Mengiridiasi Penelitian Melalui Tekonologi Nuklir

Berbeda dengan bulan-bulan sebelumnya, awal November 2018 DIII Analisis Kimia mengirimkan beberapa dosennya yaitu Yulirohyami, M.Sc., Reni Banowati I., M.Sc., Kuntari, M.Sc., dan Ganjar Fadillah, M.Si. ke Workshop Pendayagunaan Iradiator yang di adakan oleh Program Studi (Prodi) Teknokimia Nuklir Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir (STTN) Yogyakarta. Kegiatan ini merupakan salah satu langkah awal yang dilakukan oleh STTN untuk mengenalkan teknologi radiator ke beberapa pihak luar baik itu peneliti, akademisi, mahasiswa dan pegawai profesional.

Secara sekilas, teknologi iradiator ini merupakan sebuah seperangkat peralatan pemancar radiasi dengan sumber radionuklida pemancar gamma atau perangkat akselerator, pembangkit sinar-X, atau berkas elektron yang digunakan untuk tujuan penelitian, sterilisasi, pasteurisasi, polimerisasi maupun aktivasi. Tidak hanya sekedar mendapat penjelasan secara teoritis tersebut, beberapa perwakilan dosen DIII Analisis Kimia tersebut juga diberi kesempatan untuk mengunjungi laboratorium dan melakukan percobaan dalam pengelolaan limbah zat warna tekstil menggunakan sistem irradiasi ini. Jika selama ini proses dengradasi pewarna banyak menggunakan radiasi sinar seperti UV atau halogen, namun inovasi pemberian radiasi dengan menggunakan sinar radioaktif ini dapat memecah pewarna relatif menjadi lebih cepat melalui pembentukan senyawa radikal hidroksil yang stabil.

Pengembangan teknologi ini memang masih sangat terbatas saat ini, namun beberapa aplikasi yang sudah mulai diterapkan oleh pihak STTN ini bisa menjadi angin segar terkait perkembangan IPTEK di masa mendatang. Beberapa IPTEK yang sudah dikembangkan oleh pihak STTN antara lain pengembangan proses kimia dengan radiasi, pengembangan material maju, pengembangan bioproses, aplikasi teknologi nuklir lainnya seperti pemulaian tanaman, pengawetan makanan dan pengendalian hama melalui teknik serangga mandul. Jika melihat beberapa penelitian yang dikembangkan oleh Prodi STTN ini menggunakan alat iradiator ini, tidak memungkin bahwa kedepannya pihak STTN dapat bekerja sama menjalin sebuah kolaborasi dengan DIII Analisis Kimia untuk menghasilkan sebuah penelitian yang berkualitas dan tentunya dapat dimanfaatkan bagi masyarakat luas.

DIII Analisis Kimia UII Menyinergiskan Dunia Industri dengan Mahasiswa Lewat Studium Generale

Sinergitas dunia industri dengan pengelola pendidikan tinggi perlu untuk selalu ditingkatkan agar menghasilkan lulusan yang siap kerja. Untuk memberikan gambaran lingkup dunia kerja kepada peserta didik, Prodi D III Analsisis Kimia mengadakan Studium General pada 13 Oktober 2018 bertempat di Gedung Kuliah Umum Prof. Dr. Sardjito, Kampus Terpadu UII Yogyakarta. Dua industri besar yaitu PT. Smelting Gresik dan PT. Astra Agro Lestari dihadirkan untuk memberikan wawasan serta gambaran dunia kerja kepada para mahasiswa Prodi D III Analisis Kimia. Kegiatan studium general merupakan bagian dari rangkaian penyambutan mahasiswa tahun akademik 2018/2019 setelah sebelumnya melalui kegiatan kuliah perdana, masa orientasi, pesantrenisasi, workshop K3 dan pengenalan laboratorium.

Dekan FMIPA UII, Prof. Riyanto, M.Si., Ph.D pada sambutannya menyampaikan terimakasih kepada PT. Smelting Gresik dan PT. Astra Agro Lestari yang bersedia hadir pada kegiatan studium general. Beliau menegaskan pentingnya mahasiswa mengikuti kegiatan ini agar dapat memperoleh informasi tentang dunia industri, bidang pekerjaan, kompetensi, serta soft skill yang wajib dikuasai agar dapat bekerja sesuai dengan keahliannya. Dekan FMIPA UII sangat berharap agar kegiatan ini secara rutin dilaksanakan untuk mempererat hubungan antara perguruan tinggi dan dunia industri.

