
Yogyakarta, Lima orang mahasiswa Program Studi D3 Analisis Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Islam Indonesia (UII) yakni Budiani Astuti , Annisa Fajar Lestari, Indah Ika Nurcahyani, Muhammad Rifki Aliudin, dan Vony Hanna Retnaning Peny baru saja menyelesaiakan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) berjudul “Nata De Cactus: Inovasi Minuman Rendah Kalori dari Kaktus Centong (Opuntia ficus-indica) untuk Mendukung Program Penurunan Berat Badan”.
Penelitian itu dilakukan dengan bimbingan dosen Kuntari, S.Si., M.Sc dan dilaksanakan di UII pada 1 Juni 2021.
Budiani Astuti menjelaskan latar belakang kelompoknya memilih judul tersebut. Menurut dia, Indonesia sedang mengalami bonus demografi dengan dominasi masyarakatnya berada di usia produktif (15-64 tahun) sebesar 68,7% dari total populasi Indonesia tahun 2019 dan puncaknya pada tahun 2030. Usia produktif masyarakat Indonesia seharusnya berpotensi menjadi penyokong pertumbuhan ekonomi. Namun, banyak usia produktif ini memiliki kecenderungan mengalami obesitas.
Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar Kemenkes RI 2018, prevalensi obesitas pada usia dewasa (≥18 tahun) di Indonesia naik dua kali lipat sejak 10 tahun terakhir, yaitu 10,5% di tahun 2007 dan 21,8% di tahun 2018.
Penyebab seseorang mengalami obesitas, salah satunya dari konsumsi makanan dan minuman yang cenderung memiliki kadar kalori, garam, dan gula tinggi serta rendah serat. Permasalahan berat badan berlebih membuat masyarakat melakukan berbagai metode penurunan berat badan ekstrem. Padahal pola makanlah yang mempengaruhi 75% program penurunan berat badan.
“Sumber makanan atau minuman rendah kalori yang dapat menjadi alternatif dalam mendukung program penurunan berat badan adalah kaktus centong. Kaktus centong diketahui memiliki kandungan berbagai bahan aktif yang bermanfaat dan aman untuk dikonsumsi. Mempertimbangkan peluang bisnis yang prospektif, maka pengusul mengajukan sebuah inovasi usaha produk nata de cactus,” kata Budiani Astuti.
Sementara Annisa Fajar Lestari menyampaikan masyarakat saat ini memilih jalan dalam melakukan penurunan berat badan dengan mengkonsumsi obat diet dan juga menjalani program diet ekstrem yang tidak jarang memunculkan efek samping. Produk nata de cactus hadir dengan bahan dasar alami yang juga memberi pengaruh positif bagi orang yang sehat dan memberi pilihan bagi masyarakat dalam memilih minuman rendah kalori yang akan dikonsumsi.
Untuk pembuatannya, Nata de cactus diawali persiapan bahan yang meliputi kaktus centong, ZA foodgrade, gula, dan perasan lemon. Untuk selanjutnya dilakukan pembuatan sari kaktus dengan cara membersihkan kaktus centong, direndam dengan air panas, disaring dan dipisahkan kaktus dari lendirnya. Kemudian dihaluskan dengan blender.
“Hasil dari kaktus yang sudah lembut disaring dengan kain dan diambil sarinya. Untuk selanjutnya sari kaktus akan direbus, ditambahkan dengan gula, ZA foodgrade, dan perasan air lemon. Setelah perebusan, larutan tersebut dituang dalam loyang, diberi starter bakteri dan dilakukan proses fermentasi. Proses fermentasi terjadi selama 8 hari dan didapatkan nata de cactus,” jelas Indah Ika Nurcahyani.
Muhammad Rifki Aliudin mengatakan berdasarkan penuturan dosen pembimbingnya, pemanfaatan kaktus sebagai bahan baku Nata de Cactus dapat meningkatkan nilai ekonomi kaktus centong. “Produk inovasi ini memberikan banyak manfaat untuk kesehatan karena kaya akan serat, vitamin, antioksidan, dan rendah kalori,” tutur Kuntari dikutip oleh kelompok.
