
Prodi DIII Analis Kimia kirimkan delegasi dalam Konvensi Profesi Analis Kimia Indonesia (KOMPAK) 2015 di Hotel Solo Paragon Jawa Tengah. Delegasi yang dipimpin oleh Ketua Prodi DIII Analis Kimia, Thorikul
Huda, M.Sc. yang sekaligus sebagai Ketua DPW Himpunan Profesi Analis Kimia Indonesia (HIMPAKI) DIY-Jawa Tengah didampingi oleh Sekretaris Prodi DIII Analis Kimia, Yuli Rohyami, Bayu Wiyantoko, dan Jamalul Lail.
Konvensi yang pertama kali diselenggarakan pada 26 – 28 Agustus 2015 oleh DPP HIMPAKI menjadi konvensi analis kimia se-Indonesia dalam rangka menyambut tantangan global.
Konvensi yang secara resmi dibuka oleh Kanjeng Gusti Pangeran Haryo Puger ini menghadirkan
keynote speaker Letjen Purnawirawan Ir. H. Azwar Anas, mantan Menko Kesra dan Menteri Perhubungan RI dan Mujiono, M.M., Kepala Pusdiklat Kemenperin RI.
Analis kimia memiliki peranan yang besar dalam kemajuan bangsa. Dalam sambutannya, Kanjeng Gusti Pangeran Haryo Puger menuturkan bahwa generasi muda harus tantangan globalisasi sehingga mampu bersaing di kancah internasional. Para professional muda harus memiliki keunggulan yang kompetitif. Kanjeng Gusti Pangeran Haryo Puger juga menuturkan, bahwa Keraton Kasunana Surakarta memiliki tradisi yang perlu digali dari sisi kimiawinya. Kekayaan tradisi keratin seperti batik, ramuan tradisional, resep tradisional, ramuan perawatan pusaka kerajaan dan pemandian air hangat yang kaya akan material. Analis kimia juga harus berperan dalam mendukung program pemerintah dalam pengendalian kelestarian lingkungan. Pihaknya menyatakan bangga, Solo sebagai kota yang banyak melahirkan para pemimpin dan pahlawan bangsa dipercaya menjadi tuan rumah dalam konvensi yang pertama dari asosiasi profesi analis kimia.
Analis kimia memiliki peranan yang besar dalam membangun bangsa. Letjen Purnawirawan Ir. H. Azwar Anas yang juga memiliki basic di bidang analis kimia, dalam pemaparannya menyampaikan bahwa untuk membangun kemajuan bangsa dibutuhkan kecerdasan social, kecerdasan emosional dan kecerdasan intelektual. Membangun sebuah peradaban harus dimulai dari bagaimana membentuk generasi penerus bangsa yang berkualitas. Mustahil suatu negara akan memiliki kekuatan yang besar tanpa dibangun fondasi ketaatan bangsa Indonesia pada Allah SWT. Kekuatan sebuah negara juga tidak lepas dari peranan seorang ibu. Bagaimana membangun bangsa akan sangat dipengaruhi sejauhmana generasi bangsa mengabdikan dirinya pada ibu, para orang tua dan ibu pertiwi. Tantangan China-ASEAN Free Trade Area yang sudah di depan mata, membutuhkan penguatan social behavior untuk dapat beradaptasi dengan perkembangan zaman. Analis kimia, ke depan adalah calon pemimpin bangsa yang akan menghantarkan kemajuan dan kejayaan bangsa Indonesia.
Mujiono, M.M. dalam pemaparannya menyampaikan bahwa program pendidikan vokasi didesain untuk melahirkan tenaga kerja kerja industri yang kompeten. Dalam Peraturan Pemerintah No 41 tahun 2015 menyatakan bahwa program pendidikan vokasi Indonesia memiliki tantangan untuk membangun pendidikan berbasis kompetensi. Adanya kebijakan hilirasi yang melarang segala bentuk bahan mentah untuk diekspor, maka Indonesia harus mampu menyiapkan tenaga professional untuk mengelola sumber daya alam. Kebutuhan tenaga professional yang kompeten menjadi tanggung jawab besar dari berbagai pihak. Realita yang ada, produktivitas SDM Indonesia masih rendah, tingkat pengangguran yang masih tinggi, padahal pasar bebas ASEAN akan menjadi tantangan yang harus dihadapi. Kesenjangan kompetensi rupanya masih menjadi permasalahan besar yang harus mendapat perhatian besar.
