Praktik Kerja Mandiri adalah mata kuliah dengan bobot dua sks yang wajib diambil oleh mahasiswa DIII Analis Kimia UII semester V. Mata kuliah ini mewajibkan mahasiswa untuk melakukan pengujian kimia secara mandiri. Dalam hal ini, mandiri diartikan sebagai keharusan mahasiswa untuk mencari sendiri ide pengujian, metode kerja, standar kerja, menyiapkan bahan dan melakukan kerja laboratorium. Kelemahan dari mata kuliah ini, biasanya, adalah tidak adanya ide, bahkan gambaran ide, bagi mahasiswa yang harus menempuhnya. Oleh karena itu, Prodi pada tanggal 25 April 2015 berinisiatif untuk melaksanakan seminar hasil Praktik Kerja Mandiri. Harapannya, seminar ini dapat memberikan gambaran bagi mahasiswa yang akan menempuh mata kuliah tersebut.
Seminar ini diawali dengan pemaparan tata cara pengambilan mata kuliah, kerja laboratorium dan ujian terbuka oleh koordinator dosen pengampu Praktik Kerja Mandiri, Ibu Puji Kurniawati, M.Sc. “Mata kuliah ini berbobot 2 sks, akan tetapi serasa 6 sks. Jadi, mahasiswa harus punya persiapan lebih dan tenaga lebih untuk menghadapinya.” tutur Ibu Puji. “ Tidak ada yang sulit, kalian hanya perlu berfikir dan bekerja ekstra agar hasilnya maksimum. Pekerjaan laboratorium pada mata kuliah ini akan membantu kalian dalam menghadapi pekerjaan nyata yang akan kalian hadapi saat melaksanakan PKL (Praktik Kerja Lapangan)”. Mahasiswa yang akan menempuh mata kuliah ini mendapatkan informasi tentang persyaratan key in mata kuliah sampai persyaratan nilai keluar.
Seminar ini juga diisi oleh perwakilan mahasiswa angkatan 2012 yang telah melewati Praktik Kerja Mandiri. Mereka adalah Achmad Faisal Fatah, Linda Puspitasari dan Aryanti Dewi Safitri. Sebagai kakak angkatan, mereka mempresentasikan hasil praktik laboratorium dan berbagi suka duka saat mengambil mata kuliah ini. Bagian diskusi mengalir dengan lancar dan audience antusias untuk menelisik lebih lanjut pengalaman kakak angkatan mereka. Seminar ini setidaknya dapat menggagas ide bagi mahasiswa yang akan menempuh mata kuliah Praktik Kerja Mandiri untuk bersiap menghadapinya. Secara umum, mata kuliah ini akan semakin mengasah keterampilan mereka dalam ruang lingkup kerja laboratorium dan berfikir dalam mengambil keputusan mandiri atau menemukan solusi.

Prodi DIII Analis Kimia FMIPA UII pada Sabtu, 25 April 2015 mengumumkan pemenang Lomba PKM-KT Tingkat Prodi.
Wirdatul Jannah, mahasiswi semester IV Prodi DIII Analis Kimia berhasil meraih beasiswa dengan indeks prestasi (IP) tertinggi.
Satu lagi prestasi yang membanggakan yang telah diukir oleh mahasiswa Program Studi DIII Analis Kimia. Empat tim mahasiswa Prodi DIII Analis Kimia FMIPA UII meraih Juara Lomba Program Kreativitas Mahasiswa Bidang Karya Tulis (PKM-KT) yang diselenggarakan oleh Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Islam Indonesia. Tim dari mahasiswa Analis Kimia telah berhasil meraih Juara 2, Juara Harapan 1, Juara Harapan 2 dan Juara Harapan 3. Satu prestasi yang patut dipuji, tim PKM-KT telah berhasil menjuarai lomba bergengsi di tingkat fakultas yang diumumkan pada Rabu, 22 April 2014.
Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Sain Terapan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Islam Indonesia siap menuju lisensi LSP dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Setelah melalui program perintisan LSP yang telah dirilis sejak tahun 2014 lalu, LSP Sains Terapan secara resmi telah didirikan pada tahun 2015 dan berkedudukan di bawah Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Islam Indonesia. LSP Sains Terapan telah memenuhi persyaratan pendirian LSP, sistem manajemen mutu dan tempat uji kompetensi, sehingga pada bulan Mei 2015 mendatang semua dokumen siap untuk mengajukan pendaftaran lisensi BNSP.
Profil lulusan analis kimia yang memiliki keunggulan dalam sistem jaminan mutu laboratorium merupakan cita-cita yang sedang dibangun oleh Prodi DIII Analis Kimia FMIPA UII. Hal tersebut membutuhkan dukungan dalam wujud dokumentasi capaian pembelajaran para lulusan analis kimia. Sebagai langkah awal pada 16 April 2015, Prodi DIII Analis Kimia menyelenggarakan workshop dengan menghadirkan narasumber yang memiliki kewenangan dan kebijakan terkait Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI) baik dari sisi regulasi (peraturan) maupun sistem informasi pendukungnya yaitu Dr.-Ing. Ir. Ilya Fadjar Maharika MA., IAI., Fathul Wahid Ph.D., dan Dr. Paryana Puspaputra.
Denpasar (AK) – Kegiatan yang pada awalnya diprakarsai oleh Prodi Analis Kimia UII pada tahun 2014 ini, kembali digelar pada Kamis 2 April 2015, oleh Undiksha (Universitas Pendidikan Ganesha) sebagai tuan rumah, yang diselenggarakan di Balai Diklat Industri Regional VI, Denpasar Bali. Kegiatan yang diberi nama “The 2nd ICHAMS” (Indonesian Chemical Analysis Meeting and Seminar) ini, diawali dengan kegiatan seminar dengan pembicara Bapak Ir. Surono, M.Phil, sebagai Ketua Komisi Perencanaan dan Harmonisasi Kelembagaan BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi). Seminar dengan Tema: “Pengembangan dan Peningkatan Akreditasi Jurusan Analis Kimia di Indonesia”. “Tema tersebut sangat bersinergi dengan Prodi DIII Analis Kimia yang dalam waktu dekat akan mengajukan akreditasi ke BAN-PT, semoga kita mendapatkan Akreditasi dengan poin maksimal”, ungkap Thorikul Huda, M.Sc., selaku Ketua Prodi.
Indonesian Chemicals Analysis menggelar Indonesian Chemicals Analysis Meeting and Seminar (ICHAMS) 2015 di Balai Diklat dan Industri Denpasar Bali pada Kamis, 2 April 2015. Pertemuan ini merupakan forum Program Studi DIII Analis Kimia se Indonesia yang telah dirintis sejak Tahun 2014 di Program Studi DIII Analis Kimia FMIPA UII. Pertemuan ICHAMS 2015 ini membahas pengembangan dan implementasi kurikulum berbasis kompetensi di sekolah vokasi.