Program Studi DIII Analis Kimia UII menyelenggarakan Workshop Pengembangan Kurikulum Berbasis KKNI Senin (08/05/2017) di Ruang Sidang Utama lantai 1 FMIPA UII. Workshop yang dihadiri oleh Dekan, Kepala Divisi Akademik, Kepala Divisi SIM FMIPA UII, dosen-dosen pengampu Prodi DIII Analis Kimia, perwakilan stakeholder, user, alumni dan mahasiswa menghadirkan dua narasumber yaitu Very Tri Jatmiko, S.Si., M.M Kepala Bidang Pengembangan Kapasitas Lingkungan Hidup Dinas Lingkungan Hidup Kota Yogyakarta dan Dra. Shopia Soerjandari, Apt selaku Manajer QC PT. Konimex Surakarta.

Workshop Pengembangan Kurikulum Berbasis KKNI ini dibuka oleh Dekan FMIPA UII, Drs. Allwar, M.Sc., Ph.D. Dalam sesi sambutan, Drs. Allwar, M.Sc. Ph.D. menuturkan bahwa kurikulum yang diterapkan oleh suatu program studi harus diperbaharui secara rutin sebagai tanggapan terhadap perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK), kebutuhan masyarakat, serta kebutuhan pengguna lulusan dan hal tersebut tidak boleh terlepas dari regulasi yang berlaku di Indonesia, salah satunya KKNI atau Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia. Pengguna lulusan Prodi Analis Kimia UII adalah industri ataupun instansi, jadi sudah seharusnya kurikulum yang diterapkan di program studi dapat mendukung tercapainya kompetensi lulusan yang sesuai dengan kompetensi yang diperlukan oleh industri, imbuh Drs. Allwar, M.Sc., Ph.D.

 Kompetensi lulusan DIII Analis Kimia yang diperlukan oleh industri menurut Dra. Shopia Soerjandari, Apt adalah pemahaman terhadap pemastian dan penjaminan mutu. Seorang analis atau asisten analis harus mampu mengambil sampel secara benar, bekerja secara aseptis, tidak semata-mata kemampuan akademisnya tetapi harus didukung oleh karakter yang baik, mudah diajak kerjasama, mudah beradaptasi dengan lingkungan baru dan memiliki kemauan yang keras untuk terus belajar. Pengalaman organisasi cukup mendukung  kompetensi yang dibutuhkan industri. Peluang karir DIII Analis Kimia UII khususnya di PT. Konimex cukup besar antara lain sebagai analis atau asisten analis di Laboratorium Quality Control , Laboratorium riset metode analisa fisika, kimia dan mikrobiologi, Laboratorium riset produk dan Quality audit, imbuh Dra. Shopia Soerjandari, Apt.

Kompetensi yang harus ada pada lulusan DIII Analis Kimia yang bekerja di bidang lingkungan menurut Very Tri Jatmiko, S.Si., M.M. antara lain mempunyai wawasan mengenai pengelolaan lingkungan perkotaan, mampu memahami dalam setiap permasalahan lingkungan, mengetahui analisis kimia dan perannya dalam membentuk ekosistem lingkungan mampu menganalisis setiap permasalahan lingkungan di lapangan dan mampu memberikan solusi dalam setiap kejadian, mampu menggambarkan setiap kejadian di lingkungan dan menjelaskan sebab akibat dan mampu melaporkan hasil uji kepada masayarakat dengan mengolahnya dalam bentuk yang dipahami oleh masyarakat. Di sisi lain, profil lulusan saat ini masih dinilai kurang aktif dan inisiatif dalam melaksanakan pekerjaannya, belum luwes dalam mengoperasikan peralatan laboratorium dan belum memahami standar acuan dalam analisis terutama ISO 17025 secara komprehensif, oleh karena itu desain kurikulum yang akan diterapkan oleh Prodi DIII Analis Kimia diharapkan mampu memberi solusi terhadap kondisi tersebut.