Permasalahan yang dihadapi bangsa Indonesia, 75 % dari sebaran sektor Industri masih berada di Pulau Jawa dan wirausahawan Indonesia masih berada di bawah 2 %. Era perdagangan bebas, perlu ditempuh dalam menyiapkan tenaga kerja kerja industry yang kompeten dan memiliki daya saing yang tinggi, dengan membangun pendidikan vokasi industry berbasis kompetensi, membangun link and match antara vokasi dengan dunia kerja industry, mengembangkan sistem pendidikan dan pelatihan berbasis kompetensi, dan mendorong recognisi SKKNI di tingkat ASEAN melalui Mutual Recognition Agreement (MRA). Langkah stategis yang dilakukan pemerintah adalah dengan melakukan pemetakan kompetensi pasar tenaga kerja ASEAN. Organisasi profesi analis kimia memiliki tantangan besar untuk melakukan pemetakan kompetensi untuk membuka peluang tenaga professional Indonesia bersaing di tingkat ASEAN.
Dalam konvensi ini juga digelar forum sains dengan menghadirkan berbagai narasumber Dr. Mas Ayu Elita Hafizh, Ph.D. (Universitas Indonesia), Mohammad Faezal Bahri (PT Kromitekindo Utama), Hardiana Setiani (Balai Pengembangan Industri Persepatuan Indonesia), Laila Fitri Handayani, dan PT Malvern Indonesia. Menurut Mas Ayu Elita Hafizh, teknologi nano dalam perusahaan polimer berkembang dengan pesat. Indonesia memiliki sumber daya yang besar untuk mengembangkan teknologi nano sehingga mampu membawa kemajuan bangsa. Pengembangan instrumentasi pengujian kimia juga semakin melejit. Dalam presentasinya, Mohamad Faezal Bahri menjelaskan system deteksi senyawa yang transparan UV dengan penambahan detector MS pada instrument HPLC-PDA yang ada.
Kiprah analis kimia sangat luas dalam berbagai sektor strategis pembangunan bangsa. Hardiana Setiani dari Balai Pengembangan Industri Persepatuan Indonesia memaparkan bagaimana melakukan validasi pengujian logam berat dalam sektor industri persepatuan Indonesia. Sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja kimia, memiliki peranan yang besar dalam membangun Indonesia sejahtera. Smart projector, menjadi topik yang hangat dalam forum sains yang disampaikan oleh Krisna dari Universitas Indonesia disamping berbagai forum inovasi dari IPB, PT Berca Niaga Medika, PT Niaga Indocement Tunggal Prakarsa tbk., PMMI-IQMA dan PT. Kimia Mega Slaras.
Sistem sertifikasi kompetensi pada profesi analis kimia memiliki peranan penting. Surono, M.Phil. dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) mengangkat tema Sertifikasi Profesi dan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia di Bidang Analis Kimia. BNSP mendorong asosiasi profesi lembaga diklat dan perguruan tinggi untuk mendirikan Lembaga Sertikasi Profesi (LSP) untuk mewujudkan Indonesia kompeten. Pemahaman sistem manajemen mutu laboratorium ISO/ICE 17025 menjadi isu yang menarik dalam akhir acara konvensi.
Workshop Tugas Akhir D3 Analis Kimia
Setelah Thoriku Huda memberikan sambutan dan membuka acara tersebut, Hotma Prawoto langsung menyampaikan pemaparan tentang urgensi tugas akhir bagi mahasiswa program vokasi. Menurut Hotma, tugas akhir mahasiswa vokasi adalah menerapkan ilmu pengetahuan yang diperoleh selama kuliah. Tugas akhir mahasiswa vokasi dapat dilakukan dalam beberapa model seperti magang untuk pembuatan produk, magang yang selanjutnya membuat laporan saja dan kerja praktik untuk membuat penelitian terapan yang akhirnya dapat disampaikan dalam bentuk laporan penelitian. Pada kesempatan tersebut, narasumber juga menyampaikan bahwa konsep pembelajaran vokasional bersumber dari user. Model pembelajaran dari user akan menekankan pembelajaran berbasis masalah-masalah yang nyata (problem based learning).