Di kesempatan pertama, PT. Smelting Gresik yang diwakili oleh Bapak Ir. Bouman Tiroi Situmorang, MT., IPU selaku Senior Manager Technical External Relation menyampaikan profil industri yang berdiri sejak tahun 1996. PT. Smelting Gresik merupakan industri peleburan tembaga pertama dan satu-satunya hingga saat ini di Indonesia. Sumber konsentrat diperoleh dari PT Freeport Indonesia-Grasberg dan PT Amman Mineral Nusa Tenggara-Batu Hijau yang menghasilkan produk utama berupa katoda tembaga serta produk samping yaitu asam sulfat, terak tembaga, gypsum, lumpur anoda, dan tembaga telurida. Produk samping tersebut banyak dimanfaatkan sebagai bahan baku industri petrokimia seperti semen dan pupuk. Analis kimia memiliki peran penting di PT Smelting Gresik yaitu untuk memeriksa kualitas dan menganalisa contoh guna mengontrol kualitas bahan mentah, proses, produk, dan lingkungan. Uji yang dilakukan pada proses kontrol oleh analis kimia sangat menentukan komposisi kimia produk saat jual beli, efektivitas proses produksi, serta mengendalikan limbah hasil produksi baik padat, cair , maupun gas agar sesuai baku mutu yang telah ditetapkan.

Pada kesempatan kedua, Bapak M. Yusuf Hermawan selaku Research & Service Laboratory Unit Manager memaparkan secara jelas dan lengkap profil  PT Astra Agro Lestari. Industri yang bergerak pada bidang pembibitan dan pengolahan kelapa sawit yang tersebar di Sumatra, Kalimantan, dan Sulawesi yang tergolong tiga besar agroindustri di Indonesia. Bapak M. Yusuf Hermawan yang merintis karir di PT Astra Agro Lestari sejak 22 tahun yang lalu secara gamblang menunjukkan bahwasanya seorang analis kimia memiliki prospek karir yang menjanjikan karena dapat masuk dalam bidang industri apapun. Seperti di PT Astra Agro Lestari yang memiliki research center dengan banyak unit laboratorium pengujian jelas membutuhkan kompetensi analis kimia untuk menjamin kualitas bibit kelapa sawit, pupuk, unsur hara tanah, produk turunan kelapa sawit, serta pengolahan limbah industri. Pada kesempatan studium general, PT Astra Agro Lestari juga membuka kesempatan magang atau praktik kerja lapangan bagi mahasiswa Prodi D III Analisis Kimia dengan durasi 3-6 bulan dengan melalui tahapan tes. Selain itu proses rekrutmen karyawan juga dilaksanakan pada tanggal 16 Oktober 2018 di Auditorium FMIPA UII untuk menjaring lulusan terbaik yang akan ditempatkan di unit-unit kerja PT Astra Agro Lestari. Di bagian akhir kegiatan, Ibu Tri Esti Purbaningtias, M.Si selaku Kaprodi berharap bahwa kegiatan studium general dapat digendakan secara rutin dan diperkuat melalui jalinan kerjasamayang tertuang dalam Memorandum of Understanding (MoU) antara FMIPA UII dengan industri.

Tim KaPoeRa Vokasi UII Meraih Juara II Business Plan di Ajang Kompetisi Vokasi Nasional OLIVIA 2018

Tim Kapoera dari tim vokasi UII menorehkan prestasi yang membanggakan di ajang kompetisi vokasi nasional Olimpiade Vokasi Indonesia 3.0 (OLIVIA) dengan tema “Acknowledge Your Entrepreneural Potential, Build Indonesia”yang diadakan di Universitas Airlangga Surabaya (18-19 Oktober 2018). Tim yang terdiri dari dua mahasiswa Prodi D III Analisis Kimia dan satu mahasiswa D III Akuntansi ini berhasil meraih juara dua Lomba Business Plan dengan mengalahkan 8 finalis dalam babak final dari beberapa perguruan tinggi seperti IPB, UI, UNDIP dan ITS setelah berhasil melewati babak penyisihan yang diikuti oleh  56 tim dari  berbagai universitas di Indonesia.

Tim Kapoera yang diketuai oleh Silvia Ema Pramadani dengan anggota Adela Syarifina dan Muhammad Cahyo Riyadi mengangkat tema “Kapoera (Kapsul Pengawet Buah Aloevera)”. Aloevera atau lidah buaya telah terbukti mengandung zat aktif acemanan yang berfungsi sebagai antimikroba, sehingga pengolahan lidah buaya menjadi produk Kapoera diharapkan menjadi produk yang berfungsi mencegah aktivitas mikroba penyebab pembusukan pada buah. Tujuan penulisan business plan ini adalah membuat kapsul pengawet buah aloevera sehingga produk ini mampu digunakan sebagai pengawet alami yang efektif dan aman bagi konsumen buah. Produk unggulan tersebut memanfaatkan tumbuhan lidah buaya yang banyak tumbuh di negara tropis seperti Indonesia. Selain banyak tumbuh di Indonesia pemanfaatan lidah buaya dinilai belum optimal. Oleh karena ini menurut Adela panggilan akrab mahasiswa Prodi D III Analisis Kimia ini berkeinginan untuk menjadikan produk yang mereka buat dapat diproduksi dalam skala yang besar dan dapat dipasarkan dengan target pemasaran yaitu para petani buah, karena selama ini penggunaan pengawet buah kimia dinilai cukup meresahkan karena sebagian besar bersifat karsinogenik bagi tubuh. Silvi juga menambahkan bahwa produk mereka produksi memiliki potensi yang sangat baik untuk dapat dijadikan produk yang diproduksi secara massal. Hal tersebut dikarenakan mudahnya mencari bahan baku dan belum ada pemanfaatan lidah buaya untuk menjadi produk dalam bentuk kapsul pengawet buah aloevera. Harga yang ditetapkan juga sangat bersahabat dengan konsumen disbanding dengan pengawet berbahan zat kimia sintetis, imbuh Cahyo.

