuhan se-Kelurahan Tirtonirmolo ini menjadi satu bentuk penerapan di bidang analisis kimia terutama sekali dalam memberikan edukasi kepada masyarakat yang berkaitan dengan standar keamanan pangan.

Tim pengabdian yang dipimpin langsung oleh Ketua Program Studi D III Analisis Kimia, Thorikul Huda, M.Sc. ini merupakan salah satu wujud sosialisasi garam beriodium. Gangguan akaibat kekurangan iodium masih menjadi permasalahan kesehatan yang harus mendapat perhatian. Salah satu upaya pencegahan yang dapat dilakukan adalah dengan memilih dan menggunakan garam beriodium. Yuli Rohyami, M.Sc. dalam penyampaian materi mengungkapkan berbagai gangguan akibat kekurangan iodium. Memilih garam tidak sekedar dapat memberi rasa asin pada makanan, tetapi harus yang terstandar. Masyarakat dapat memilih garam dengan merek terdaftar yang telah dipastikan mengandung iodium, disamping memilih garam yang bersih, putih, tidak lembab dan tidak kadaluarsa. Agar tidak ragu-ragu dalam mengkonsumsi garam beriodium, masyarakat dapat melakukan pengujian sederhana dengan menggunakan iodine tes atau dengan menggunakan tepung kanji. Dalam pemaparannya juga diulas mengenai standar air bersih serta makanan sehat dan halal. Penggunakan zat aditif makanan sintetis sebaiknya dihindari, seperti penguat rasa, pemanis, pewarna, dan pengawet. Indonesia sangat kaya akan rempah-rempah seperti lada, ketumbar, kayu manis, pekak, cengkih, cabe, jinten, dan kapulaga dapat memperkaya cita rasa bumbu khas Indonesia. Empon-empon yang ada di sekitar kita dapat dimanfaatkan sebagai bumbu yang khas, seperti kunyit, kencur, sunthi, jahe, lengkuas, dan sebagainya. Bumbu dapur yang memiliki aroma khas seperti sereh, daun jeruk, daun salam, daun kemangi, daun kencur, daun puyang, dan lain-lain dapat memperkuat aroma masakan tanpa menambahkan penyedap rasa. Tempe yang sudah tua, terasi, udang, atau pete dapat digunakan sebagai penyedap rasa alami yang khas.

Selain mendapatkan materi tentang standar keamanan pangan, pengurus dan kader PKK juga mendapatkan kesempatan untuk melihat langsung pengujian sederhana garam beriodium, boraks dan formalin. Tim uji yang dipandu Tri Esti Purbaningtias, M.Si. dan Puji Kurniawati, M.Sc. memberikan beberapa uji sederhana garam beriodium,  pengenalan uji boraks dan formalin dengan menggunakan bahan yang ada di sekitar kita. Uji garam beriodium dapat dilakukan dengan iodine tes atau amilum. Selain uji tersebut juga diperkenalkan test kit yang dikembangkan oleh tim dosen. Kader PKK nantinya dapat mensosialisasikan kepada anggota PKK atau dapat mengundang tim pengabdian masyarakat Prodi D III Analisis Kimia secara langsung di pertemuan PKK pedukuhan se-kelurahan Tirtonirmolo. Pengurus PKK juga melihat langsung beberapa uji boraks dengan menggunakan kayu secang dan kunyit yang bisa didapatkan di dapur warga. Cemaran formalin juga dapat menggunakan kayu secang atau menggunakan bukuk PK yang dapat dibeli di apotek.

Tim pengabdian masyarakat juga memperkenalkan kader PKK standar air bersih yang aman dikonsumsi. Bayu Wiyantoko, M.Sc. memberikan pemaparan sekaligus peragaan sederhana untuk mengecek kualitas air bersih. Secara fisik air bersih dapat diamati secara kasat mata dan dapat dirasakan. Air bersih akan tampak jernih, segar, tidak berwarna, tidak mengandung suspense atau padatan dan tidak mengandung cemaran fisik lainnya. Secara sederhana air dapat diuji keasaman, suhu dan daya hantar listriknya. Keasaman, suhu, dan daya  listrik akan menjadi indikasi bahwa air mengandung cemaran kimia atau tidak. Umumnya, air bersih yang dikonsumsi masyarakat memiliki beberapa masalah seperti air yang mengandung kapur, lumpur atau lumut, air yang menimbulkan kerak, air yang berbau anyir dan menimbulkan bekas karat. Untuk memastikan air telah memenuhi baku mutu maka harus dilakukan pengecekan di laboratorium pemerintah atau swasta. Program D III Analisis Kimia memberikan kesempatan bagi warga yang memiliki air yang bermasalah untuk diuji di laboratorium.