Inovasi minuman rendah kalori dari kaktus centong ini diharapkan dapat membantu dalam penurunan angka berat badan berlebih dan obesitas di Indonesia. “Selain itu, Nata de cactus dapat menjadi wujud karya kreatifitas dan pengembangan minat berwirausaha dengan produk yang unik, inovatif, dan bermanfaat,” tutup Vony Hanna Retnaning Peny.
Sumber : HarianJogja.com
Kuliah Pakar Series#2 : Pengendalian dan Penjaminan Mutu Pengujian Secara Spektrometri di Industri
Spektrometri merupakan suatu metode instrumental yang secara luas digunakan dalam beberapa industri seperti industri bahan kimia, makanan, farmasi dan tekstil. Contoh metode spektrofotometri adalah spektrometri uv-tampak, spektrometri serapan atom (SSA), atomic fluorescence spectrometry (AFS), inductively coupled plasma mass spectrometry, x-ray powder diffraction (XRD) dan nuclear magnetic resonance (NMR). Masing-masing metode dipilih berdasarkan karakteristik sampel yang diuji. Mutu dari hasil pengujian dalam setiap penggunaan metode spektrofometri harus dikendalikan dan dijamin. Materi terkait pengendalian dan penjaminan mutu tentunya penting dipahami oleh seorang analis. Berdasarkan hal tersebut, Sabtu (30/10/2021) Prodi D III Analisis Kimia menyelenggarakan kuliah pakar yang bertemakan Pengendalian dan Penjaminan Mutu Pengujian secara Spektrometri di Industri. Acara kuliah pakar ini dibersamai pemateri dengan kualifikasi yang sesuai dengan tema tersebut yaitu Leli Nur Laili, ST selaku Manajer Laboratorium Analisa Pangan dan Umum PT Agung Lestari
Acara ini dimaksudkan untuk mendukung ketercapaian CPL di matakuliah Spektrometri, Teknik Validasi Metode serta Pengendalian dan Jaminan mutu, tutur Tri Esti Purbaningtias selaku Kaprodi D III Analisis Kimia UII. Melalui pengendalian mutu yang sistematik dan terencana, tahapan dalam proses pengujian dapat dikendalikan, dipantau, dan diperiksa untuk memastikan bahwa sistem manajemen mutu berjalan secara efektif. Beberapa parameter pengendalian mutu pengujian meliputi parameter linearitas, batas deteksi, batas kuantisasi, presisi, akurasi, kekuatan dan ketangguhan. Parameter tersebut perlu diuji dan dievaluasi hasil keberterimaannya sehingga suatu hasil pengujian dapat dikatakan memiliki keabsahan, papar Leli Nur Laili.
Materi kuliah pakar ini disampakain secara apik dan sistematis oleh pemateri, ungkap Kuntari, M.Sc. selaku moderator. Ada beberapa pertanyaan dari peserta terkait permasalahan yang sering terjadi dalam implementasi pengendalian dan penjaminan mutu pengujian juga dijawab dengan contoh riil yang dilakukan di PT Mutu Agung Lestari sendiri sehingga peserta terbantu dalam mengatasi permasalahan terutama terkait kalibrasi instrumentasi yang dilakukan di instasinya. Semoga pelaksanaan kuliah pakar yang diselenggarakan oleh Prodi D III Analisis Kimia dapat menebar manfaat untuk sesama terutama untuk mahasiswa. Salam Jaya Analisis Kimia
Kuliah Pakar Series #2 : Pengendalian dan Penjaminan Mutu Pengujian secara Spektrometri di Industri
Kuliah Pakar Series #1 : Pengenalan Keselamatan dan Kesehatan Kerja dan Sistem Manajemen K3
Pemahaman tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja serta Sistem Manajemen K3 dalam lingkungan kerja merupa hal yang penting dimiliki oleh mahasiswa DIII Analisis Kimia UII. Apalagi aktivitas mahasiswa analis erat kaitannya dengan bahan kimia dimana termasuk dalam aspek pengawasan dalam K3. Upaya Prodi D III Analisis kimia untuk memberikan pemahaman mahasiswa terkait kedua hal tersebut melalui pelaksanaan kuliah pakar yang diselenggarakan pada Sabtu (23/10/2021). Dalam sambutannya, Tri Esti Purbaningtias, M.Si. selaku Ketua Program Studi DIII Analisis Kimia menyampaikan bahwa kuliah pakar ini merupakan kuliah pertama yang dilaksanakan pada semester Ganjil 2021/2022. Harapan Tri Esti Purbaningtias, M.Si. dengan terselenggaranya kuliah pakar ini dapat menambah kesadaran mahasiswa dalam penerapan secara konkrit di dalam lingkup kerja seorang analis.