Adapun saran yang diberikan oleh Ganjar Fadillah selaku dosen pembimbing adalah perlunya uji aktivitas antimikroba sehingga adanya bukti empiris terkait fungsi dari produk yang dihasilkan. Strategi pemasaran untuk menarik konsumen juga tidak dapat dipisahkan dalam implementasi rencana bisnis ini. Kemasan yang harus di desain menarik, sesuai dengan target pasar juga harus memperhatikan sifat fisikokimia zat aktif acemanan, sehingga ketika produk sampai kepada tangan konsumen tetap terjaga keefektifannya,” ujar Kuntari selaku dosen pembimbing tim ini.

Silvi sebagai ketua tim Kapoera mengungkapkan kebanggaannya dapat menjuarai ajang ini dengan ikut serta dalam menyajikan keterampilan dan kemampuannya di bidang kevokasian sesuai dengan keilmuannya. Tidak hanya Silvi, Tri Esti Purbaningtias selaku Kaprodi D III Analisis Kimia merasa sangat bangga dengan prestasi yang dicapai oleh mahasiswanya. “Ini merupakan salah satu bukti bahwa mahasiswa kami mampu beprestasi secara nasional dan Insya Allah di kancah internasional ”, ungkap Esti saat ditemui di ruang kerjanya.

Prestasi yang ditorehkan oleh mahasiswa tersebut juga menunjukkan pentingnya untuk melakukan kolaborasi dalam menghasilkan karya seperti yang dilakukan oleh mahasiswa D III Analisis Kimia dan D III Akuntasi. Keikutsertaan mahasiswa dalam ajang kompetisi nasional seperti ini diharapkan mampu mencetak lulusan vokasi yang professional serta berjiwa entrepreneur untuk pembanguan ekonomi negara di masa mendatang.

Kumpul Gayeng bersama Forum Pendidikan Tinggi Vokasi Indonesia (FPTVI)

Surabaya, 16 Oktober 2018, Prodi D III Analisis Kimia ikut menyemarakkan Kongres V FPTVI dengan tema “Perguruan Tinggi Vokasi Indonesia Menghadapi Revolusi Industri 4.0”. Acara ini merupakan kegiatan rutin yang diselenggarakan oleh FPTVI sebagai ajang diskusi bersama seluruh anggota FPTVI dalam rangkaupaya peningkatan kualitas vokasi di Indonesia. Pada acara ini dihadirkan tiga narasumber yaitu Dr. H. Soekarwo, S.H., M.H., selaku Gubernur Jawa Timur, Dr. Ir. Mohammad Rudy Salahuddin, MEM., selaku Deputi IV Kementerian Koordinator Perekonomian Republik Indonesia, dan Denni Puspa Purbasari, S.E., M.Sc., Ph.D., selaku Deputi III Staf Kepresidenan Republik Indonesia.

Pada pemaparannya Dr. H. Soekarwo, S.H., M.H., yang lebih dikenal dengan sapaan PakDhe Karwo tersebut memaparkan dukungan pemerintah provinsi Jawa Timur dalam pengembangan vokasi diwujudkan dalam program double track yaitu dengan cara mengintegrasikan keilmuan bidang vokasi ke dalam lembaga pendidikan yang bukan vokasi, dalam hal ini adalah SMA dan MA. Pemerintah pusat juga memberikan dukungan penuh pada pengembangan pendidikan vokasi, Dr. Ir. Mohammad Rudy Salahuddin, MEM., menyatakan bahwa langkah-langkah teknis yang dapat dilakukan untuk itu adalah perlunya perangkat akreditasi yang berbeda untuk pendidikan vokasi, tidak ada system dropping out (DO), peserta didik vokasi diijinkan untuk berhenti kuliah dengan alasan bekerja, dan berhak untuk melanjutkan kuliah setelah diijinkan oleh perusahaan, sehingga waktu tempuh pendidikan vokasi tidak boleh dibatasi. Selain itu, untuk meningkatkan peran industri dalam pengembangan vokasi dilakukan dengan program teaching factory, dalam hal ini pemerintah akan memberikan insentif kepada industri yang berperan aktif  berupa keringanan pajak sehingga setiap industry akan tergerak untuk ikut serta dalam proses pembelajaran vokasi. Pembicara terakhir, Denni Puspa Purbasari, S.E., M.Sc., Ph.D. juga menguatkan dukungan pemerintah dalam pendidikan vokasi, contohnya adalah peningkatan kualitas SDM sebagai salah satu prioritas nasional yang diwujudkan dalam proses pengembangan kurikulum vokasi yang ditekankan pada STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts dan Mathematics) sehingga kurikulum yang selaras dengan kebutuhan industri yang akan datang.