Peningkatan kuaitas tugas akhir juga dibarengi dengan kemampuan dosen dalam mengajar. Dosen akan tahu persoalan manakala yang bersangkutan juga mengetahu dengan pasti permasalahan yang ada di industri. Oleh karena itu, Hotma juga menyarankan agar dosen yang mengajar di program vokasi juga harus magang di industri agar transfer knowledge juga sampai kepada mahasiswa. Ditambahkan oleh Hotma, bahwa idealnya rasio dosen dan mahasiswa di program vokasi adalah 1 : 20. Dengan demikian kualitas pembelajaran termasuk tugas akhir akan baik karena dosen lebih focus dalam melakukan pembimbingannya. Saran lain yang disampaikan oleh pembicara adalah pentingnya pemisahan secara tegas mengenai pengelolaan antara akademik dan vokasi. Pengelolaan dalam satu manajemen akan terjadi intervensi akademik pada jalur vokasional.
PT Monde Mahkota Biscuit
Mervin Siahaan (HRD PT Monde Mahkota Biscuit),salah satu
pabrik kami di wilayah Cikarang (produksi Biscuit) sedang membutuhkan
2 orang untuk posisi QA Analyst & Document Control Staff.
Bilamana ada yang berminat, bisa mengirimkan email ke
RECRUITMENT@MONDEBISCUIT.COM dengan subjek QA Analyst & Document
Control Staff.
Bilamana membutuhkan informasi lebih detail, bisa kirim email ke staff
HRD (novie.rahatu@mondebiscuit.com).
Terima kasih
PT Asia Health Energi Beverages
Analis Kimia UII Hadirkan Alumni dalam Stadium General
Program Studi DIII Analis Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Islam Indonesia pada Sabtu, 19 September 2015 menhadirkan tiga alumni dalam acara Stadium General. Lina Kartikasari, Ryan Wahyu Prakoso dan Rohiman Ahmad Zulkipli adalah tiga dari alumni Prodi DIII Analis Kimia FMIPA UII yang berkesempatan untuk menjadi narasumber dalam acara yang diikuti oleh seluruh mahasiswa Prodi DIII Analis Kimia FMIPA UII. Acara yang diselenggarakan di Ruang Sidang Audiovisual Gedung Perpustakaan Prof. Dr. Muh. Hatta merupakan program penguatan peran dan partisipasi alumni dalam membangun silaturahmi alumni sekaligus memberikan umpan balik terhadap proses pembelajaran dan pengembangan kurikulum. Studium general yang dibuka oleh Ketua Prodi DIII Analis Kimia Thorikul Huda, M.Sc. ini juga bertujuan untuk memberikan gambaran tantangan kerjadi era globalisasi. Thorikul Huda, M.Sc. dalam sambutannya menyampaikan bahwa hadirnya para alumni ini sekaligus menjadi testimoni untuk memberikan gambaran nyata bagi seluruh mahasiswa tentang peranan analis kimia di dunia kerja sehingga dapat memberikan motivasi kepada mahasiswa untuk mempersiapkan kompetensi dan softskill mahasiswa.
Kompetensi analis kimia merupakan keahlian yang banyak dibutuhkan di dunia industri. Dalam materinya, Lina Kartikasari menyampaikan bahwa hampir semua industri yang bergerak di berbagai sektor membutuhkan tenaga analis kimia, seperti industri migas, petrokimia, alat berat, logam, elektronika, makanan, minuman, polimer dan berbagai perusahaan jasa serta inspeksi pengujian. Alumni yang kini bekerja sebagai Staf QC di PT Pertamina Lubriacant sangat bangga dengan ilmu yang telah diperoleh di Prodi DIII Analis Kimia FMIPA UII mengantarkan dirinya untuk dapat berkarir di BUMN ternama di Indonesia. Lina Kartikasari juga menuturkan bahwa kurikulum berbasis kompetensi yang telah dikembangkan di Prodi DIII Analis Kimia FMIPA UII benar-benar bermanfaat di dunia industri. Lina juga menyampaikan bahwa di balik kesuksesannya berkarir di perusahaan bonafit berkat dorongan dan doa ibu. Ibu adalah sosok yang menjadi inspirasi bagi alumni asal Yogyakarta sehingga dapat memberikan motivasi untuk meraih kesuksesan.