Sistem Manajemen K3 tercantum pada Peraturan Pemerintah Nomor 50 Tahun 2012. Tujuannya Tujuan dari penerapan SMK3 diantaranya adalah: mencegah dan mengurangi kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja dengan melibatkan unsur manajemen, pekerja/buruh/serikat pekerja/serikat buruh, meningkatkan efektifitas perlindungan keselamatan dan kesehatan kerja yang terencana, terukur, terstruktur, dan terintegrasi; menciptakan tempat kerja yang aman, nyaman, dan efisien untuk mendorong produktivitas
Berdasarkan tujuan tersebut, perusahaan yang mampu menerapkan SMK3 akan mendapatkan beberapa manfaat diantaranya: melindungi pekerja dengan menghindari adanya kerugian material dan jiwa akibat kecelakaan kerja, mematuhi peraturan pemerintah sehingga membuat perusahaan terhindar dari sanksi, meningkatkan kepercayaan konsumen dan membangun image market terhadap perusahaan serta membuat sistem manajemen menjadi lebih efektif sehingga dapat menciptakan hubungan yang harmonis bagi karyawan dan perusahaan tutur pemateri Muhamad Agung Maulidia Pratama, S.Si. Muhamad Agung Maulidia Pratama, S.Si., yang merupakan alumni Prodi D III Analisis Kimia yan bekerja pada bagian Health Safety Environment (HSE) PT Siewerk Indonesia juga menyampaikan bahwa selain perencanaan dan pelaksanaan SMK3 peninjauan dan peningkatan Kinerja SMK3, pengusaha wajib melakukan peninjauan ulang terhadap penerapan SMK3 secara berkala meliputi: evaluasi terhadap kebijakan K3, tujuan, sasaran, dan kinerja K3, hasil temuan audit SMK3 dan evaluasi efektivitas penerapan SMK3 dan kebutuhan untuk pengembangan SMK3. Hal tersebut untuk perbaikan berkelanjutan (continual improvement) sehingga tujuan penerapan SMK3 dapat optimal.
Pada akhir sesi kuliah pakar ini ditutup dengan sebuah pantun oleh moderator yaitu Kuntari, M.Sc.
Ikut kuliah pakar seri pertama
Dibersamai oleh Pak Agung Maulidia Pratama
Ayo kita terapkan K3L dan SMK3
Untuk capai selamat, sehat jiwa raga
Salam jaya analisis kimia UII.
Program Studi D3 Analisis Kimia – Jurusan Kimia UII kembali mengadakan Kuliah Pakar Series #1 “Pengenalan K3L dan SMK3”
Prodi D3 Analisis Kimia – Jurusan Kimia FMIPA UII
Present
Kuliah Pakar Series #1
Sabtu, 23 Oktober 2021 jam 08.30
link pendaftaran : bit.ly/kuliah-pakar-2021
Pemateri : M. Agung Maulidia Pratama (PT. Siegwerk Indonesia)
Topik : “Pengenalan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Lingkungan (K3L) dan Sistem Manajemen K3 (SMK3)”
Program Studi D3 Analisis Kimia – Jurusan Kimia Fakultas MIPA UII Menyelenggarakan Virtual Summer School
Topik : Method Validation In Spectrometry And Chromatography
Pelaksanaan : 16 – 30 Oktober 2021
Narasumber : Prof. Riyanto, M.Si., Ph.D.
Narasumber : Thorikul Huda, S.Si., M.Sc.
a. Analisis pengujian
b. Kalibrasi alat uji
c. Penjaminan mutu pengujian
Narasumber : Dr. Noor Fitri, M.Si.
a. Analisis pengujian
b. Kalibrasi alat uji
c. Penjaminan mutu pengujian
Narasumber : Yuli Rohyami, S.Si., M.Sc.
Narasumber: Tri Esti Purbaningtias, M.Si.
Narasumber: Puji Kurniawati, M.Sc.
Narasumber: Bayu Wiyantoko, M.Sc.
Narasumber: Kuntari, M.Sc.
