Palatihan asesor kompetensi ini diikuti oleh 60 peserta yang berasal dari dosen Universitas Islam Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Balai Besar Kerajinan Batik, Dirjen Perikanan, guru SMK, perusahaan logistik dan praktisi industri di wilayah Pulau Jawa. Pelatihan dibuka oleh Dekan Fakultas MIPA UII Drs. Allwar, M.Sc., Ph.D. di Gedung Kuliah Umum Prof. Dr. Sardjito UII ini menghadirkan anggota Komisi Sertifikasi BNSP, Dra. Nurmaningsih, MBA. Nurmaningsih menyampaikan kebijakan BNSP terkait dengan system dan peraturan sertifikasi dan pengembangan skema sertifikasi, terutama dalam menghadapi China-ASEAN Free Trade Area pada akhir 2015 mendatang. Pemerintah memiliki 12 sektor prioritas dalam menghadapi tantangan globalisasi dan salah satu program yang tengah digalakan oleh BNSP adalah membagun Indonesia Kompeten. Tenaga kerja dan tenaga professional Indonesia harus tersertifikasi untuk memastikan dan memilihara kompetensi sesuai dengan bidang yang dimiliki. Sertifikasi kompetensi sudah menjadi keharusan bagi para tenaga kerja untuk dapat bersaing di kancah internasional.
Salah satu program Indonesia Kompeten yang telah dicanangkan BNSP ini akan diwujudkan melalui peningkatan jumlah asesor kompetensi untuk mendukung peningkatan sertifikasi personel di Indonesia. Asesor kompetensi inilah yang diberikan kewenangan untuk melaksanakan proses asesmen atau uji kompetensi sehingga seorang personel akan mendapatkan sertifikat kompetensi. Selain pengembangan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP), perluasan Tempat Uji Kompetensi (TUK), dan skema sertifikasi, BNSP juga memiliki program perkembangan asesor kompetensi.
Program Studi DIII Analis Kimia yang telah merintis Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Sains Terapan FMIPA UII ditunjuk BNSP untuk menjadi penyelenggara Pelatihan Asesor Kompetensi Sektor Prioritas APBN-P TA. 2015. Menurut Yuli Rohyami, M.Sc. selaku Ketua Penyelenggara menuturkan bahwa, pelatihan yang diselenggarakan di Gedung FMIPA UII ini meliputi tiga angkatan sekaligus, yakni Angkatan 88, Angkatan 89 dan Angkatan 90 . Pelatihan Asesor Kompetensi BNSP dari tiga angkatan ini merupakan asesor kompetensi untuk bidang perikanan, logistic serta tekstil dan garmen.
Saat ditemui di ruang kerjanya, Yuli Rohyami mengatakan bahwa selama pelatihan berlangsung, para calon asesor kompetensi mendapatkan pelatihan secara penuh dalam 3 unit kompetensi, yakni merencanakan dan mengorganisasikan asesmen, mengembangkan perangkat asesmen, dan mengases kompetensi. Dari 60 peserta yang terdaftar, 53 calon asesor berhasil mengikuti pelatihan secara penuh selama 5 hari dari pukul 08.00 hingga pukul 21.30 WIB. Selama pelatihan, calon asesor langsung melaksanakan tugas asesor untuk menyusun perencanaan dan pengorganisasian asesmen, praktik mengembangkan perangkat asesmen sesuai dengan unit-unit kompetensi pada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) sesuai dengan bidang masing-masing. Calon asesor juga langsung melaksanakan praktek mengases kompetensi dengan metode role play.
Calon asesor kompetensi selain mengikuti pelatihan secara lengkap juga harus memiliki sekurang-kurangnya dua kali melaksanakan asesmen, sehingga dalam pelatihan ini juga difasilitasi dengan penugasan asesmen secara mandiri. Pada Sabtu, 12 September 2015 dari pukul 08.00 – 17.00 WIB seluruh calon asesor telah berhasil lulus uji kompetensi dan dapat direkomendasikan sebagai asesor kompetensi BNSP.

Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) bekerjasama dengan Program Studi DIII Analis Kimia FMIPA Universitas Islam Indonesia (UII) menyelenggarakan kegiatan pelatihan asesor kompetensi bertempat di Kampus Terpadu UII. Pelatihan yang berlangsung dari tanggal 8 s/d 13 September tersebut dilaksanakan untuk 3 bidang yang termasuk kategori Komite Sertifikasi Sektoral yaitu bidang logistic, perikanan serta garmen dan tekstil. Setiap kategori bidang tersebut diikuti 20 orang dengan latar belakang yang beragam seperti dosen, asosiasi profesi, guru dan kalangan professional berbagai industri. Pelatihan asesor yang dibuka oleh Drs. Allwar, M.Sc., Ph.D selaku Dekan FMIPA UII bertujuan untuk menghasilkan asesor kompetensi dari 12 sektor prioritas menghadapi ASEAN Economic Community yang akan diimplementasikan mulai akhir tahun 2015.
Sabtu 29 Agustus 2015 merupakan hari yang sangat bahagia bagi Linda Puspitasari mahasiswa Program D3 Analis Kimia. Pasalnya pada hari tersebut Linda yang merupakan mahasiswa angkatan 2012 mengikuti wisuda bersamaan dengan lebih dari 900 wisudawan Universitas Islam Indonesia. Suka cita yang dirasakan Linda bertambah ketika yang bersangkutan mengetahui bahwa dirinya dihari yang sama diterima bekerja di PT Krakatau Steel setelah mengikuti serangkaian seleksi menjadi karyawan di salah satu BUMN tersebut. Keceriaan Linda juga merupakan kebahagiaan tersendiri bagi kedua orang tuanya yang turut menghadiri prosesi wisuda putrinya.
Prodi DIII Analis Kimia kirimkan delegasi dalam Konvensi Profesi Analis Kimia Indonesia (KOMPAK) 2015 di Hotel Solo Paragon Jawa Tengah. Delegasi yang dipimpin oleh Ketua Prodi DIII Analis Kimia, Thorikul
Wirdatul Jannah, mahasiswi Prodi DIII Analis Kimia FMIPA UII berhasil meraih Juara I pada Olimpiade Kimia Terapan Tingkat Nasional.
Program Studi DIII Analis Kimia bekerja sama dengan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Sains Terapan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Islam Indonesia menyelenggarakan Seminar Penguatan Sistem Sertifikasi Personel ISO/IEC 17024. Kegiatan ini diselenggarakan pada Senin, 17 Agustus 2015 bertepatan dengan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-70. Seminar yang diselenggarakan di Auditorium Fakultas MIPA ini menghadirkan pembicara Anggota Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), Dra. Nurmaningsih, MBA. Seminar yang dibuka oleh Wakil Rektor I, Dr.Ing. Ilya Fajar Maharika, IAI., ini dihadiri oleh dosen DIII Analis Kimia, DIII Ekonomi, perwakilan Prodi se-UII dan mahasiswa Prodi DIII Analis Kimia FMIPA UII.
Cemaran pangan dan penyalahgunaan bahan kimia berbahaya pada makanan dan minuman semakin merebak di masyarakat. Isu beras plastik, formalin, borak, dan rhodamin B semakin meresahkan masyarakat. Beredarnya makanan dan minuman layak konsumsi masih merebak di pasar. Masyarakat harus semakin cerdas dalam memilih bahan dan produk pangan yang halalan thoyiban. Keluarga memiliki peran yang besar untuk membangun pola hidup sehat, termasuk cara memilih jajanan anak yang sehat. Prodi DIII Analis Kimia yang memiliki kompetensi dalam pengujian kimiawi memiliki tanggung jawab yang besar pada masyarakat untuk memberikan pengenalan bahan kimia berbahaya dan cemaran pada makanan.