Srikandi, sosok inilah yang mungkin menggambarkan pribadi ketiga mahasiswa Prodi D III Analisis Kimia UII ini, SILVIA EMA PRAMADANI, NOFA ARMELIA SARI, dan RINI RAHAYU. Dalam etimologi pewayangan, srikandi merupakan sosok pahlawan wanita yang berani dan pintar. Ketiga mahasiswi ini merupakan peraih beasiswa dari Prodi Analisis Kimia pada Semester Genap TA 2017/2018 dengan kategori Mahasiswa Berprestasi. Seleksi beasiswa ini tidak hanya ditekankan pada nilai Indeks Prestasi Semester (IPS) semata tetapi juga melihat aspek keaktifan mahasiswa selama kuliah di UII. Hal ini sejalan dengan Kurikulum Ulil Albab yang ada di UII, dimana syarat kelulusan mahasiswa tidak hanya berdasarkan satuan kredit semester (SKS) tetapi juga menilai satuan kredit partisipasi (SKP).
Silvia Ema Pramadani, mahasiswi angkatan 2016 dengan IPS Genap TA 2017/2018 sebesar 4,00 dan IPK 3,89, merupakan anggota Himpunan Mahasiswa Analis Kimia (HMAK) Bidang Kreatifitas Mahasiswa. Selain itu juga, Silvia merupakan 10 finalis Olimpiade Vokasi Indonesia 2018 pada kategori Business Plan yang akan bersaing dengan peserta dari PTN bereputasi, Universitas Airlangga, Universitas Indonesia, Universitas Diponegoro, Institut Pertanian Bogor, Universitas Brawijaya, Institut Teknologi Sepuluh Nopember tanggal 18 Oktober 2018 mendatang. Dengan prestasi tersebut, UII merupakan satu-satunya universitas swasta yang menjadi finalis olimpiade vokasi tingkat nasional tersebut.
Mahasiswa berprestasi dari angkatan 2017 diraih oleh Nofa Armelia Sari dengan IPS Genap TA 2017/2018 sebesar 4,00 dan IPK 3,96. Selain aktif belajar, mahasiswi asli Pati ini juga aktif mengajar siswa SMA/SMK dan kegiatan HMAK serta salah satu penerima Beasiswa Peningkatan Prestasi Akademik (Beasiswa-PPA) UII Tahun 2018. Srikandi yang terakhir adalah Rini Rahayu, peraih beasiswa dengan kategori IPK tertinggi untuk seluruh angkatan, merupakan mahasiswi angkatan 2017 yang memiliki IPK 4,00. Mahasiswi yang berasal dari Tasikmalaya ini memiliki segudang aktivitas di sela-sela padatnya jadwal kuliah dan praktikum, seperti anggota takmir Masjid Ulil Albab, relawan Aksi Cepat Tanggap (ACT) Yogyakarta. Aktivitas mahasiswi ini sejalan dengan visi misi UII yang ingin menciptakan insan yang rahmatan lil’alamin, yang dapat melebatkan manfaat ke seluruh masyarakat.
Dengan demikian, sangat pantas untuk menyematkan predikat mahasiswa berprestasi kepada ketiga mahasiswi tersebut. Akhir kata, kami, semua civitas akademika Prodi Analisis Kimia UII memberikan ucapan selamat yang tulus, tingkatkanlah prestasi dalam menebar manfaat dan terima kasih telah menorehkan prestasi luar biasa untuk UII. Salam Jaya Analis Kimia!!!





Pemateri pada workshop K3 ini adalah Bapak Azham Umar Abidin, SKM, MPH, yang merupakan dosen Prodi Teknik Lingkungan UII. Selain itu, beliau merupakan Asesor Kompetensi Bidang K3 pada BNSP dan LSP UII. Bapak Azham menjelaskan mengenai pengertian K3, identifikasi bahaya, pengendalian dan penanganan kecelakaan di laboratorum. Pada paparannya beliau menjelaskan bahwa K3 itu tidak hanya dibutuhkan di laboratorium tapi pada setiap aspek kegiatan manusia, contoh paling sederhana yang sering lalai dilakukan mahasiswa adalah penggunaan alat keselamatan berkendara. Sebelum melakukan kegiatan di laboratorium mahasiswa diharapkan telah terlebih dahulu mengidentifikasi potensi bahaya yang dapat terjadi, misalnya peralatan apa saja yang berbahaya.

Sesi workshop pagi hingga menjelang siang cukup menarik karena para dosen di jurusan kimia sangat antusias sehingga pemaparan materi sering diselingi dengan diskusi secara langsung. Prof. Riyanto, M.Si., Ph.D yang juga adalah Dekan FMIPA UII menyampaikan bahwa ada kurang lebih 20 paten di jurusan kimia baik yang sudah granted maupun masih dalam proses permohonan. Namun beliau seringkali menjumpai bahwa permohonan paten perlu waktu yang cukup lama hingga granted, dan hal tersebut diamini oleh Dr. Budi Agus Riswandi bahwasanya ada persyaratan yang harus dikonfirmasi oleh pemeriksa seperti memiliki kebaruan (novelty), lamgkah inventif (inventive step), pengembangan dari proses atau produk yang telah ada, dan dapat diterapkan di industri.

Sabtu (25/8/18) mahasiswa Prodi D3 Analisis Kimia UII menyelenggarakan Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional (LKTI) untuk siswa siswi SMA/SMK/MA sederajat. Kegiatan tersebut merupakan kegiatan tahun kedua yang dilaksanakan oleh mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Analis Kimia (HMAK). Lomba yang dilaksanakan di Ruang Auditorium FMIPA tersebut merupakan babak final setelah melewati serangkaian seleksi makalah dan mengambil nama Mission dengan tema “Peningkatan Potensi Sumber Daya Manusia Berdaya Saing Global melalui Penerapan IPTEK”. Babak final LKTIN diikuti oleh beberapa sekolah seperti MAN 1 Pekanbaru, MAN 2 Tasikmalaya, SMAN 2 Semarang, SMAN 1 Sikur Nusa Tenggara Barat dan SMK SMTI Yogyakarta. Menurut Salwa Syiana Aulia yang juga mahasiswa Prodi D3 Analisis Kimia UII angkatan 2016 selaku Ketua Panitia menjelaskan bahwa tujuan dari kegiatan Mission adalah untuk menggali potensi siswa SMA sederajat di seluruh Indonesia.