Very Tri Jatmiko, S.Si., M.M. menyarankan, mata kuliah Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) dijadikan mata kuliah wajib bagi mahasiswa DIII Analis Kimia. AMDAL itu penting bagi orang lingkungan, memang benar persyaratan penyusun AMDAL perlu ada kualifikasi tetapi  peran lulusan DIII Analis Kimia  dalam sampling dan proses analisis lingkungan tidak bisa terlepas dari penyusunan dokumen AMDAL. Terkait pengemasan dan kedalaman materi yang diberikan dapat disesuaikan dengan kondisi yang ada dalam program studi, imbuh Very Tri Jatmiko, S.Si., M.M.

Dalam kesempatan ini, Ketua Program Studi DIII Analis Kimia FMIPA UII, Thorikul Huda, S.Si., M.Sc. menyampaikan beberapa hasil focus discussing group pengembangan kurikulum yang telah dilaksanakan Program Studi DIII Analis Kimia. Thorikul Huda, S.Si., M.Sc. memaparkan bahwa kurikulum yang diterapkan Program Studi Analis Kimia UII saat ini adalah Kurikulum 2014 dan akan dievaluasi dan dikembangkan dengan mengacu pada KKNI dan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI). SKKNI yang digunakan adalah SKKNI untuk sektor laboratori, dengan skema yang dikembangkan adalah  volumetri, spektrometri dan kromatografi di mana para mahasiswa dianjurkan untuk mengikuti uji kompetensi untuk mengetahui tingkat kecakapan mahasiswa dalam ketiga skema tersebut. Rencananya untuk kurikulum 2018/2019, uji kompetensi tersebut bersifat wajib bagi mahasiswa, sehingga diharapkan kompetensi lulusan yang dihasilkan oleh Program Studi DIII Analis Kimia memiliki keselarasan dengan kompetensi yang dibutuhkan dalam bidang kerjanya sehingga upgrading kompetensi lulusan di bidang kerjanya tidak banyak.

Thorikul Huda, S.Si., M.Sc. menuturkan, jumlah SKS minimal untuk mahasiswa DIII Analis Kimia adalah 108 SKS dan maksimal 120 SKS, sehingga idealnya setiap semester mahasiswa mengambil 20 SKS. Definisi 1 SKS proses pembelajaran kuliah terdiri 50 menit tatap muka, 60 menit tugas terstruktur dan 60 menit tugas mandiri, sehingga penerapan secara riil di kurikulum berikutnya menjadi penting. Selain itu terkait tugas akhir, Thorikul Huda , S.Si., M.Sc mengatakan perlu adanya kajian lebih lanjut terkait bentuk tugas akhir untuk kurikulum selanjutnya karena selama ini kualitas laporan tugas akhir PKL masih beragam. Thorikul Huda, S.Si., M.Sc. menegaskan bahwa kurikulum yang selanjutnya  mempertimbangkan masukan dari stakeholder atau user alumni DIII Analis Kimia, mencakup kurikulum Ulil Albab sehingga visi dan misi DIII Analis Kimia UII akan tercapai.

F akultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Islam Indonesia (FMIPA UII) dan Program Studi DIII Analis Kimia FMIPA UII melakukan langkah strategis dalam memperkuat  keunggulan instutusi melalui pengkajian visi dan misi.  Dekan Fakultas MIPA UII, Drs. Allwar, M.Sc. Ph.D. dalam pembukaan Workshop Visi dan Misi pada Rabu, 26 April 2017 di Auditorium Perpustakaan UII di Gedung Muhammad Hatta Lantai II menyampaikan visi sebagai bagian dari fakultas yang lahir dari perguruan tinggi Islam pertama di Indonesia, Fakultas MIPA UII menjadi penyelenggara pendidikan yang unggul, berdaya saing global, dan berkomitmen dalam nilai-nilai keislaman.