Setelah pemaparan ketiga pembicara utama, digelar sidang komisi/bidang yaitu Bidang Pembinaan Prodi Sejenis, Pembinaan Kelembagaan, Pembinaan Akreditasi dan Sertifikasi, Pembinaan Karya Ilmiah dan Publikasi, dan Pembinaan Kompetisi Mahasiswa. Prodi D III Analisis Kimia berperan serta pada sidang bidang 3, yaitu bidang Pembinaan Akreditasi dan Sertifikasi. Hasil yang didapat pada sidang ini adalah akan diselenggarakannya rangkaian kegiatan pada tahun 2018-2019 yaitu TOT (Training of trainer) borang akreditasi terbaru, pendataan akreditasi tiap prodi yang tergabung dalam FPTVI, pendampingan akreditasi, kurikulum berbasis KKNI dan sertifikasi, kurikulum 321, sertifikasi asesor kompetensi, pembentukan LSP-P3 dari A2DITI, dan penyusunan dokumen LSP.

PERSIAPAN PKM 2019, ANALISIS KIMIA UII ADAKAN WORKSHOP PENYUSUNAN PROPOSAL PKM BAGI MAHASISWA

Penerimaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) tahun 2019 sudah dibuka. Hal tersebut tentu tidak akan disia-siakan oleh Program Studi D III Analisis Kimia UII. Program Kreativitas Mahasiswa merupakan aktivitas yang memiliki bobot terbesar dalam perangkingan PT oleh RISTEKDIKTI menjadikan PKM sebagai salah satu lomba karya ilmiah mahasiswa yang menjadi fokus tersendiri bagi Universitas Islam Indonesia khususnya Program Studi D III Analisis Kimia. Berbagai pendekatan dilakukan oleh Program studi untuk mempersiapkan keikutsertaan mahasiswa dalam ajang kompetensi bergengsi ini, salah satunya adalah Workshop Penyusunan Proposal PKM bagi Mahasiswa D III Analisis Kimia yang diselenggarakan pada Jum’at (12/10/2018) di Ruang Kelas IV/09 Gedung Prof. Dr. H. Zanzawi Soejoeti, M.Sc. Fakultas MIPA UII.

Acara ini dibuka oleh Tri Esti Purbaningtias, M.Si., selaku Kaprodi D III Analisis Kimia, pada sambutan beliau dipaparkan bahwa Program Studi akan mendukung secara penuh mahasiswa yang akan mengikuti ajang nasional ini. Dukungan yang diberikan dari program studi tidak sebatas pendampingan mahasiswa tetapi juga dukungan finansial bagi mahasiswa. Harapannya dengan adanya kegiatan workshop ini mahasiswa Program Studi D III Analisis Kimia menjadi bersemangat mengikuti PKM” kata Tri Esti Purbaningtias.

Tentunya semangat saja belum cukup, oleh karena itu dalam kesempatan ini Program Studi D III Analisis Kimia UII memberikan bekal untuk mempermudah mahasiswa dalam menyalurkan ide kreatif dalam bentuk proposal PKM sekaligus tips dan trik agar dapat lolos PKM melalui penyampaian materi oleh Kuntari, S.Si, M.Sc. dan Ganjar Fadillah, S.Si., M.Si. selaku dosen Program Studi D III Analisis Kimia yang mendapatkan amanah dalam pengembangan minat dan bakat mahasiswa D III Analsisis Kimia.

Tidak disebut kreatif ketika sebuah ide tidak diwujudkan, ide merupakan awal kreativitas,” kata Kuntari. Ide dapat dimunculkan salah satunya dari pengembangan ide yang sudah ada, tidak perlu harus melakukan perjalanan jauh karena ide itu sebenarnya dekat. Terkait ide yang diajukan dalam proposal PKM dapat dilakukan dengan cara memperhatikan lebih detail judul-judul PKM yang telah lolos pada PKM sebelumnya sehingga bisa dikembangkan ide-ide baru.

Penuangan ide kreatif dalam bentuk proposal PKM harus mempesona, tutur Ganjar Fadillah. Tidak sembarang proposal penelitian akan didanai oleh Dikti, karena persaingan yang ketat antar mahasiswa di seluruh Indonesia menuntutmu harus pandai memilih tema yang menarik agar bisa didanai dan masuk seleksi awal. Selain itu, Ganjar menuturkan bahwa pentingnya kolaborasi dengan berbagai disiplin keilmuan, kebermanfaatan ide dan realisasinya ketika diaplikasikan untuk masyarakat luas, realitas rancangan penelitian, kesesuaian skema, ide dasar dengan kompetensi dan  format.

