Profil lulusan analis kimia yang memiliki keunggulan dalam sistem jaminan mutu laboratorium merupakan cita-cita yang sedang dibangun oleh Prodi DIII Analis Kimia FMIPA UII. Hal tersebut membutuhkan dukungan dalam wujud dokumentasi capaian pembelajaran para lulusan analis kimia. Sebagai langkah awal pada 16 April 2015, Prodi DIII Analis Kimia menyelenggarakan workshop dengan menghadirkan narasumber yang memiliki kewenangan dan kebijakan terkait Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI) baik dari sisi regulasi (peraturan) maupun sistem informasi pendukungnya yaitu Dr.-Ing. Ir. Ilya Fadjar Maharika MA., IAI., Fathul Wahid Ph.D., dan Dr. Paryana Puspaputra. Pada sesi kedua panitia menghadirkan Ilya Fajar Maharika selaku Wakil Rektor I UII yang memiliki kewenangan terkait kebijakan akademik di lingkungan universitas. Beliau memaparkan tentang Rancang Bangun Peraturan Akademik: Pedoman Akademik Penyelenggaraan Pendidikan Di Lingkungan UII. Hal penting yang disampaikan adalah SKPI menjadi kewajiban dan tanggung jawab perguruan tinggi untuk memenuhi hak mahasiswa sebagai kelengkapan kelulusannya. Beliau mengatakan secara prinsip UII sedang menulis ulang tentang peraturan proses pembelajaran pada beragam tingkat akademik mulai dari diploma, sarjana, hingga pasca sarjana. Universitas mulai merancang pedoman akademik mengenai proses pembelajaran umum yang berlaku untuk semua program studi, proses pembelajaran khusus untuk masing-masing program studi, dan pola pengembangan mahasiswa. Pihak universitas secara garis besar mendukung masing-masing program studi untuk melakukan inisiasi terkait evaluasi sistem pembelajaran melalui penerbitan surat keterangan pendamping ijazah (SKPI). Penerbitan SKPI ini masuk dalam rancangan pedoman akademik universitas sebagai penguatan kompetensi lulusan.
Materi selanjutnya disampaikan oleh Fathul Wahid S.T., M.Sc. selaku Kepala Badan Pengembangan Akademik mengenai Konten Surat Keputusan Pendamping Ijazah (Diploma Supplement) dan Relevansinya dengan Kurikulum. Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI) memiliki relevansi dengan kurikulum terkait capaian pembelajaran lulusan yang diatur dalam Permendikbud No.81/2014 tentang Ijazah, Serifikat Kompetensi, dan Serifikat Profesi Pendidikan Tinggi. Adanya SKPI memberikan kemudahan pengguna (stakeholder) untuk mengetahui kompetensi lulusan tentang deskripsi capaian pembelajarannya, selain itu SKPI merupakan wujud komitmen program studi untuk menghasilkan lulusan yang kompeten.
Pada sesi terakhir, Dr. Paryana Puspaputra selaku Kepala Badan Sistem Informasi memaparkan mengenai Pengembangan Sistem Informasi untuk SKPI. Beliau menyampaikan bahwa teknologi informasi merupakan alat untuk menyampaikan informasi. Informasi yang dicantumkan dalam SKPI harus jelas untuk membentuk sistenm informasi yang lebih terintegrasi. Keseragam informasi antar prodi dalam SKPI lebih mempermudah untuk membangun sistem informasinya. Di akhir diskusi, beliau menyatakan bahwa BSI siap untuk membantu prodi-prodi yang telah merencanakan SKPI dengan matang dalam hal sistem informasinya.

Denpasar (AK) – Kegiatan yang pada awalnya diprakarsai oleh Prodi Analis Kimia UII pada tahun 2014 ini, kembali digelar pada Kamis 2 April 2015, oleh Undiksha (Universitas Pendidikan Ganesha) sebagai tuan rumah, yang diselenggarakan di Balai Diklat Industri Regional VI, Denpasar Bali. Kegiatan yang diberi nama “The 2nd ICHAMS” (Indonesian Chemical Analysis Meeting and Seminar) ini, diawali dengan kegiatan seminar dengan pembicara Bapak Ir. Surono, M.Phil, sebagai Ketua Komisi Perencanaan dan Harmonisasi Kelembagaan BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi). Seminar dengan Tema: “Pengembangan dan Peningkatan Akreditasi Jurusan Analis Kimia di Indonesia”. “Tema tersebut sangat bersinergi dengan Prodi DIII Analis Kimia yang dalam waktu dekat akan mengajukan akreditasi ke BAN-PT, semoga kita mendapatkan Akreditasi dengan poin maksimal”, ungkap Thorikul Huda, M.Sc., selaku Ketua Prodi.
