Program Studi Diploma Analisis Kimia kembali hadir di Sabtu produktif 19 Desember 2020 dengan Webinar Kuliah Pakar Produk Halal dan Perkembangan Sertifikasi Produk Halal di Indonesia. Pada sambutannya, Tri Esti Purbaningtias, M.Si selaku Ketua Program Studi Diploma Analisis Kimia menyampaikan bahwasanya ini merupakan rangkaian kuliah pakar penutup di tahun 2020 dengan peserta adalah mahasiswa, dosen dan tenaga kependidikan di Prodi Analisis Kimia UII serta dari Prodi sejenis di bawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta Kementerian Perindustrian. Kuliah pakar ini merupakan implementasi dari matakuliah standardisasi, manajemen laboratorium, serta pengendalian jaminan mutu untuk memberikan perspektif kepada mahasiswa terkait sertifikasi untuk produk-produk yang beredar di masyarakat sebagai jaminan mutu eksternal khususnya terkait kehalalan.
Webinar ini dipandu bersama moderator Kuntari, M.Sc. dengan menghadirkan Dr. Nanang Munif Yasin, M.Pharm., Apt selaku Wakil Direktur Bidang Sertifikasi dan Pengawasan LPPOM MUI DIY yang menyampaikan bahwa populasi muslim di dunia adalah 1,6 milyar atau 25% dari total populasi penduduk dunia sehingga kehalalan produk maupun jasa menjadi sangat penting. Terkait di masa pandemic covid-19 ini, berbagai sektor terkena imbas yang luar biasa seperti pariwisata yaitu biro perjalanan hingga mencapai 70% sementara sektor makanan terdampak paling ringan dibandingkan sektor lainnya.
Dalam ajaran Islam, seorang muslim diperintahkan untuk mengkonsumsi makanan halal seperti tertuang dalam QS Al-Baqarah:168 serta HR Muslim 1015. Makanan dan minuman dikategorisasi keharamannya berdasarkan tiga (3) hal yaitu zatnya, cara penyajiannya, dan cara mendapatkam makanan/minuman tersebut. Selain karena perintah Allah SWT dalam Alquran maupun Hadits, produk halal juga diatur dalam regulasi atau peraturan yaitu UU No 33 tahun 2014 tentang jaminan produk halal (JPH) dimana produk wajib bersertifikat halal selama kurun waktu lima (5) tahun.
Ketersediaan produk halal memiliki urgensi penting terkait kepastian hukum ketersediaan produk halal, memberikan keamanan, kenyamanan, dan perlindungan terhadap produk makanan, minuman, obat-obatan dan kosmetika, meningkatkan nilai tambah dan daya saing produk, memberikan keuntungan timbal balik dan menumbuhkan kerjasama internasional dalam perdagangan produk halal. Perkembangan sertifikasi halal di Indonesia menunjukkan kemajuan yang luar biasa dimana LPPOM Pusat telah mensertifikasi lebih dari 274.000 produk yang bertujuan untuk memberikan kepastian status kehalalan suatu produk sesuai dengan syari’at Islam dimana sertifikat/ketetapan halal sebagai syarat untuk pencantuman label halal di suatu produk. Pengujian laboratorium tidak bersifat wajib (mandatory) pada saat pengajuan produk halal namun lebih untuk mendukung data jika ada keraguan saat pengambilan ketetapan untuk kehalalan suatu produk karena pengujian laboratorium memerlukan biaya besar yang justru dapat memberatkan perusahaan.
Analis kimia sendiri memiliki peran dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) untuk identifikasi produk halal terkait kompetensinya dalam pengujian-pengujian parameter fisika, kimia, dan biologi menggunakan metode konvensional maupun instrumentatif. Untuk LPPOM MUI pusat yang berlokasi di Bogor terbuka untuk kerjasama terkait program magang bagi mahasiswa analisis kimia untuk pengembangan kompetensi keilmuan di bidang pengujian laboratorium. Semoga peluang ini dapat dimanfaatkan mahasiswa Prodi D3 Analisis Kimia UII dengan baik.

Pengumuman Penerima Beasiswa Bantuan Belajar Mahasiswa
Berikut disampaikan nama penerima Beasiswa Beasiswa Bantuan Belajar Mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Islam Indonesia Periode Semester Genap Tahun Akademik 2020-2021
No.