Berbeda dengan narasumber pertama, Ryan Wahyu Prokoso lebih menekankan pada pentingnya membangun softskill mahasiswa melalui budaya organisasi menjadi bekal dalam menghadapi tantangan zaman. Alumni yang kini menjadi staf Research and Development di perusahaan semen nasional di Indonesia ini menyampaikan bahwa ketika bekerja di dunia industri dibutuhkan kemampuan teamwork yang dapat mengantarkan pada kesuksesan berkarir. Alumni yang bergabung di PT Cemindo Gemilang ini menuturkan bahwa alumni DIII Analis Kimia FMIPA UII memiliki satu keunggulan dalam sistem manajemen mutu laboratorium ISO/IEC 17025. Berbekal penguatan sistem manajemen mutu laboratorium yang telah diperoleh di bangku kuliah, Ryan dapat bersaing untuk mendapatkan posisi di dunia kerja. Kompetensi yang telah diperoleh selama kuliah juga mampu mengantarkan alumni asal Jepara Jawa Tengah untuk mendapatkan berbagai pelatihan di luar negeri.
Rohiman Ahmad Dzukipli, merupakan alumni termuda yang baru di wisuda juga menjadi narasumber dalam Studium General. Rohiman menuturkan berbagai pengalaman ketika Kerja Praktik di Laboratorium Forensik Mabes Polri dan pengalamannya ketika banyak mendapatkan tawaran berkarir di beberapa perusahaan sebelum lulus kuliah. Bekerja sebelum lulus menjadi satu kebanggaan alumni asal Serang Banten. Proses pembelajaran dan praktikum menjadi pengalaman pembelajaran yang mampu mengantarkan pada gerbang masa depan yang gemilang. Pembelajaran jenjang DIII Analis Kimia FMIPA UII berbeda, penguatan softskill dan kompetensi pengujian kimia menjadi bekal dalam menghadapi tantangan globalisasi. Pasar bebas ASEAN menjadi tantangan nyata yang akan mulai berlaku pada Desember 2015 mendatang. Para tenaga asing mulai berbondong-bondong mempersiapkan
PT Berlico Mulia Farma
Lowongan Pekerjaan D3 Analis Kimia , D3 Farmasi dan S1 KIMIA. Ayoo Segera kirimkan CV lengkap Anda ke PT. Berlico Mulia Farma.
Download pengumuman
Pelatihan Askom BNSP di UII Lahirkan 53 Asesor Kompetensi Baru
Palatihan asesor kompetensi ini diikuti oleh 60 peserta yang berasal dari dosen Universitas Islam Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Balai Besar Kerajinan Batik, Dirjen Perikanan, guru SMK, perusahaan logistik dan praktisi industri di wilayah Pulau Jawa. Pelatihan dibuka oleh Dekan Fakultas MIPA UII Drs. Allwar, M.Sc., Ph.D. di Gedung Kuliah Umum Prof. Dr. Sardjito UII ini menghadirkan anggota Komisi Sertifikasi BNSP, Dra. Nurmaningsih, MBA. Nurmaningsih menyampaikan kebijakan BNSP terkait dengan system dan peraturan sertifikasi dan pengembangan skema sertifikasi, terutama dalam menghadapi China-ASEAN Free Trade Area pada akhir 2015 mendatang. Pemerintah memiliki 12 sektor prioritas dalam menghadapi tantangan globalisasi dan salah satu program yang tengah digalakan oleh BNSP adalah membagun Indonesia Kompeten. Tenaga kerja dan tenaga professional Indonesia harus tersertifikasi untuk memastikan dan memilihara kompetensi sesuai dengan bidang yang dimiliki. Sertifikasi kompetensi sudah menjadi keharusan bagi para tenaga kerja untuk dapat bersaing di kancah internasional.