Indonesian Chemicals Analysis menggelar Indonesian Chemicals Analysis Meeting and Seminar (ICHAMS) 2015 di Balai Diklat dan Industri Denpasar Bali pada Kamis, 2 April 2015. Pertemuan ini merupakan forum Program Studi DIII Analis Kimia se Indonesia yang telah dirintis sejak Tahun 2014 di Program Studi DIII Analis Kimia FMIPA UII. Pertemuan ICHAMS 2015 ini membahas pengembangan dan implementasi kurikulum berbasis kompetensi di sekolah vokasi.
Rakernas Himpunan Profesi Analis Kimia (HIMPAKI) yang diselenggarakan di Bogor pada tanggal 20 Desember 2014 merekondasikan pembentukan pengurus di beberapa wilayah termasuk Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Hadir pada acara Rakernas tersebut Thorikul Huda selaku Ketua Program D-III Analis Kimia UII sekaligus perwakilan dari DIY. Rekomendasi hasil Rakernas ditindaklajuti dengan rencana pembentukan pengurus HIMPAKI DIY Jateng yang dimotori oleh Program Studi D-III Analis Kimia melalui konsolidasi antar analis kimia yang ada di DIY dan Jateng. Konsolidasi dilaksanakan pada hari Minggu tanggal 29 Maret 2015 bertempat di Rumah Makan Joglo Dahar jalan Kaliurang Yogyakarta dengan menghadirkan alumni dari Prodi D-III Analis Kimia yang saat ini sudah bekerja di berbagai instansi di wilayah DIY Jateng.
D-III Analis Kimia FMIPA UII senantiasa berusaha mengembangkan atmosfir akademik melalui kegiatan ilmiah dosen dan mahasiswa. Salah satu upaya tersebut dengan kegiatan presentation on research yang telah dijadwalkan secara rutin. “D-III Analis Kimia telah menunjuk salah satu dosen untuk merancang kegiatan ilmiah ini”, tutur Thorikul Huda selaku Ketua Program D-III Analis Kimia. Presentation on research merupakan kegiatan pengembangan yang telah disusun pada Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) 2015. Kegiatan yang dimulai pada bulan Maret 2015 diawali dengan presentasi hasil penelitian oleh Tri Esti Purbaningtyas (Esti) dengan mengambil topic kondensasi indo dengan isatin menngunakan katalis AlCl3/aluminosilikat mesopori (AlCl3/AM). Presentasi tersebut dilaksanakan di Ruang Sidang 1 Fakltas MIPA dan dilaksanakan pada hari Rabu, tanggal 25 Maret 2015.
Program Studi DIII Analis Kimia FMIPA UII melalui program peningkatan kualitas pembelajaran menyelenggarakan pelatihan e-learning untuk seluruh dosen prodi, pada Rabu 25 Februari 2015.
Prodi DIII Analis Kimia pada Tahun 2015 kembali meraih Grant Program Hibah Kompetisi Program Studi (PHK-PS) dari Badan Pengembangan Akademik Universitas Islam Indonesia. Perolehan hibah untuk batch kedua ini merupakan program kelanjutan pada batch pertama yang diraih pada tahun 2014 lalu. Thorikul Huda, M.Sc. Ketua Prodi DIII Analis Kimia menyatakan bahwa tema program dalam PHK PS 2015 ini adalah menuju akselerasi akreditasi A. Program PHK PS difokuskan pada penguatan keunggulan Prodi DIII Analis Kimia FMIPA UII dalam penguatan kompetensi lulusan terhadap penguasaan manajemen laboratorium berbasis ISO/IEC 17025 dan peningkatan keunggulan alumni adaptif. Selain dua program unggulan, melalui program peningkatan peran alumni dan sistem tracer study, peningkatan kualitas prestasi mahasiswa, pemantapan implementasi kurikulum baru, dan perluasan jejaring analis kimia.