Workshop yang dihadiri oleh stakeholder yang berasal dari dosen, pengguna lulusan, perwakilan alumni, mahasiswa, dan tenaga kependidikan ini menghadirkan Drs. Suwarsono Muhammad, M.A. Dosen Fakultas Ekonomi UII yang pernah menjabat menjadi Penasihat KPK menyampaikan bahwa Fakultas MIPA UII menjadi fakultas yang unggul yang akan menjadi penerus cita-cita para pendiri UII. Suwarsono Muhammad menegaskan bahwa FMIPA UII jangan sampai melahirkan lulusan yang memiliki pemikiran barat dan kapitalis. Sebagai penulis buku UII Way, Suwarsono Muhammad memaparkan tentang visi para founding fathers UII. Universitas Islam Indonesia lahir sebagai Sekolah Tinggi Islam yang didirikan oleh dua organisasi Islam, yakni Majelis Islam A’la Indonesia dan Masyumi. Perguruan tinggi yang dilahirkan sebagai program dari kedua organisasi tersebut di tahun 1944. Dalam beberapa pidato yang disampaikan oleh tokoh nasional pendiri UII, Drs. Moh. Hatta. dan M. Natsir, Sekolah Tinggi Islam dilahirkan sebagai tempat persemaian agar Islam yang memberikan pengaruh di Indonesia. Nilai inilah yang menjadi fisosofi bahwa perguruan tinggi ini lahir dari umat untuk universitas dan akan kembali ke umat.

 Para founding fathers memiliki cita-cita yang besar dalam melahirkan calon pemimpin bangsa yang mampu memberikan pengaruh nilai keislaman betul-betul menjaga kualitas dan mutu pendidikan. Saat Sekolah Tinggi Islam dibuka untuk yang pertama kalinya, lebih dari seratus mahasiswa yang mendaftar, hanya 45 mahasiswa yang lulus dan hanya 15 mahasiswa yang benar-benr lulus diterima sebagai mahasiswa. Keunggulan pendidikan benar-benar dijaga, mahasiswa yang berasal dari sekolah umum harus mengikuti matrikulasi agama Islam dan Bahasa Arab, sebaliknya mahasiswa dari sekolah agama dididik pengetahuan umum melalui program matrikulasi selama 1 tahun. Langkah tersebut menjadi bukti founding father  yang bermimpi UII akan seperti Universitas Al Azhar Cairo.

Filosofi inilah yang harus dimiliki oleh para pimpinan di FMIPA UII untuk mewujudkan visi para founding fathers yang tercermin dalam mewujudkan sistem penyelenggaraan pendidikan yang unggul, berdaya saing global, dan berkomitmen pada nilai keislaman. Fakultas yang kini memiliki 6 program studi, Statistika, Ilmu Kimia, Farmasi, DIII Analis Kimia, Program Profesi Apoteker dan Pendidikan Kimia telah menjadi fakultas yang melejit dengan berbagai prestasi dosen, mahasiswa dan tenaga kependidikan. FMIPA UII akan berkomitmen dalam meningkatkan penyelenggaraan sistem pendidikan yang bermutu, menghasilkan riset yang berkualitas tinggi, melaksanakan pengabdian masyarakat dan dakwah Islamiyah.

Peneguhan visi dan misi FMIPA UII dalam kegiatan workshop yang juga menghadirkan Kepala Badan Perencana UII, Prof. Dr. Ir. Hari Purnomo, M.T. Dalam pemaparan materinya, Prof. Hari Purnomo menuturkan bahwa FMIPA sebagai fakultas yang unggul terutama dalam riset sudah saatnya menjadi pelopor perbitan jurnal yang terindeks scopus. Fakultas yang telah memiliki dua guru besar di bidang Statistika dan Ilmu Kimia, Prof. Ahmad Fauzi, Ph.D. dan Prof. Riyanto, Ph.D. harus berorientasi untuk karya akademik berbasis paten. Fakultas MIPA UII dan Program Studi DIII Analis Kimia harus betul-betul mencermati rumusan visi agar jelas, realistis dan terkait dengan program serta strategi pencapaian. Prof. Hari Purnomo juga mengajak kepada Fakultas MIPA UII dan Program Studi DIII Analis Kimia mempersiapkan langkah strategis dalam melakukan perekrutan mahasiswa dan dosen asing dan research kolaborasi dengan 500 perguruan tinggi terbaik di dunia untuk mewujudkan keunggulan UII di tingkat internasional dan peningkatan pemeringkatan perguruan tinggi di tingkat internasional.