Salah satu program Indonesia Kompeten yang telah dicanangkan BNSP ini akan diwujudkan melalui peningkatan jumlah asesor kompetensi untuk mendukung peningkatan sertifikasi personel di Indonesia. Asesor kompetensi inilah yang diberikan kewenangan untuk melaksanakan proses asesmen atau uji kompetensi sehingga seorang personel akan mendapatkan sertifikat kompetensi. Selain pengembangan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP), perluasan Tempat Uji Kompetensi (TUK), dan skema sertifikasi, BNSP juga memiliki program perkembangan asesor kompetensi.
Program Studi DIII Analis Kimia yang telah merintis Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Sains Terapan FMIPA UII ditunjuk BNSP untuk menjadi penyelenggara Pelatihan Asesor Kompetensi Sektor Prioritas APBN-P TA. 2015. Menurut Yuli Rohyami, M.Sc. selaku Ketua Penyelenggara menuturkan bahwa, pelatihan yang diselenggarakan di Gedung FMIPA UII ini meliputi tiga angkatan sekaligus, yakni Angkatan 88, Angkatan 89 dan Angkatan 90 . Pelatihan Asesor Kompetensi BNSP dari tiga angkatan ini merupakan asesor kompetensi untuk bidang perikanan, logistic serta tekstil dan garmen.
Saat ditemui di ruang kerjanya, Yuli Rohyami mengatakan bahwa selama pelatihan berlangsung, para calon asesor kompetensi mendapatkan pelatihan secara penuh dalam 3 unit kompetensi, yakni merencanakan dan mengorganisasikan asesmen, mengembangkan perangkat asesmen, dan mengases kompetensi. Dari 60 peserta yang terdaftar, 53 calon asesor berhasil mengikuti pelatihan secara penuh selama 5 hari dari pukul 08.00 hingga pukul 21.30 WIB. Selama pelatihan, calon asesor langsung melaksanakan tugas asesor untuk menyusun perencanaan dan pengorganisasian asesmen, praktik mengembangkan perangkat asesmen sesuai dengan unit-unit kompetensi pada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) sesuai dengan bidang masing-masing. Calon asesor juga langsung melaksanakan praktek mengases kompetensi dengan metode role play.
Calon asesor kompetensi selain mengikuti pelatihan secara lengkap juga harus memiliki sekurang-kurangnya dua kali melaksanakan asesmen, sehingga dalam pelatihan ini juga difasilitasi dengan penugasan asesmen secara mandiri. Pada Sabtu, 12 September 2015 dari pukul 08.00 – 17.00 WIB seluruh calon asesor telah berhasil lulus uji kompetensi dan dapat direkomendasikan sebagai asesor kompetensi BNSP.
BNSP selenggarakan Pelatihan Asesor di UII
Satu upaya yang dilakukan BNSP untuk menyiapkan tenaga ahli yaitu dengan mengadakan pelatihan asesor kompetensi untuk 12 sektor prioritas BNSP dengan cara mengadakan pelatihan sebanyak 10 kali untuk setiap sector . Hasil pelatihan tersebut diharapkan mampu menghasilkan kurang lebih 24 ribu tenaga asesor pada tahun 2016. Materi yang disajikan oleh Nurma selesai jam 12.00 dan setelah istirahat siang dibagi menjadi 3 kelas untuk ketiga bidang pelatihan. Rencananya kegiatan hari pertama akan berakhir pada pukul 21.30.
Linda dan Winda Lolos Sebagai Pegawai PT Krakatau steel
Informasi diterimanya Linda Puspitasari di PT Krakatau Steel juga diketahui oleh Kaprodi (red. Ketua Program Studi) D-III Analis Kimia FMIPA UII. Berdasarkan penelusuran yang dilakukan oleh Kaprodi D-III Analis Kimia paling tidak ada 2 alumninya yang diterima di PT Krakatau Steel. “Nama lain yang diterima sebagai pegawai di PT Krakatau Steel adalah Winda Novita Sari”, ucap Thorikul Huda selaku Kaprodi D-III Analis Kimia. Menurut Thorik sapaan dari Kaprodi D-III Analis Kimia, penelusuran dilakukan dengan browsing di internet dan ada 2 nama alumninya yang berhasil menembus seleksi di perusahaan yang berdiri pada 31 Agustus 1970. Informasi internet yang menyatakan bahwa Linda Puspitasari dan Winda Novita Sari yang lolos seleksi tahap lahir dapat dilihat melalui http://www.bandungoc.com/lolospeserta.htm . “Alhamdulillah lulusan D-III Analis Kimia mampus bersaing dengan lulusan dari kampus lain di Indonesia”, tambah Kaprodi yang mengemban amanah untuk kedua kalinya tersebut. Keberadaan Linda dan Winda di PT Krakatau steel semakin menambah jumlah alumni D-III Analis Kimia UII yang berkarir di PT Krakatau Steel.