Nama Mahasiswa
NIM
Prodi
1
Rizqi Annafi Muhadi
20611149
Statistika
2
Puspita Putri Nabilah
18611098
Statistika
3
Tiyas Noor Pangesti
20612080
Kimia
4
Jauhar Wathon Maharani S.
20612057
Kimia
5
Samsul Hidayat
18613155
Farmasi
6
Dimas S.P. Andana
19613039
Farmasi
7
Umi Ba’dingatul Latifah
18614071
Pendidikan Kimia
8
Risma Pratiwi
18614016
Pendidikan Kimia
9
Adibah Shofi Sahara
20231018
DIII Analisis Kimia
10
Yozevin Aisyah Agusvina
19231016
DIII Analisis Kimia
Download SK Penerima Beasiswa Bantuan Belajar
Dimohon untuk penerima beasiswa untuk dapat mengisi formulir dengan klik disini
Lomba Esai Karya Ilmiah SMA/MA/SMK Sederajat Tingkat Nasional “Integrasi Sains dan Teknologi Sebagai Pilar Kemandirian Bangsa”
Final lomba esai ini dilaksanakan secara virtual menggunakan media zoom meeting serta live streaming youtube di channel FMIPA UII yang dimulai pada pukul 08.00 WIB. Dekan Fakultas MIPA UII Prof. Riyanto, Ph.D. dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh peserta yang sudah berpartisipasi dalam lomba ini dan yang lolos hingga tahap final. Serta diharapkan semoga hasil karya seluruh peserta dapat menjadi suatu hal yang bermanfaat yang dapat dibaca oleh masyarakat luas.
Presentasi masing-masing peserta dilaksanakan selama 10 menit dilanjutkan dengan tanya jawab oleh dewan juri selama 5 menit. Dewan juri yang menilai yaitu Ibu Krisna Merdekawati, M.Pd. Kaprodi Pendidikan Kimia dan Ibu Atina Ahdika, M.Si. salah satu Dosen Prodi Statistika FMIPA UII.
Berdasarkan hasil presentasi diperoleh 3 pemenang terbaik. Juara 1 yaitu Tegar Ramadani dari SMA Nuris Jember dengan judul esai “FENISA: Future Energy From Nicotiana and Musa with Multiple Distillation and Horse Boat Concept”. Juara 2 yaitu Annisa Sabila dari SMA Negeri 2 Surakarta dengan judul esai “Alat Pendeteksi Masker Otomatis Berbasis Artificial Intelligence Machine Learning Supervised”. Serta Juara 3 oleh Arief Rahmat Maulana dari SMA Negeri 1 Karangmojo dengan judul esai “Sex Automation System: Detektor Jenis Kelamin Itik Berbasis Identifikasi Frekuensi Suara Terintegrasi CSMS (Clude-Server Management System) Menuju Revolusi Industri 4.0”. Hasil tersebut disampaikan oleh perwakilan dewan juri yaitu Ibu Atina Ahdika, M.Si. dengan diikuti pemberian pesan semoga lomba ini dapat menjadi salah satu perantara yang memberikan manfaat serta diharapkan bahwa seluruh peserta dapat memberikan kontribusi yang lebih besar di masa depan dengan ide dan inovasi yang lebih segar.