Drs. Allwar, M.Sc., Ph.D. menuturkan bahwa untuk meneguhkan keunggulan FMIPA UII, pihaknya berkomitmen dengan tujuan fakultas dalam memberikan pelayanan yang professional dalam penyelenggaraan pendidikan, mengembangkan riset yang berkualitas tinggi dan bermanfaat bagi masyarakat, memberikan kontribusi pada kegiatan pengabdian masyarakat melalui penerapan IPTEK yang berlandaskan pada nilai keislaman, meningkatkan kemampuan kompetensi dan kolaborasi nasional/internasional, serta mencetak cendekiawan muslim dan pemimpin bangsa yang berkualitas.

Dalam kesempatan ini, Ketua Program Studi DIII Analis Kimia FMIPA UII, Thorikul Huda, M.Sc. menyampaikan visi prodi, yakni terwujudnya Program Studi D III Analisis Kimia yang unggul di tahun 2030 sebagai rahmatan lil’alamin. Ungkapan visi ini sebagai upaya dalam mewujudkan keunggulan Prodi dalam melahirkan analis kimia yang unggul dan kompeten yang mampu bersaing secara global. Tantangan kerja sejak dimulainya Masyarakat Ekonomi ASEAN menjadi tantangan dalam membangun keunggulan kompetensi lulusan. Program DIII Analis Kimia telah mengembangkan kurikulum berbasis kompetensi yang traceable dengan sistem sertifikasi kompetensi yang telah dikembangkan melalui Lembaga Sertifikasi Profesi Universitas Islam Indonesia  (LSP UII) yang telah mendapatkan lisensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) untuk memastikan kompetensi mahasiswanya.

Thorikul Huda, M.Sc. dalam kesempatan tersebut menegaskan bahwa Program Studi DIII Analis Kimia FMIPA UII akan berkomitmen untuk mewujudkan misinya dalam meningkatkan mutu pendidikan bidang analisis kimia untuk menghasilkan lulusan yang berkualitas dan mampu bersaing secara global, meningkatkan kualitas penelitian berbasis kimia terapan berorientasi paten, serta menerapkan ilmu kimia dalam pengabdian masyarakat dan dakwah islamiyah.

Pemaparan visi dan misi Fakultas MIPA dan Program Studi DIII Analis Kimia tersebut sebagai langkah strategis untuk melakukan meneguhkan dan memperkuat keunggulan, berdaya saing global dan berkomitmen dengan nilai-nilai keislaman seperti cita-cita founding fathers UII.

PENGUMUMAN

Bismillahirrahmanirrohim
 

Berikut kami umumkan pembagian kelompok mentoring pembinaan keagamaan  mahasiswa Program Studi DIII Analis Kimia Universitas Islam Indonesia untuk tahun akademik 2016/2017, adapun daftar mentor dan pembagian kelompok untuk angkatan 2016, 2015 dan mahasiswa yang belum mengikuti pembinaan keagamaan terlampir.

Dikarenakan pentingnya kegiatan tersebut dan merupakan salah satu syarat untuk kelulusan maka diharapkan semua mahasiswa dapat berpartisipasi dengan maksimalr, atas perhatiannya kami sampaikan terimakasih.

 

Alhamdulillahirabbil’alamin

Lampiran :

