Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) menjadi salah satu standar kompetensi bagi professional muda di bidang analis kimia. Kompetensi ini menjadi bekal untuk memberikan jaminan perlindungan keselamatan dan kesehatan kerja dan pencegahan kemungkinan terjadinya kecelakaan dan penyakit akibat kerja. Dalam rangka memberikan bekal kepada calon lulusan, Program Studi DIII Analis Kimia pada hari Ahad, 21 Desember 2014 di Gedung Lab Terpadu UII menyelenggarakan short course K3. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh mahasiswa angkatan 2013.
Kegiatan ini menjadi bagian dari penyelenggaran matakuliah Keselamatan dan Kesehatan Kerja pada kurikulum 2014. Dalam shortcourse kali ini, menghadirkan Yuli Rohyami, M.Sc. dan Reni Banowati Istiningrum, M.Sc. Keduanya merupakan narasumber yang telah mendapatkan sertifikat K3 dari Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Para peserta mendapatkan materi sesuai dengan standar pelatihan K3 yang mencakup dasar-dasar keselamatan kerja, undang-undang K3, kesehatan kerja dan analisis manajemen resiko. Selain mendapatkan materi K3, peserta juga sekaligus mengikuti praktik analisis manajemen resiko.
Pemahaman K3 sangat penting bagi tenaga analis kimia yang profesional. Selama mengikuti program pendidikan profesi, lebih dari 70 % kegiatan pembelajaran dilakukan melalui praktikum di laboratorium. Guna membangun keunikan skill mahasiswa dalam sistem penjaminan mutu laboratorium ISO 17025 dibutuhkan personel yang memiliki sertifikasi kompetensi. Aspek K3 menjadi salah satu unjuk kerja penilaian uji kompetensi dalam setiap skema sertifikasi mulai dari paket dasar analisis volumetric dan gravimetric, spektroskopi dan kromatografi.
Sebagai tenaga ahli di bidang analis kimia, bekerja di laboratorium penuh dengan resiko terjadinya kecelakaan kerja. Potensi bahaya yang memungkinkan terjadinya kecelakaan kerja, cidera, penyakit dan kerusakanan dapat berasal dari interaksi dengan bahan kimia dan peralatan yang ada di laboratorium. Potensi bahaya yang berasal dari chemical, physical, biological, electrical, mechanical, ergonomic dan physicological hazard dapat dikendalikan dan dicegah melalui implementasi K3 sehingga setiap aktivitas di laboratorium dapat dilakukan dalam kondisi aman (safe).
Interaksi dengan bahan kimia menjadi perhatian penting sehingga penggunaan alat perlindungan diri (APD) dan budaya K3 menjadi sikap kerja yang akan menjadi pengembangan pendidikan karakter di Program Studi DIII Analis Kimia. Pengetahuan dasar bahan kimia menjadi sangat penting terutama dalam mengembangkan kompetensi lulusan agar dapat melakukan analisis manajemen resiko.
Selain itu, sebagai calon lulusan yang nantinya akan berkarya di dunia kerja maka diperlukan pemahaman terkait dengan aturan normatif yang berkaitan dengan undang-undang keselamatan dan kesehatan kerja kimia. Pemahaman ini akan menjadi acuan sehingga sebagai calon tenaga professional memahami kewajiban dan hak perlindungan tenaga kerja sehingga akan memberikan perlindungan baik secara fisik dan mental serta perlindungan akan jaminan keselamatan dan kesehatan kerja.

Tantangan globalisasi sudah di depan mata. Program DIII Analis Kimia FMIPA UII pada tahun 2015 siap menerapkan Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI).