Volume 14. No 01
Dwiarso Rubiyanto, Hady Anshory, Hardjono Sastrohamidjojo, Chairil Anwar
2. Adsorption Isotherm of Cr (VI) Using Mg/Al Hydrotalcite with Molar Ratio 2:1
Bayu Wiyantoko, Puji Kurniawati, Tri Esti Purbaningtias
3. Decreasing in Acid Number of Patchouli Oil by Different Natural Adsorbent and Variation of Contact Time
Tri Esti Purbaningtias, Bayu Wiyantoko, Puji Kurniawati, Mustika Kusuma Sari
4. Improvement Of The Product And Qaulity Of Pogostemon Cablin Benth
Allwar, Is Fatimah, Noor Fitri, Dwiarso Rubiyanto
5. Fuzzy T2 Hotelling Control Chart
Ayundyah Kesumawati, M. Mashuri, Irhamah
6. Waste Cooking Oil Conversion To Biodeisel Catalized By Egg Shell Of Purebred Chiken With Ethanol As A Solvent
Hellna Tehubijuluw, I Wayan Sutapa, Mealan Lethulur
Dosen Analis Kimia UII Hadiri Konvensi Multi Profesi Analis Kimia Indonesia 2015
Analis kimia memiliki peranan yang besar dalam kemajuan bangsa. Dalam sambutannya, Kanjeng Gusti Pangeran Haryo Puger menuturkan bahwa generasi muda harus tantangan globalisasi sehingga mampu bersaing di kancah internasional. Para professional muda harus memiliki keunggulan yang kompetitif. Kanjeng Gusti Pangeran Haryo Puger juga menuturkan, bahwa Keraton Kasunana Surakarta memiliki tradisi yang perlu digali dari sisi kimiawinya. Kekayaan tradisi keratin seperti batik, ramuan tradisional, resep tradisional, ramuan perawatan pusaka kerajaan dan pemandian air hangat yang kaya akan material. Analis kimia juga harus berperan dalam mendukung program pemerintah dalam pengendalian kelestarian lingkungan. Pihaknya menyatakan bangga, Solo sebagai kota yang banyak melahirkan para pemimpin dan pahlawan bangsa dipercaya menjadi tuan rumah dalam konvensi yang pertama dari asosiasi profesi analis kimia.
Analis kimia memiliki peranan yang besar dalam membangun bangsa. Letjen Purnawirawan Ir. H. Azwar Anas yang juga memiliki basic di bidang analis kimia, dalam pemaparannya menyampaikan bahwa untuk membangun kemajuan bangsa dibutuhkan kecerdasan social, kecerdasan emosional dan kecerdasan intelektual. Membangun sebuah peradaban harus dimulai dari bagaimana membentuk generasi penerus bangsa yang berkualitas. Mustahil suatu negara akan memiliki kekuatan yang besar tanpa dibangun fondasi ketaatan bangsa Indonesia pada Allah SWT. Kekuatan sebuah negara juga tidak lepas dari peranan seorang ibu. Bagaimana membangun bangsa akan sangat dipengaruhi sejauhmana generasi bangsa mengabdikan dirinya pada ibu, para orang tua dan ibu pertiwi. Tantangan China-ASEAN Free Trade Area yang sudah di depan mata, membutuhkan penguatan social behavior untuk dapat beradaptasi dengan perkembangan zaman. Analis kimia, ke depan adalah calon pemimpin bangsa yang akan menghantarkan kemajuan dan kejayaan bangsa Indonesia.