Tips dan trik lolos proposal PKM tersebut disampaikan dengan apik dan menarik oleh Ganjar Fadillah. Hal ini tidak mengherankan karena beliau dahulu merupakan mahasiswa yang telah berhasil menorehkan prestasinya hingga ajang PIMNAS pada tahun 2014. Pengalamannya juga tidak diragukan lagi karena setiap tahunnya proposal yang diajukan semuanya didanai oleh DIKTI. Semoga dengan pengalaman-pengalaman yang beliau bagi dalam workshop ini, mahasiswa Program Studi D III Analisis Kimia UII menjadi lebih bersemangat ikut serta dalam mengikuti PKM  dan berhasil mengukir prestasi melalui PKM pada tahun 2019 ini.

Analystica Fiesta #2

Yogyakarta, 07 Oktober 2018 –  Analystica Fiesta #2 di Halaman depan Laboratorium CEOS FMIPA UII sukses membangkitkan semangat dan keceriaan diminggu pagi keluarga besar DIII Analisis Kimia UII. Kegiatan yang diikuti oleh mahasiswa lintas angkatan (mulai dari 2015, 2016, 2017, 2018), Dosen, Tenaga Kependidikan dan Alumni DIII Analisis Kimia UII tersebut mendapat apresiasi yang sangat positif dari para peserta. Acara Analystica Fiesta sendiri merupakan gathering rutin yang diadakan setiap tahun dan bertujuan untuk mempererat ikatan kekeluargaan antar mahasiswa, dosen, staf dan alumni D3 Analisis Kimia. Kegiatan dimulai dengan senam pagi yang dipandu oleh seorang instruktur professional yang membuat antusias peserta gathering menjadi semakin terasa. Suasana semakin mencair ketika semua peserta berbaur mengikuti gerakan senam pagi.

Setelah sekitar 45 menit berlalu kegiatan dilanjutkan dengan sarapan bersama. Prodi DIII Analisis Kimia menyediakan 300 paket bubur ayam bandung dan teh hangat sebagai menu sarapan. Hal tersebut disambut sangat baik oleh para peserta yang tidak canggung untuk menambah porsi sarapan yang diberikan. Setelah hormon dopamine dipacu akibat olahraga dan sarapan, angkatan 2016 hingga angkatan 2018 semakin semangat tatkala Analystica Fiesta menghadirkan bintang tamu yaitu alumni Analisis Kimia UII. Pada kesempatan kali ini alumni yang datang untuk mengisi acara adalah Toni Apriyanto, A.Md.Si yang merupakan alumni lulusan tahun 2017. Toni sendiri saat ini telah bekerja di PT. Smelting Gresik yang merupakan salah satu anak perusahaan dari PT. Freeport. Toni Aprianto adalah salah seorang alumni DIII Analisis Kimia yang dapat memperoleh pekerjaan pertama dengan masa tunggu kurang dari 1 bulan dan gaji yang tinggi. Toni sangat senang dapat diundang dalam acara gathering keluarga analisis kimia UII yang mana disana dia dapat membagikan pengalamannya akan pentingnya berorganisasi hingga pengalaman kerja yang dia dapat setelah lulus

“Kalian masih muda, jangan banyak-banyak tidur atau kuliah langsung pulang. Carilah pengalaman sebanyak mungkin karena itu akan berpengaruh ketika kalian memasuki dunia kerja yang memiliki orang-orang dengan sifat berbeda. Bagi angkatan 2018, jangan menyesal masuk ke Analisis Kimia. Seperti Pak Thorik pernah bilang kalau kita tersesat di jalan yang benar, “ tutur putra asli cilacap tersebut.

Sama dengan tahun sebelumnya pada Analystica Fiesta #2 kali ini Program Studi DIII Analisis Kimia UII juga memberikan beasiswa untuk mahasiswa-mahasiswa tiap angkatan peraih Indeks Prestasi Tertinggi pada semester genap tahun akademik 2017/2018, adapun peraih beasiswa tersebut antara lain Silvia Ema Pramadani (2016) dengan IP Semester 4.0, Nofa Amelia (2017) dengan IP Semester 4.0, dan Rini Rahayu (IPK tertinggi lintas angkatan) dengan IP Semester dan IPK 4.0. Penyerahan Beasiswa dilakukan oleh Ketua Program Studi D3 Analisis Kimia Ibu Tri Esti Purbaningtias, S.Si., M.Si dengan sambutan senyum sumringah dari penerima beasiswa. Selain itu terdapat pemaparan singkat dari beliau mengenai Dosen Pembimbing Akademik serta launching pembinaan keagamaan.