Sumber : FMIPA UII
Jurusan KimiaUII meraih 4 Penghargaan Implementasi Sistem Penjaminan Mutu UII 2020
Selamat Kepada Jurusan Kimia Fakultas MIPA UII, Program Studi D3 Analisis Kimia FMIPA UII, Prof. Dr. Is Fatimah, M.Si. dan Puji Kurniawati, M.Sc. yang berhasil mendapatkan penghargaan dalam rangka MILAD 78 th Universitas Islam Indonesia
FMIPA UII Virtual Open House FMIPA UII 2021
Kewajiban dan Ikhtiar Bersama Sivitas UII Merespons Pandemi Covid 19
Kewajiban dan Ikhtiar Bersama Sivitas UII Merespons Pandemi Covid 19, berdasarkanedaran dari TIM SATGAS COVID 19 Universitas Islam Indonesia
Himpunan Mahasiswa Analisis Kimia (HMAK) UII menyelenggarakan kegiatan “Analisis Kimia Berbagi” di Panti Asuhan Sayap Ibu
Kamis, 17 Desember 2020 bertempat di panti asuhan sayap ibu. Kegiatan ini dapat terlaksana dengan bantuan dari beberapa perwakilan fungsionaris HMAK FMIPA UII selaku panitia dan peserta yang mengisi dari pihak panti asuhan. Acara analisis kimia berbagi dibuka pada pukul 13.30 WIB yang seharusnya pembukaan dilakukan pada jam 13.00 WIB namun karena ada kendala cuaca yang sedang hujan maka waktu pembukaan diundur. Selama menunggu waktu pembukaan, panitia mengkondisikan para peserta. Pembukaan acara dilakukan oleh MC kemudian dilanjutkan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, kata sambutan ketua himpunan. Acara selanjutnya yaitu pemaparan profil panti yang diwakilkan oleh kepala yayasan yang kemudian dilanjutkan ke acara pelatihan pembuatan Tie Dye dengan menggunakan pewarna alami, pada saat proses pelatihan pembuatannya dilakukan oleh peserta secara berpasangan dengan didampingi oleh panitia. Peserta sangat antusias dalam melaksanakan pelatihan karena mereka bisa berkreasi sesuai dengan kesukaannya secara kerjasama antar pasangannya. Proses pewarnaan baju selesai kemudian ditunggu kurang lebih 40 menit. Saat menunggu proses pewarnaan, acara diisi dengan analytic dan beberapa penampilan dari peserta, tentunya pada acara ini peserta sangat senang dan antusias. Kemudian selanjutnya melihat hasil dari pembuatan Tie Dye, hasil nya sangat beragam dan tentunya mereka puas dengan hasil masing-masing. Setelah acara pelatihan selesai, dilanjutkan ke acara utama yaitu penyerahan bakti sosial berupa dana bantuan pendidikan sebesar Rp. 2.275.000 dan beberapa pakaian, sepatu, tas yang masih layak pakai. Penyerahan baksos dilakukan oleh ketua himpunan yaitu hidayatur rizky yang diwakilkan oleh iqbal ramadhan selaku sekretaris dan diterima oleh kepala yayasan yang diwakilkan oleh perawat yayasan. Acara utama telah selesai, kemudian dilanjutkan dengan penutupan dan doa bersama.
Kuliah Pakar Series : Pentingnya Produk Halal dan Perkembangan Sertifikasi Produk Halal di Indonesia
Program Studi Diploma Analisis Kimia kembali hadir di Sabtu produktif 19 Desember 2020 dengan Webinar Kuliah Pakar Produk Halal dan Perkembangan Sertifikasi Produk Halal di Indonesia. Pada sambutannya, Tri Esti Purbaningtias, M.Si selaku Ketua Program Studi Diploma Analisis Kimia menyampaikan bahwasanya ini merupakan rangkaian kuliah pakar penutup di tahun 2020 dengan peserta adalah mahasiswa, dosen dan tenaga kependidikan di Prodi Analisis Kimia UII serta dari Prodi sejenis di bawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta Kementerian Perindustrian. Kuliah pakar ini merupakan implementasi dari matakuliah standardisasi, manajemen laboratorium, serta pengendalian jaminan mutu untuk memberikan perspektif kepada mahasiswa terkait sertifikasi untuk produk-produk yang beredar di masyarakat sebagai jaminan mutu eksternal khususnya terkait kehalalan.
Webinar ini dipandu bersama moderator Kuntari, M.Sc. dengan menghadirkan Dr. Nanang Munif Yasin, M.Pharm., Apt selaku Wakil Direktur Bidang Sertifikasi dan Pengawasan LPPOM MUI DIY yang menyampaikan bahwa populasi muslim di dunia adalah 1,6 milyar atau 25% dari total populasi penduduk dunia sehingga kehalalan produk maupun jasa menjadi sangat penting. Terkait di masa pandemic covid-19 ini, berbagai sektor terkena imbas yang luar biasa seperti pariwisata yaitu biro perjalanan hingga mencapai 70% sementara sektor makanan terdampak paling ringan dibandingkan sektor lainnya.
Dalam ajaran Islam, seorang muslim diperintahkan untuk mengkonsumsi makanan halal seperti tertuang dalam QS Al-Baqarah:168 serta HR Muslim 1015. Makanan dan minuman dikategorisasi keharamannya berdasarkan tiga (3) hal yaitu zatnya, cara penyajiannya, dan cara mendapatkam makanan/minuman tersebut. Selain karena perintah Allah SWT dalam Alquran maupun Hadits, produk halal juga diatur dalam regulasi atau peraturan yaitu UU No 33 tahun 2014 tentang jaminan produk halal (JPH) dimana produk wajib bersertifikat halal selama kurun waktu lima (5) tahun.