Prodi Analisis Kimia UII Berhasil Menyelenggarakan Program Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) Bersertifikat dengan Memanfaatkan Virtual Laboratory (V-Lab)
Adanya pandemi Covid-19 menyebabkan adanya pembatasan aktivitas tatap muka. Berkurangnya aktivitas tatap muka dalam perkuliahan tentu saja berdampak pada proses pecapaian pembelajaran mahasiswa. Akan tetapi, hal ini tidak menyurutkan semangat inovasi Prodi Analisis Kimia UII dalam meyelenggarakan Pendidikan vokasi. Keterbatasan yang ada justru membuka peluang-peluang peningkatan proses pembelajaran di bidang kimia. Sebelum adanya pandemi Covid-19, tidak pernah terbayangkan bahwa kuliah di kimia dapat dilaksanakan secara daring, tetapi Prodi Analisis Kimia justru dapat menjadikan kekurangan menjadi kelebihan dengan membuat Virtual Laboratory untuk instrument spektrofotometer dan kromatografi yang membuka peluang adanya penyelenggaraan PJJ modus ganda. Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia No 7 Tahun 2020, PJJ modus ganda, yaitu penyelenggaraan pembelajaran secara tatap muka (luring) dan jarak jauh (daring).
Pada 22-25 Juni 2021 telah dilaksanakan uji coba PJJ daring untuk matakuliah Praktikum Spektrometri untuk 28 mahasiswa UII lintas prodi, yaitu Prodi Kimia, Prodi Pendidikan Kimia, Prodi Farmasi dan Prodi Teknik Kimia. Hal ini sejalan dengan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Pembelajaran dalam Program Studi lain pada Perguruan Tinggi yang sama, yang diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No 3 Tahun 2020 Pasal 15. Prodi Analisis Kimia merupakan satu-satunya program studi di UII yang memiliki skema kompetensi di LSP UII, sehingga semua mahasiswanya berkesempatan untuk memperoleh sertifkat kompetensi bidang penguji laboratorium. Adanya MBKM penyelenggaran PJJ mata kuliah bersertifikat ini memberikan peluang mahasiswa program studi lainnya di UII untuk dapat mengikuti uji kompetensi.
Pelaksanaan PJJ secara luring yang seharusnya dijadwalkan pada awal Juli mengalami perubahan jadwal akibat adanya PPKM di Indonesia. “Alhamdulillah, pada tanggal 24 September kemarin telah dilaksanakan pelatihan luring validasi spektrometri yang kemudian dilanjutkan dengan uji kompetensi oleh LSP UII, karena kebetulan peserta uji coba ini mendapatkan hibah Program Pelaksanaan Sertifikat Kompetensi Kerja (PSKK) 2021 dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Pada tahun ini, LSP UII memberikan uji kompetensi validasi spektrometri gratis untuk 100 mahasiswa UII yang terdiri dari 72 mahasiswa Prodi Analisis Kimia, 3 mahasiswa Prodi Farmasi, 10 mahasiswa Prodi Pendidikan Kimia, 10 mahasiswa Prodi Kimia, dan 5 mahasiswa Prodi Teknik Kimia. Untuk mahasiswa Prodi Analisis Kimia, tidak diikutkan dalam uji coba PJJ ini karena telah mendapat hal yang serupa pada pelaksanaan mata kuliah Praktikum Spektrometri pada semester Genap 2020/2021 yang lalu, tetapi untuk program studi lain perlu dilakukan pelatihan sebelumnya, karena berdasarkan hasil hibah PSKK 2020, tingkat kelulusan uji kompetensi untuk program studi lain lebih kecil dibandingkan Prodi Analisis Kimia. Harapan saya, dengan adanya PJJ bersertifikat modus ganda ini akan meningkatkan kelulusan uji kompetensi untuk mahasiswa prodi lainnya sehingga nantinya, sertifikat kompetensi yang mereka raih dapat membantu dalam dunia kerja setelah lulus.” disampaikan oleh Tri Esti Purbaningtias, M.Si. selaku Ketua Program Studi Analisis Kimia Program Diploma.
Untuk rencana selanjutnya, Prodi Analisis Kimia akan menyelenggarakan kegiatan yang serupa untuk matakuliah Praktikum Kromatografi, dan Summer School untuk mahasiswa asing dengan menerapkan PJJ modus tunggal (hanya daring) dengan memanfaatkan Virtual Laboratory yang ada, yaitu Spektrofotometer UV-Vis, Spektrofotometer Serapan Atom, Kromatografi Gas, dan Kromatografi Cair.