Semakin tinggi matahari ternyata keseruan Analystica Fiesta#2 semakin terasa. Melalui adanya fun games yang dikemas dengan melibatkan seluruh keluarga DIII Analisis Kimia mulai dari mahasiswa, alumni, dosen dan tenaga kependidikan serta dipandu oleh MC yang gokil membuat suasana yang terjalin begitu hangat dan cair. Acara pun diakhiri dengan sesi foto bersama dan jargon kebanggaan DIII Analisis Kimia UII.

“ANALISIS KIMIA, JAYA! HMAK MUDA BERBAHAYA!”

Redaksianalis-Rahma Rosalina

Foto Dokumentasi

Tiga Srikandi Analisis Kimia UII

Srikandi, sosok inilah yang mungkin menggambarkan pribadi ketiga mahasiswa Prodi D III Analisis Kimia UII ini, SILVIA EMA PRAMADANI, NOFA ARMELIA SARI, dan RINI RAHAYU. Dalam etimologi pewayangan, srikandi merupakan sosok pahlawan wanita yang berani dan pintar. Ketiga mahasiswi ini merupakan peraih beasiswa dari Prodi Analisis Kimia pada Semester Genap TA 2017/2018 dengan kategori Mahasiswa Berprestasi. Seleksi beasiswa ini tidak hanya ditekankan pada nilai Indeks Prestasi Semester (IPS) semata tetapi juga melihat aspek keaktifan mahasiswa selama kuliah di UII. Hal ini sejalan dengan Kurikulum Ulil Albab yang ada di UII, dimana syarat kelulusan mahasiswa tidak hanya berdasarkan satuan kredit semester (SKS) tetapi juga menilai satuan kredit partisipasi (SKP).

Silvia Ema Pramadani, mahasiswi angkatan 2016 dengan IPS Genap TA 2017/2018 sebesar 4,00 dan IPK 3,89, merupakan anggota Himpunan Mahasiswa Analis Kimia (HMAK) Bidang Kreatifitas Mahasiswa. Selain itu juga, Silvia merupakan 10 finalis Olimpiade Vokasi Indonesia 2018 pada kategori Business Plan yang akan bersaing dengan peserta dari PTN bereputasi, Universitas Airlangga, Universitas Indonesia, Universitas Diponegoro, Institut Pertanian Bogor, Universitas Brawijaya, Institut Teknologi Sepuluh Nopember tanggal 18 Oktober 2018 mendatang. Dengan prestasi tersebut, UII merupakan satu-satunya universitas swasta yang menjadi finalis olimpiade vokasi tingkat nasional tersebut.

Mahasiswa berprestasi dari angkatan 2017 diraih oleh Nofa Armelia Sari dengan IPS Genap TA 2017/2018 sebesar 4,00 dan IPK 3,96. Selain aktif belajar, mahasiswi asli Pati ini juga aktif mengajar siswa SMA/SMK dan kegiatan HMAK serta salah satu penerima Beasiswa Peningkatan Prestasi Akademik (Beasiswa-PPA) UII Tahun 2018. Srikandi yang terakhir adalah Rini Rahayu, peraih beasiswa dengan kategori IPK tertinggi untuk seluruh angkatan, merupakan mahasiswi angkatan 2017 yang memiliki IPK 4,00. Mahasiswi yang berasal dari Tasikmalaya ini memiliki segudang aktivitas di sela-sela padatnya jadwal kuliah dan praktikum, seperti anggota takmir Masjid Ulil Albab, relawan Aksi Cepat Tanggap (ACT) Yogyakarta. Aktivitas mahasiswi ini sejalan dengan visi misi UII yang ingin menciptakan insan yang rahmatan lil’alamin, yang dapat melebatkan manfaat ke seluruh masyarakat.

Dengan demikian, sangat pantas untuk menyematkan predikat mahasiswa berprestasi kepada ketiga mahasiswi tersebut. Akhir kata, kami, semua civitas akademika Prodi Analisis Kimia UII memberikan ucapan selamat yang tulus, tingkatkanlah prestasi dalam menebar manfaat dan terima kasih telah menorehkan prestasi luar biasa untuk UII. Salam Jaya Analis Kimia!!!

Dosen DIII Analisis Kimia Raih Metrohm Young Chemist Award 2018

Ganjar Fadillah (27), dosen muda Program Studi D3 Analisis Kimia, Jurusan Kimia, Fakultas Matematika Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Islam Indonesia (FMIPA UII) meraih Metrohm Indonesia Young Chemist Award 2018. Ia berhasil menjadi juara pertama dan mengalahkan peserrta dari Universitas Indonesia (UI) dan profesional alumni UI.

Ganjar mendapatkan hadiah berupa piagam dan uang sebesar Rp 30 juta. Ganjar juga akan mendapatkan kesempatan untuk mengunjungi Kantor Pusat Metrohm di Swiss bersama dengan pemenang pertama dari berbagai negara.