Ketersediaan produk halal memiliki urgensi penting terkait kepastian hukum ketersediaan produk halal, memberikan keamanan, kenyamanan, dan perlindungan terhadap produk makanan, minuman, obat-obatan dan kosmetika, meningkatkan nilai tambah dan daya saing produk, memberikan keuntungan timbal balik dan menumbuhkan kerjasama internasional dalam perdagangan produk halal. Perkembangan sertifikasi halal di Indonesia menunjukkan kemajuan yang luar biasa dimana LPPOM Pusat telah mensertifikasi lebih dari 274.000 produk yang bertujuan untuk memberikan kepastian status kehalalan suatu produk sesuai dengan syari’at Islam dimana sertifikat/ketetapan halal sebagai syarat untuk pencantuman label halal di suatu produk. Pengujian laboratorium tidak bersifat wajib (mandatory) pada saat pengajuan produk halal namun lebih untuk mendukung data jika ada keraguan saat pengambilan ketetapan untuk kehalalan suatu produk karena pengujian laboratorium memerlukan biaya besar yang justru dapat memberatkan perusahaan.
Analis kimia sendiri memiliki peran dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) untuk identifikasi produk halal terkait kompetensinya dalam pengujian-pengujian parameter fisika, kimia, dan biologi menggunakan metode konvensional maupun instrumentatif. Untuk LPPOM MUI pusat yang berlokasi di Bogor terbuka untuk kerjasama terkait program magang bagi mahasiswa analisis kimia untuk pengembangan kompetensi keilmuan di bidang pengujian laboratorium. Semoga peluang ini dapat dimanfaatkan mahasiswa Prodi D3 Analisis Kimia UII dengan baik.
Peningkatan Kepemimpinan Dasar Islam dan Penanaman Adab Pergaulan dalam Keluarga Islam untuk Mahasiswa melalui Pesantrenisasi Online
PESANTRENISASI DARING DI MASA PANDEMI
Masa Pandemi Covid-19 ini mengharuskan kita melakukan banyak kegiatan tanpa tatap muka. Seperti kegiatan Pesantrenisasi D3 Analisis Kimia jika sebelumnya dilakukan secara tatap muka, sekarang agar pesantrenisasi tetap dapat berjalan sesuai tujuan tanpa mengurangi essensinya Prodi D3 Analisis Kimia menyelenggarakan pesantrenisasi secara daring. Pesantrenisasi dilaksanakan selama 2 hari yaitu Sabtu (19/12/20) dan Ahad (20/12/20).
Kegiatan yang tersusun dalam kurikulum Ulil Albab Universitas Islam Indonesia dan menjadi program wajib mahasiswa analisis kimia angkatan 2020 ini dibuka oleh Thorikul Huda, M.Sc. selaku Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Keagamaan dan Alumni FMIPA UII. Pada sambutannya Thorikul mengatakan bahwa kegiatan ini tidak hanya sebagai pemenuhan SKP wajib tetapi diharapkan dapat mendatangkan manfaat ukhrawi bagi mahasiswa.
Kegiatan pesantrenisasi tahap pertama dilaksaksanakan secara sinkron melalui platform zoom dan secara asinkron melalui google classroom. Pada tahap pertama, Prodi D3 Analisis Kimia mengundang dua narasumber yang memiliki kepakaran dalam bidang Pelatihan Kepemimpinan dan Dakwah serta Adab Pergaulan dan Keluarga Islami. Alif Lukmanul Hakim, S.Fil., M.Phil. selaku narasumber untuk Pelatihan Kepemimpinan dan Dakwah menyampaikan bahwa karakter pemimpin yang baik itu memiliki beberapa kriteria yaitu adil, amanah, tablig, fathonah, sidiq dan berakhaluk karimah. Seorang pemimpin harus dapat bersikap ramah tidak mudah marah mengedepankan musyawarah ketika mengemban amanah. Dalam kehidupan seorang muslim penting menerapkan adab. Manusia beradap akan menjadi pribadi yang adil sehingga patut dijadikan pemimpin. Adab merupakan salah satu hal penting dalam menumbuhkan kecintaaan kepada Sang Pencipta maupun ke sesama. Adab juga penting dalam mencegah manusia berbuat buruk tutur Syahdara Anisa Makruf, S.Pd.I., M.Pd.I.