1. Daftar pembagian kelompok pembinaan keagamaan mahasiswa 2015 dan yang belum mengambil (download )

2. Daftar pembagian kelompok pembinaan keagamaan mahasiswa 2016 (download )

3. Surat tugas mahasiswa yang menjadi mentor (download )

 Prodi D III Analis Kimia senantiasa berupaya untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas input mahasiswa baru, sehingga pada hari Kamis 23 Februari 2017 mengadakan sarasehan promosi bersama dengan Program DIII Ekonomi UII. Sebanyak enam dosen dari Prodi D III Analis Kimia dan empat orang dari Program D III Ekonomi yang mengikuti kegiatan sarasehan tersebut. Diskusi diawali dengan pemaparan perkembangan mahasiswa baru di masing-masing Prodi.  Program D III Ekonomi diwakili oleh Aidha Trisyanti menyampaikan bahwa perkembangan anomi calon mahasiswa baru yang berminat untuk studi di D III Ekonomi UII saat ini cukup tinggi, terbukti pada tahun akademik 2016-2017 banyak mahasiswa yang tidak diterima karena kuota sudah terpenuhi.  Hal yang sedikit sama juga disampaikan oleh Thorikul Huda sebagai Ketua Program DIII Analis Kimia yang menuturkan bahwa sejak tahun 2013 minat untuk kuliah di prodinya cukup baik terbukti semenjak tahun tersebut jumlah mahasiswa stabil untuk penyelenggaraan 2 kelas secara parallel.
Kesempatan tersebut juga dijadikan kesempatan oleh Thorik untuk menyampaikan harapan dari Prodi DIII Analis Kimia supaya dapat bersama-sama dengan DIII Ekonomi untuk setiap aktivitas sosialisasi penerimaan mahasiswa baru. Menurut Mellisa Fitri Andriyani Muzakir yang juga dosen Prodi DIII Akuntansi menyampaikan bahwa selama ini Program D III Ekonomi telah banyak bekerjasama dengan berbagai sekolah di Pulau Jawa, Kalimantan dan Sulawesi dalam rangka menjaring calon mahasiswa yang berkualitas. “Sosialisasi juga kami lakukan melalui kegiatan Edu Fair di berbagai daerah”, ungkap Mbak Mel sapaan akrab Mellisa. Mellisa juga menambahkan bentuk media sosialisasi yang lainnya yaitu dengan pemasangan papan informasi di daerah strategis yang menjadi pusat perhatian banyak orang.
Sarasehan yang berlangsung sejak pukul 13.00 juga disepakati untuk adanya kegiatan bersama antara DIII Analis Kimia dan DIII Ekonomi seperti International Conference. Kegiatan conference juga merupakan bagian dari peningkatan citra lembaga sehingga secara otomotis juga merupakan bagian dari usaha untuk mengenalkan keluar program studi diploma tiga di Universitas Islam Indonesia.

PENGUMUMAN

Bismillahirrahmanirrohim
 

Berikut kami umumkan pembagian Dosen Pembimbing Praktikum Mandiri mahasiswa angkatan 2015 Program Studi DIII Analis Kimia Universitas Islam Indonesia untuk semester genap tahun akademik 2016/2017, adapun daftar dosen pembimbing PM dapat diunduh melalui link berikut .

Selanjutnya  kepada Seluruh mahasiswa aktif angkatan 2015 diharapkan kehadirannya pada "Sosialisasi Praktikum Mandiri, Pengisian SKPI dan Uji Kompetensi"  pada :

Hari/tanggal   : Senin/27 Februari 2017

jam                : 12.00 – selesai

ruang            : Ruang Auditorium FMIPA UII lantai 4

 dikarenakan pentingnya acara tersebut maka diharapkan semua mahasiswa dapat hadir, atas perhatiannya kami sampaikan terimakasih.

 

Alhamdulillahirabbil’alamin

 

 *informasi lebih lanjut dapat menghubungi sdr Rizal Arrosyid (085643209037) pada jam kantor