“Senang mendapat award ini. Semoga ini bisa memotivasi diri sendiri untuk melakukan yang lebih baik lagi dan levelnya lebih tinggi,” kata Ganjar Fadillah kepada wartawan di Kampus FMIPA UII Yogyakarta, Senin (17/9/2018).

Dijelaskan Ganjar, dirinya tertarik untuk mengikuti kompetisi ini karena temanya sangat berkaitan dengan penelitiannya. Kemudian Ganjar mengirimkan summary ke Metrohm Indonesia untuk dilombakan. Ternyata Ganjar mendapat panggilan dan diminta untuk memaparkan hasil penelitian di hadapan juri, Jumat (14/9/2018) lalu.

Juri, kata Ganjar, ada lima yaitu sales, marketing, kepala Metrohm, dan tim laboratorium. Ganjar mempresentasikan hasil penelitiannya tentang ‘Pengembangan Sensor Kimia Berbasis Polimer Bercetakan Molekul untuk Analisis Antioksidan BHA pada Sampel Pangan.’

Lebih lanjut Ganjar menjelaskan Butil Hidroksi Anisol (BHA) merupakan senyawa aditif yang banyak ditemukan pada produk-produk pangan. Senyawa ini mudah mengalami oksidasi seperti minyak goreng dan mentega.

Penggunaan senyawa ini dalam konsentrasi yang besar dapat mengakibatkan efek karsinogenik sehingga analisis senyawa ini sangat penting. Analisis senyawa ini dapat dilakukan dengan metode elektrokimia seperti voltammetri. Namun untuk meningkatkan tingkat sensitivitas dalam analisis senyawa tersebut diperlukan suatu modifikasi polimer bercetakan molekul di permukaan elektroda.

“Pada penelitian ini, modifikasi tersebut menunjukan kinerja yang baik dengan limit deteksi pengukuran sebesar 0,94 μM dan hasil analisis menujukan hasil yang tidak jauh berbeda dengan metode pembanding seperti HPLC (High Performance Liquid Chromatography,red),” kata Ganjar.

Metrohm Young Chemist Award 2018 merupakan salah satu agenda yang diadakan Perusahaan Metrohm yang bertepatan dengan peringatan 75 tahun. Metrohm didirikan oleh Bertold Suhner, seorang ilmuan muda dan cerdas. Beberapa tema yang diangkat dalam kegiatan ini antara lain elektrokimia, spektroskopi, titrasi dan ion kromatografi.

(red: Hery Purwata) sumber https://science.uii.ac.id/ganjar-fadillah-raih-metrohm-young-chemist-award-2018/

Workshop K3, Langkah Awal Sukses Bekerja di Laboratorium

Senin, 17 September 2018, mahasiswa baru Prodi D III Analisis Kimia UII mengikuti kegiatan workshop Keselamatan dan Kesehatan Kerja Laboratorium. Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian rutin proses pelatihan mahasiswa baru untuk mempersiapkan diri mengikuti proses pembelajaran Prodi D III Analisis Kimia yang lebih menekankan pendidikan skill laboratory dibandingkan dengan teori. Sekitar 60-70% proses pembelajaran Prodi D III Analisis Kimia diselenggarakan di laboratorium. Acara ini dibuka oleh Tri Esti Purbaningtias, M.Si., selaku Kaprodi D III Analisis Kimia, pada sambutan beliau dipaparkan faktor paling penting dalam laboratorium bukanlah alat yang banyak dan canggih tetapi justru keamanan merupakan hal yang paling penting. “Kegiatan workshop K3 ini terdiri dari tiga tahap, yang pertama yang diselenggarakan pada hari ini yaitu mengenai K3 di laboratorium, dilanjutkan pada 24 September mengenai P3K di laboraorium, dan yang terakhir adalah pengenalan alat di Laboratorium Kimia Terapan pada 6 Oktober. Dengan adanya kegiatan ini diharapkan seluruh mahasiswa Prodi D III Analisis Kimia dapat mengikuti praktikum di laboratorium dengan prinsip 3S yaitu diawali dengan Sehat, dijalani dengan Semangat dan diakhiri dengan Selamat” kata Tri Esti Purbaningtias.

Pemateri pada workshop K3 ini adalah Bapak Azham Umar Abidin, SKM, MPH, yang merupakan dosen Prodi Teknik Lingkungan UII. Selain itu, beliau merupakan Asesor Kompetensi Bidang K3 pada BNSP dan LSP UII. Bapak Azham menjelaskan mengenai pengertian K3, identifikasi bahaya, pengendalian dan penanganan kecelakaan di laboratorum. Pada paparannya beliau menjelaskan bahwa K3 itu tidak hanya dibutuhkan di laboratorium tapi pada setiap aspek kegiatan manusia, contoh paling sederhana yang sering lalai dilakukan mahasiswa adalah penggunaan alat keselamatan berkendara. Sebelum melakukan kegiatan di laboratorium mahasiswa diharapkan telah terlebih dahulu mengidentifikasi potensi bahaya yang dapat terjadi, misalnya peralatan apa saja yang berbahaya.