Link Virtual Laboratory D3 Analisis Kimia : (click here)
Tawaran Penerimaan Beasiswa Apresesiasi Prestasi dan Beasiswa Mahasiswa Penggerak Kepemimpinan FMIPA UII
A. Beasiswa Mahasiswa Apresisasi Prestasi
KETENTUAN UMUM
WAKTU
Beasiswa Fakultas MIPA UII diberikan kepada mahasiswa aktif pada periode semester Ganjil Tahun Akademik 2021-2022
ALOKASI
PROSEDUR PENGAJUAN BEASISWA
Maksimal ukuran file yang diunggah adalah 10 MB
Penetapan penerima beasiswa akan ditetapkan berdasarkan surat Keputusan Dekan Fakultas MIPA UII
TANGGAL PENTING
NO
TANGGAL
KETERANGAN
1
1-8 Oktober 2021
Pengumuman Penerimaan Beasiswa Fakultas MIPA UII
2
9-30 Oktober 2021
Pengumpulan Berkas Calon Penerima Beasiswa
3
7 November 2021
Penetapan Peraih Beasiswa
4
14 November 2021
Pengumuman
Download pengumuman resmi
Download formulir surat permohonan Dekan
Download surat rekomendasi Ketua Program Studi
B. Beasiswa Mahasiswa Penggerak Kepemimpinan
KETENTUAN UMUM
WAKTU
Beasiswa diberikan dalam rangka milad Fakultas MIPA UII yang ke- 26 kepada mahasiswa aktif pada periode semester Ganjil Tahun Akademik 2021-2022
ALOKASI
PROSEDUR PENGAJUAN BEASISWA
TANGGAL PENTING
NO
TANGGAL
KETERANGAN
1
1-8 Oktober 2021
Pengumuman Penerimaan Beasiswa Fakultas MIPA UII
2
9-30 Oktober 2021
Pengumpulan Berkas Calon Penerima Beasiswa
3
7 November 2021
Penetapan Peraih Beasiswa
4
14 November 2021
Pengumuman
Download pengumuman resmi
Download formulir surat permohonan Dekan
Download surat rekomendasi dari Ketua Organisasi Kemahasiswaan
Ta’lim Perdana Mahasiswa Angkatan 2020 & 2021 FMIPA UII “Implementasi Ajaran Al-Qur’an Melalui Disiplin Ilmu-Ilmu MIPA”
Alhamdulillah, pada Rabu 29 September 2021 telah berlangsung kegiatan Ta’lim Perdana mahasiswa FMIPA UII angkatan 2020 dan 2021 dengan tema “Implementasi Ajaran Al-Qur’an Melalui Disiplin Ilmu-Ilmu MIPA”. Bertindak sebagai pemateri dalam acara tersebut yaitu bpk ust. Irwan Masduqi Lc. M.Hum (Pengasuh Pondok Pesantren Assalafiyah Mlangi II Sleman).
acara yang di ikuti kurang lebih 700 mahasiswa dari dua angkatan tersebut berlangsung sangat menarik karena selain dikemas dengan tampilan yang modern, pada acara tersebut ikut dimeriahkan oleh nasyid acapela Fatih dan lomba twibbon Start Kuliah Start Ta’lim.
Ta’lim Perdana Mahasiswa Angkatan 2020 & 2021 Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Islam Indonesia (UII)
Mengangkat Tema : Implementasi Ajaran Al-Qur’an Melalui Disiplin Ilmu-Ilmu MIPA
Pemateri : Irwan Masduqi Lc. M.Hum (Pengasuh Pondok Pesantren Assalafiyah Mlangi II Sleman)
Pelaksanaan Rabu, 29 September 2021 Jam 15.00 WIB
Memanfaatkan Tanaman Kaktus Mahasiswa D3 Analisis Kimia UII Mampu Mengahasilkan Olahan Kreatif “Nata De Cactus”
Yogyakarta, Lima orang mahasiswa Program Studi D3 Analisis Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Islam Indonesia (UII) yakni Budiani Astuti , Annisa Fajar Lestari, Indah Ika Nurcahyani, Muhammad Rifki Aliudin, dan Vony Hanna Retnaning Peny baru saja menyelesaiakan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) berjudul “Nata De Cactus: Inovasi Minuman Rendah Kalori dari Kaktus Centong (Opuntia ficus-indica) untuk Mendukung Program Penurunan Berat Badan”.