 Mulai awal bulan Februari 2017 beberapa mahasiswa Program Studi (Prodi) DIII Analis Kimia sudah melaksanakan kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL). PKL tersebut merupakan syarat wajib bagi mahasiswa untuk dapat lulus kuliah di Prodi D III Analis Kimia UII. Tempat PKL mahasiswa tersebar diberbagai instansi baik negeri maupun swasta. Beberapa lembaga pemerintah yang digunakan sebagai tempat untk PKL mahasiswa diantaranya adalah laboratorium yang dimilihi oleh Badan Lingkungan Hidup (BLH), Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), Balai Konservasi Borobudur, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan lain sebagainya. Sedangkan industry tempat PKL mahasiswa yaitu PT Indofood, PT Pertamina, PT. Petrokimia Gresik, PT. Indosemen dan lain-lain. Prodi DIII Analis Kimia memandang perlu untuk melakukan monitoring secara langsung proses PKL mahasiswa dengan cara melakukan kunjungan ke tempat PKL. Hal tersebut terlihat ketika dosen pembimbing PKL diminta untuk melakukan kunjungan untuk melihat aktivitas mahasiswa yang sedang PKL pada hari Senin tanggal 20 Februari 2017.
Pada umunya hari tersebut merupakan minggu kedua atau ketiga mahasiswa melaksanakan PKL. Khusus untuk yang berada di wilayah Yogyakarta dilakukan kunjungan pada minggu ketida bulan Februari 2017, sedangkan yang melaksanakan PKL di luar kota direncanakan akan dilakukan monitoring lapangan sekitar Maret 2017. “Kunjungan tersbut dimaksudkan untuk mengetahui aktivitas mahasiswa, sekaligus inisiasi kerjasama dengan instansi pemerintah ataupun perusahaan” ungkap Thorikul Huda, M.Sc. selaku Ketua Prodi D III Analis Kimia usai melakukan monitoring mahasiswa di BLH Provinsi DIY dan alai Pengelolaan Infrastruktur Sanitasi dan Air Minum Perkotaan (Balai. PISAM) DPUP ESDM DIY. Thorik menambahkan bahwa di hari yang sama juga beberapa dosen pembimbing melakukan hal yang sama di BLH Kota Yogyakarta, BATAN dan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Yogyakarta.
Inisiasi kerjasama diarahkan untuk saling member kemanfaatan kedua belah pihak seperti membantu persoalan-persoalan pengujian kimia yang ada di instansi atau perusahaan. “Kami berencana dosen dapat mengikuti PKL untuk menambah practical knowledge dosen Prodi D III Analis Kimia”, tambah Thorik.

PENGUMUMAN

Bismillahirrahmanirrohim
 

Program Studi DIII Analis Kimia Universitas Islam Indonesia, dengan ini mengumumkan bahwa berdasarkan hasil seleksi penerimaan Asisten Praktikum untuk semester genap tahun akademik 2016/2017, nama-nama peserta seleksi yang dinyatakan DITERIMA di Laboratorium Kimia Terapan adalah sebagaiamana tersebut pada lampiran pengumuman ini yang bisa diunduh melalui pranalar berikut .

Selanjutnya  kepada asisten yang diterima diharapkan kehadirannya pada rapat koordinasi praktikum semester genap tahun akademik 2016/2017 pada :

Hari/tanggal  : Selasa/21 Februari 2017

jam  : 13.00 – selesai

ruang : Ruang Sidang 2 Gedung FMIPA UII lantai 2

 

Demikian, untuk menjadi periksa dan maklum adanya, terima kasih.