Proses identifikasi bahaya tersebut menjadi dasar untuk melakukan tindakan-tindakan pengendalian kecelakaan. Dengan adanya pengendalian tersebut diharapkan tidak ada kecelakaan yang terjadi di laboratorium. Selain itu, dijelaskan juga berbagai macam penanganan jika terjadi kecelakaan berdasarkan jenisnya, misalnya pada kecelakaan terbakar ringan, bagian tubuh korban yang terbakar didinginkan dengan air selama 10 menit. Dengan adanya pengetahuan menegani identifikasi, pengenadalian dan penanganan bahaya di laboratorium, mahasiswa tidak panik dalam menghadapi kecelakaan yang ada. Rasa panik justru menimbulkan kecelakaan yang lebih besar. Safety itu berat tapi wajib dilakukan.

Prodi DIII Analisis Kimia UII Menyelenggarakan Workshop Strategi Perolehan Paten untuk Dosen Jurusan Kimia UII

Hak atas kekayaan intelektual (HAKI) yang dimiliki oleh warga negara merupakan perwujudan kedaulatan suatu bangsa. Itulah kalimat yang dilontarkan oleh Dr. Budi Agus Riswandi pada sesi workshop Sistem Perlindungan Paten dan Strategi Perolehannya di Ruag Sidang FMIPA Universitas Islam Indonesia. Kegiatan workshop ini diinisasi oleh Program Studi D III Analisis Kimia yang dihadiri oleh dosen-dosen di jurusan kimia FMIPA UII. Ibu Dr. Is Fatimah, M.Si pada sambutannya di pembukaan acara menyampaikan bahwa workshop ini memiliki esensi yang sangat penting agar para dosen di jurusan kimia senantiasa berinovasi dan berkreativitas untuk menghasilkan sebuah invensi yang mendukung proses pmebelajaran, penelitian, dan juga pengabdian kepada masyarakat.

Pada pemaparan awal, Dr. Budi Agus Riswandi yang merupakan Direktur Eksekutif Pusat HKI Fakultas Hukum UII dan Ketua Umum Asosiasi Sentra Kekayaan Intelektual Indonesia (ASKII) menjelaskan bahwa pada tahun 2017, Cina merupakan negara dengan persentase terbesar yaitu 42,8% dalam permohonan paten dunia. Di tahun yang sama, Indonesia tidak lebih dari Kenya menurut Global Innovation Index terkait inovasi dan invensi meskipun jumlah permohonan paten senantiasa mengalami peningkatan dalam kurun waktu 2016-2018. Menurut ruang lingkupnya, paten dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu produk (komposisi, formula, alat, peralatan, sistem) serta proses (metode, proses, penggunaan), sedangkan menurut jenisnya yaitu paten (invention) dan paten sederhana (simple patent, utility models, innovation patent, petty patent).

Sesi workshop pagi hingga menjelang siang cukup menarik karena para dosen di jurusan kimia sangat antusias sehingga pemaparan materi sering diselingi dengan diskusi secara langsung. Prof. Riyanto, M.Si., Ph.D yang juga adalah Dekan FMIPA UII menyampaikan bahwa ada kurang lebih 20 paten di jurusan kimia baik yang sudah granted maupun masih dalam proses permohonan. Namun beliau seringkali menjumpai bahwa permohonan paten perlu waktu yang cukup lama hingga granted, dan hal tersebut diamini oleh Dr. Budi Agus Riswandi bahwasanya ada persyaratan yang harus dikonfirmasi oleh pemeriksa seperti memiliki kebaruan (novelty), lamgkah inventif (inventive step), pengembangan dari proses atau produk yang telah ada, dan dapat diterapkan di industri.

Dr. Budi Agus Riswandi sendir optimis bahwa dosen di jurusan kimia akan mampu menghasilkan beragam invensi yang dijadikan produk paten karena sumber daya yang mumpuni, fasilitas yang mendukung, serta banyak role model yang dapat menjadi pijakan bagi dosen-dosen muda. Di jurusan kimia sendiri ada tiga prodi yang bernaung yaitu S1 Kimia, S1 Pendidikan Kimia, dan D III Analisis Kimia dimana proses brainstorming untuk mengidentifikasi masalah sehingga memunculkan proposal invensi merupakan langkah yang sesuai untuk diterapkan agar diperoleh invensi yang berorientasi ke depan. Tipe invensi yang dipaparkan oleh narasumber sejalan dengan pemikiran Dr. Is Fatimah, M.Si sehingga semua dosen di jurusan kimia memiliki kontribusi sesuai bidang keahlian/kompetensinya yang diharapkan luaran hasil riset tidak hanya berupa jurnal ilmiah bereputasi namun juga paten yang bermanfaat bagi masyarakat dan industri.