Kegiatan pesantrenisasi tahap kedua, mahasiswa melanjutkan aktivitas pesantrenisasi yaitu mengerjakan secara mandiri penugasan pembuatan video dakwah dan tilawah dilanjutkan dengan ujian tertulis melalui googleform. Penugasan ini diharapkan sebagai salah satu bentuk latihan mahasiswa dalam berdakwah. Dakwah sebagai ikhtiar untuk melestarikan nilai-nilai Islam dari generasi ke generasi kaum muslimin berikutnya sehingga kelangsungan ajaran Islam ke generasi berikutnya tidak terputus sebagai bentuk kontribusi mahasiswa mewujudkan visinya sebagai rahmatan lil’alamin.
Kuliah Pakar Biokimia : Pencarian Kandidat Baru Obat
Sabtu, 5 Desember 2020, Prodi D3 Analisis Kimia UII melaksanakan kuliah pakar untuk matakuliah Biokimia dengan pembicara Evana, M.Sc dari LIPI Cibinong Bogor. Kuliah pakar ini dilaksanakan untuk menyelaraskan pendidikan dengan perkembangan industri dan memberikan pembelajaran tentang pendidikan praktis kepada mahasiswa. Sinergitas ini diharapkan dapat memberikan pengalaman dunia kerja pada mahasiswa sehingga harapannya mahasiswa saat lulus siap menjadi sumber daya manusia yang siap kerja. Kegiatan ini juga selaras dengan persiapan penerapan Kampus Merdeka di Prodi D3 Analisis Kimia dan menuju Vokasi Kuat Indonesia Hebat.
Adanya berbagai penyakit menyebabkan Indonesia harus mencari kandidat baru sebagai obat untuk mengobati penyakit tersebut. Banyaknya keanekaragaman hayati yang ada di Indonesia, menyebabkan kandidat senyawa obat bisa memanfaatkan keanekaragaman hayati tersebut. Senyawa aktif diuji menggunakan uji antioksidan dan antibakteri. Eksplorasi keanekaragaman hayati dilakukan setiap tahun untuk menguji apakah ada senyawa aktif yang bisa dimanfaatkan sebagai kandidat obat baru. LIPI melakukan eksplorasi 1000 sampai 1500 sampel yang terdiri dari tanaman, bakteri dan hewan untuk diuji zat aktifnya dan hanya sekitar 50% dari sampel tersebut yang memiliki fungsi sebagai antioksidan dan/atau antibacterial.
Dalam prosesnya, untuk membuat obat baru, diperlukan waktu yang sangat panjang sekitar 15 tahun. Dalam perjalannya, kandidat obat akan menjadi obat yang efektif memerlukan penelitian multi disiplin ilmu. Hal ini dilakukan agar obat aman digunakan dan tidak menimbulkan efek samping yang membahayakan. Eksplorasi akan terus dilakukan untuk mencari kandidat obat baru untuk kepentingan masyarakat.
GREEN ANALYST 2020
[GREEN ANALYST 2020]
Assalamualaikum Wr. Wb.
Hallo teman teman semua !
Kita akan melaksanakan GREEN ANALYST 2020 nih ?
Apa itu Green Analyst ?
Green Analyst merupakan acara tahunan dari progam studi D3 Analis Kimia dengan bentuk kegiatannya adalah kunjungan industri dan penanaman pohon. ??
Namun karena pandemi Covid-19 tahun ini Green Analyst dilaksanakan secara daring , bersama :
~ Pembicara :
1. Intalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dengan Tema ‘Mewujudkan Analis Muda yang Berwawasan dan Mempunyai Kemampuan dalam Menjaga Lingkungan’
2. Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLH) dengan tema ‘Menumbuhkan Rasa Peduli Terhadap Lingkungan dan Ekosistem Alam’
Yang akan dilaksanakan pada :
? Sabtu , 17 Oktober 2020
⏰ 07.00 WIB – Selesai
?HTM : Free
?Via ZOOM
? Fasilitas : Ilmu yang bermanfaat, Menambah Relasi, dan E-Sertifikat
Jangan lupa daftar pada link :
https://s.id/GreenAnalyst2020
Apabila ingin mengetahui informasi lebih lanjut, dapat menghubungi :
Nurul Aini Anisa 0895359717474
Nadilla Octavia