Alhamdulillahirabbil’alamin

 Foto Bersama Anggota FPTVIForum Perguruan Tinggi Vokasi Indonesia (FPTVI) pada tanggal 10 Februari 2017 menyelenggarakan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) ketiga di Universitas Udayana Bali. Sehari sebelum rakernas terlebih dahulu diadakan Seminar Nasional 2017 dengan tema “Membangun Penelitian Terapan Berbasis Inovasi dan Sinergi antara Pendidikan Tinggi Vokasi (UNISTA) Industri serta Pemerintah menuju Indonesia yang Unggul. Seminar diawali penyampaian materi oleh perwakilan SES Coordinator Indonesia dengan topic “Best Practice Penelitian Terapan berbasis inovasi dan sinergi antara pendidikan tinggi vokasi, industry dan Pemrintah di Negara Jerman. Dua orang perwakilan Program Studi (Prodi) DIII Analis Kimia yaitu Thorikul Huda dan Yuli Rohyami turut berpartisipasi sebagai presenter pada sesi diskusi parallel. Judul makalah yang disampaikan oleh Thorikul Huda adalah “ The Effect of Inquiry Leraning with Video Tutorial on Student Competency  Achivement” sedangkan Yuli Rohyami menyampaikan judul “ Implementation of Role Playing Learning and Certification Trial on Practical of Water, Soil and Air Analysis”.
Kegiatan rakernas pada hari kedua dimulai dengan pemaparan oleh Dirjen Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas Kementerian Tenaga Kerja RI dengan tema “Sinergi Pelatihan untuj Uji Kompetensi menjawab Kebutuhan SDM Terampil” dengan moderatornya adalah Hotma Prawoto S. dari Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada. Bertindak sebagai narasumber kedua pada rakernas tersebut adalah Ir. Sumarna F. Abdurahman MSc. selaku ketua Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Pada kesempatan tersebut Sumarna menuturkan bahwa perlu adanyanya link and match antara pendidikan vokasi dengan industry melalui kegiatan sertifikasi profesi.
Usai kedua narasumber menjelaskan materi, dilanjutkan dengan siding komisi sekaligus rapat pleno untuk menyepakati agenda kegiatan yang akan dilaksanakan pada tahun 2017. Salah satu hasil kesepakatan rapat pleno adalah memberikan amanah kepada UII untuk mengadakan kegiatan workshop Recognition of Prior Learning (RPL) yang rencananya akan diadakan pada bulan Juli 2017.
 Rombongan peserta pelatihan penyusunan dokumen (pendok) Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) yang diadakan oleh Forum Perguruan Tinggi Vokasi Indonesia (FPTVI), hari Kamis 16 Februari 2017 berkunjung ke LSP UII dalam rangka untuk studi banding pembentukan LSP. Hadir dalam kesempatan tersebut adalah Dr. Allwar, M.Sc selaku Dekan FMIPA UII yang secara khusus menyambut kedatangan 18 orang anggota FPTVI yang mengikuti pelatihan pendok. Semua yang berkunjung di LSP UII adalah dosen dari berbagai perguruan tinggi di Aceh, Jakarta, Malang, Surabaya, Yogyakarta dan Kendari. Pada kesempatan tersebut Dekan FMIPA mengucapkan selamat dating kepada para tamu dan berharap agar kedepan bisa ada kerjasama antara LSP UII dengan FPTVI.
Selain Dekan FMIPA, turut menyambut juga Thorikul Huda selaku Direktur LSP UII yang didampingi oleh Yuli Rohyami sebagai Manajer Sertifikasi dan personel  lain seperti Reni Banowati dan Tri Esti Purbaningtias yang saat ini menjabat sebagai Manajer serta Deputi Mutu dan Standarisasi. Acara studi banding dilaksanakan di Ruang Sidang I FMIPA UII mulai pukul 15.00. Diskusi antara LSP UII dan rombongan pelatihan pendok dipandu oleh Thorikul Huda. Sebelumnya Thorik menyampaikan bahwa persiapan LSP UII untuk memperoleh lisensi dari BNSP sudah dimulai sejak tahun 2014 dan sertifikat lisensi diberikan secara langsung oleh Ketua BNSP kepada Wakil Rektor 2 pada bulan April 2016. “Selama 2 tahun kami mempersiapkan proses lisensi LSP UII dari BNSP”, ungkap Thorik ketika mengawali diskusi.
 Peserta pelatihan pendok terlihat begitu antusias ketika melakukan kunjungan ke LSP UII terbukti dengan banyaknya peserta yang meminta informasi seputar pendirian dan dukungan institusi terhadap LSP. Thorik menjelaskan bahwa support yang diberikan oleh institusi sangat baik terbukti dari dukungan moril maupun materiil termasuk pendanaan selama proses menuju lisensi. Sebagian besar tamu yang hadir pada kesempatan itu berminat untuk lebih banyak lagi belajar ke UII mengenai proses lisensi LSP, dan mereka pada umumnya berencana untuk mendatangkan tim pendirian LSP di masing-masing kampus untuk belajar ke UII.