Mujiono, M.M. dalam pemaparannya menyampaikan bahwa program pendidikan vokasi didesain untuk melahirkan tenaga kerja kerja industri yang kompeten. Dalam Peraturan Pemerintah No 41 tahun 2015 menyatakan bahwa program pendidikan vokasi Indonesia memiliki tantangan untuk membangun pendidikan berbasis kompetensi. Adanya kebijakan hilirasi yang melarang segala bentuk bahan mentah untuk diekspor, maka Indonesia harus mampu menyiapkan tenaga professional untuk mengelola sumber daya alam. Kebutuhan tenaga professional yang kompeten menjadi tanggung jawab besar dari berbagai pihak. Realita yang ada, produktivitas SDM Indonesia masih rendah, tingkat pengangguran yang masih tinggi, padahal pasar bebas ASEAN akan menjadi tantangan yang harus dihadapi. Kesenjangan kompetensi rupanya masih menjadi permasalahan besar yang harus mendapat perhatian besar.
Permasalahan yang dihadapi bangsa Indonesia, 75 % dari sebaran sektor Industri masih berada di Pulau Jawa dan wirausahawan Indonesia masih berada di bawah 2 %. Era perdagangan bebas, perlu ditempuh dalam menyiapkan tenaga kerja kerja industry yang kompeten dan memiliki daya saing yang tinggi, dengan membangun pendidikan vokasi industry berbasis kompetensi, membangun link and match antara vokasi dengan dunia kerja industry, mengembangkan sistem pendidikan dan pelatihan berbasis kompetensi, dan mendorong recognisi SKKNI di tingkat ASEAN melalui Mutual Recognition Agreement (MRA). Langkah stategis yang dilakukan pemerintah adalah dengan melakukan pemetakan kompetensi pasar tenaga kerja ASEAN. Organisasi profesi analis kimia memiliki tantangan besar untuk melakukan pemetakan kompetensi untuk membuka peluang tenaga professional Indonesia bersaing di tingkat ASEAN.
Dalam konvensi ini juga digelar forum sains dengan menghadirkan berbagai narasumber Dr. Mas Ayu Elita Hafizh, Ph.D. (Universitas Indonesia), Mohammad Faezal Bahri (PT Kromitekindo Utama), Hardiana Setiani (Balai Pengembangan Industri Persepatuan Indonesia), Laila Fitri Handayani, dan PT Malvern Indonesia. Menurut Mas Ayu Elita Hafizh, teknologi nano dalam perusahaan polimer berkembang dengan pesat. Indonesia memiliki sumber daya yang besar untuk mengembangkan teknologi nano sehingga mampu membawa kemajuan bangsa. Pengembangan instrumentasi pengujian kimia juga semakin melejit. Dalam presentasinya, Mohamad Faezal Bahri menjelaskan system deteksi senyawa yang transparan UV dengan penambahan detector MS pada instrument HPLC-PDA yang ada.
Kiprah analis kimia sangat luas dalam berbagai sektor strategis pembangunan bangsa. Hardiana Setiani dari Balai Pengembangan Industri Persepatuan Indonesia memaparkan bagaimana melakukan validasi pengujian logam berat dalam sektor industri persepatuan Indonesia. Sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja kimia, memiliki peranan yang besar dalam membangun Indonesia sejahtera. Smart projector, menjadi topik yang hangat dalam forum sains yang disampaikan oleh Krisna dari Universitas Indonesia disamping berbagai forum inovasi dari IPB, PT Berca Niaga Medika, PT Niaga Indocement Tunggal Prakarsa tbk., PMMI-IQMA dan PT. Kimia Mega Slaras.
Sistem sertifikasi kompetensi pada profesi analis kimia memiliki peranan penting. Surono, M.Phil. dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) mengangkat tema Sertifikasi Profesi dan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia di Bidang Analis Kimia. BNSP mendorong asosiasi profesi lembaga diklat dan perguruan tinggi untuk mendirikan Lembaga Sertikasi Profesi (LSP) untuk mewujudkan Indonesia kompeten. Pemahaman sistem manajemen mutu laboratorium ISO/ICE 17025 menjadi isu yang menarik dalam akhir acara konvensi.