Himpunan Profesi Analis Kimia (HIMPAKI) menyelenggarakan rapat kerja nasional (rakernas) kedua di Pusat Penelitian dan Pengembangan Gizi dan Makanan Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan dari tanggal 19 sampai dengan 20 Desember 2014. Pada rakernas kedua tersebut dibicarakan tentang evaluasi program ditahun 2014 dan rencana kegiatan pada tahun 2015 sampai 2016. Hadir beberapa perwakilan dari daerah untuk ikut serta dalam menyukseskan rakernas yang dilaksanakan di gedung yang beralamatkan Jln. Dr. Semeru No. 63 Bogor. Perwakilan daerah yang hadir diantaranya dari Propinsi Bali, Nangro Aceh Darussalam, Sumatera Utara, Jawa Barat, Sumatera Barat, DKI Jakarta dan D.I. Yogyakarta. Propinsi DIY diwakili oleh Thorikul Huda yang juga sebagai Ketua Program Studi D3 Analis Kimia FMIPA UII. Thorikul Huda berharap HIMPAKI menjadi asosiasi yang strategis untuk mendukung pengembangan profesi analis kimia di Indonesia.
Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) merupakan bagian dari kegiatan rutin Prodi DIII Analis Kimia UII. Kegiatan yang dilaksanakan pada tanggal 25 Oktober 2014 kemarin adalah salah satu rangkaian PkM yang dilaksanakan di dusun Kaliwanglu, desa Harjobinangun, Pakem, Sleman. Selain merupakan bagian dari pelaksanaan catur dharma civitas akademika DIII Analis Kimia UII, kegiatan ini juga dimanfaatkan untuk menyambung silahturahmi dengan masyarakat sekitar kampus UII. 
PTLR sendiri memiliki agenda rutin yaitu sosialisasi dan edukasi mengenai nuklir dengan tujuan peserta sosialisasi memiliki pengetahuan yang jelas dan komprehensif mengenai nuklir dan aplikasinya. “Hasil sosialisasi ini diharapkan dapat mengubah persepsi mengenai nuklir, gampangnya peserta jadi melek nuklir”, tutur Imam Sasmito selaku pemateri utama pada kuliah umum ini. Di sela-sela penyampaian materi, pemateri juga melakukan demo penggunaan alat detector radiasi. Materi yang disampaikan Bapak Imam, panggilan akrab Imam Sasmito, sangat komprehensif mulai dari materi yang bersifat teori seperti atom, radiasi dan reaksi nuklir sampai hal-hal yang bersifat aplikatif seperti efek radiasi, bagaimana bekerja dengan radiasi nuklir secara aman sampai aplikasi nuklir sebagai dalam bidang pertanian, peternakan, kedokteran dan sebagai pembangkit listrik. Di sesi kedua, materi mengenai Pengelolaan Limbah Radioaktif disampaikan oleh Sayogo Supriantoro
Wulan Dwi Utami, mahasiswi Semester V Program Studi DIII Analis Kimia FMIPA UII mendapatkan penghargaan sebagai Mahasiswa Berprestasi di Program Studi DIII Analis Kimia pada Semester Genap 2013/2014.
Tim Proyek Sains Prodi DIII Analis Kimia menerima penghargaan poster terbaik dalam ajang Olimpiade Sains Nasional (OSN) Pertamina yang di selenggarakan di Fakultas MIPA UII.
Sabtu, 11 Oktober 2014 di Auditorium Gedung M. Natsir FTSP Lantai 3 Universitas Islam Indonesia pukul 08.30 – 12.00 WIB, Prodi DIII Analis Kimia UII mengadakan kuliah tamu mengenai “Urgensi Standardisasi di Bidang Pengujian dan Laboratorium”. Kegiatan ini dilakukan sebagai salah satu bentuk komitmen prodi dalam melahirkan lulusan yang menguasai sistem penjaminan mutu laboratorium dalam menghadapi MEA sehingga para lulusan memiliki kompetensi yang memadai untuk dapat bersaing di tataran nasional dan internasional. Pembicara pada kegiatan ini adalah Ibu Fajarina Budiantari, S.TP., M.Si. selaku Manajer Akreditasi Laboratorium Pengujian dari Komite Akreditasi Nasional (KAN). Kuliah tamu ini dihadiri tidak hanya mahasiswa D3 Analis Kimia UII tetapi juga dihadiri oleh mahaiswa STTN BATAN Yogyakarta. Acara dibuka oleh Drs. Allwar, M.Sc., Ph.D. selaku Dekan Fakultas MIPA Universitas Islam Indonesia.