Penelitian itu dilakukan dengan bimbingan dosen Kuntari, S.Si., M.Sc dan dilaksanakan di UII pada 1 Juni 2021.
Budiani Astuti menjelaskan latar belakang kelompoknya memilih judul tersebut. Menurut dia, Indonesia sedang mengalami bonus demografi dengan dominasi masyarakatnya berada di usia produktif (15-64 tahun) sebesar 68,7% dari total populasi Indonesia tahun 2019 dan puncaknya pada tahun 2030. Usia produktif masyarakat Indonesia seharusnya berpotensi menjadi penyokong pertumbuhan ekonomi. Namun, banyak usia produktif ini memiliki kecenderungan mengalami obesitas.
Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar Kemenkes RI 2018, prevalensi obesitas pada usia dewasa (≥18 tahun) di Indonesia naik dua kali lipat sejak 10 tahun terakhir, yaitu 10,5% di tahun 2007 dan 21,8% di tahun 2018.
Penyebab seseorang mengalami obesitas, salah satunya dari konsumsi makanan dan minuman yang cenderung memiliki kadar kalori, garam, dan gula tinggi serta rendah serat. Permasalahan berat badan berlebih membuat masyarakat melakukan berbagai metode penurunan berat badan ekstrem. Padahal pola makanlah yang mempengaruhi 75% program penurunan berat badan.
“Sumber makanan atau minuman rendah kalori yang dapat menjadi alternatif dalam mendukung program penurunan berat badan adalah kaktus centong. Kaktus centong diketahui memiliki kandungan berbagai bahan aktif yang bermanfaat dan aman untuk dikonsumsi. Mempertimbangkan peluang bisnis yang prospektif, maka pengusul mengajukan sebuah inovasi usaha produk nata de cactus,” kata Budiani Astuti.
Sementara Annisa Fajar Lestari menyampaikan masyarakat saat ini memilih jalan dalam melakukan penurunan berat badan dengan mengkonsumsi obat diet dan juga menjalani program diet ekstrem yang tidak jarang memunculkan efek samping. Produk nata de cactus hadir dengan bahan dasar alami yang juga memberi pengaruh positif bagi orang yang sehat dan memberi pilihan bagi masyarakat dalam memilih minuman rendah kalori yang akan dikonsumsi.
Untuk pembuatannya, Nata de cactus diawali persiapan bahan yang meliputi kaktus centong, ZA foodgrade, gula, dan perasan lemon. Untuk selanjutnya dilakukan pembuatan sari kaktus dengan cara membersihkan kaktus centong, direndam dengan air panas, disaring dan dipisahkan kaktus dari lendirnya. Kemudian dihaluskan dengan blender.
“Hasil dari kaktus yang sudah lembut disaring dengan kain dan diambil sarinya. Untuk selanjutnya sari kaktus akan direbus, ditambahkan dengan gula, ZA foodgrade, dan perasan air lemon. Setelah perebusan, larutan tersebut dituang dalam loyang, diberi starter bakteri dan dilakukan proses fermentasi. Proses fermentasi terjadi selama 8 hari dan didapatkan nata de cactus,” jelas Indah Ika Nurcahyani.
Muhammad Rifki Aliudin mengatakan berdasarkan penuturan dosen pembimbingnya, pemanfaatan kaktus sebagai bahan baku Nata de Cactus dapat meningkatkan nilai ekonomi kaktus centong. “Produk inovasi ini memberikan banyak manfaat untuk kesehatan karena kaya akan serat, vitamin, antioksidan, dan rendah kalori,” tutur Kuntari dikutip oleh kelompok.
Inovasi minuman rendah kalori dari kaktus centong ini diharapkan dapat membantu dalam penurunan angka berat badan berlebih dan obesitas di Indonesia. “Selain itu, Nata de cactus dapat menjadi wujud karya kreatifitas dan pengembangan minat berwirausaha dengan produk yang unik, inovatif, dan bermanfaat,” tutup Vony Hanna Retnaning Peny.
Sumber : HarianJogja.com