Penelitian yang dilakukan oleh Tri Esti Purbaningtias, S.Si., M.Sc.
Hasil Peniaian teman sejawat (Peer Review) publikasi ilmiah
- Synthesis od CaOZnO Nanoparticles Catalyst and Its Application in Transesterification of Refined Palm Oil
- Condensation of Indole with Isatin Over AlCl3/Mesoporous Aluminosilicate
- Kinetic Study of Cr (VI) Adsorption on Hydrotalcite Mg/Al with Molar Ratio 2:1
- Adsortion Isoterm of Cr (VI) Mg/Al Hydrotalcite with Molar Ration 2:1
- Decreasing in Acid Number of Patchaouli Oil by Different Natural Adsorbent and Variation of Contact Time
- Analisis Kapasitas Alumninosilikat Mesopori sebagai Pendukung pada Impregnasi AlCl3 dengan Metode Basah
Materi spektrofotometri UV-Vis dan Atomic absorption spectrometry (AAS) disampaikan oleh Yuli Rohyami, M.Sc. dan Thorikul Huda, M.Sc. Materi ini juga diikuti dengan praktikum di laboratorium yang dipandu oleh Septian Perwira Yudha sebagai instruktur. Materi gas chromatography (GC), dan high performance liquid chromatography (HPLC) disampaikan oleh Reni Banowati Istiningrum, M.Sc. dan Bayu Wiyantoko, M.Sc. Praktikum GC dipandu oleh Bayu Wiyantoko, M.Sc. dan Yuli Rohyami, M.Sc. Para siswa juga mengikuti praktikum HPLC bersama Tri Esti Purbaningtias, M.Si., Reni Banowati Istiningrum, M.Sc., Ida Ayu Sulistya, A.Md. dan Yusuf Habibi, S.Si.
Penyelenggaraan pelatihan ini dapat dilaksanakan dengan pengembangan metode pengujian kimia sehingga dapat memperkuat kegiatan pembelajaran di sekolah. Kegiatan ini akan terus berkelanjutan dengan program implementasi dalam bidang pendidikan dan pembelajaran, penelitian, dan pengabdian masyarakat.
Setelah Thoriku Huda memberikan sambutan dan membuka acara tersebut, Hotma Prawoto langsung menyampaikan pemaparan tentang urgensi tugas akhir bagi mahasiswa program vokasi. Menurut Hotma, tugas akhir mahasiswa vokasi adalah menerapkan ilmu pengetahuan yang diperoleh selama kuliah. Tugas akhir mahasiswa vokasi dapat dilakukan dalam beberapa model seperti magang untuk pembuatan produk, magang yang selanjutnya membuat laporan saja dan kerja praktik untuk membuat penelitian terapan yang akhirnya dapat disampaikan dalam bentuk laporan penelitian. Pada kesempatan tersebut, narasumber juga menyampaikan bahwa konsep pembelajaran vokasional bersumber dari user. Model pembelajaran dari user akan menekankan pembelajaran berbasis masalah-masalah yang nyata (problem based learning).
Peningkatan kuaitas tugas akhir juga dibarengi dengan kemampuan dosen dalam mengajar. Dosen akan tahu persoalan manakala yang bersangkutan juga mengetahu dengan pasti permasalahan yang ada di industri. Oleh karena itu, Hotma juga menyarankan agar dosen yang mengajar di program vokasi juga harus magang di industri agar transfer knowledge juga sampai kepada mahasiswa. Ditambahkan oleh Hotma, bahwa idealnya rasio dosen dan mahasiswa di program vokasi adalah 1 : 20. Dengan demikian kualitas pembelajaran termasuk tugas akhir akan baik karena dosen lebih focus dalam melakukan pembimbingannya. Saran lain yang disampaikan oleh pembicara adalah pentingnya pemisahan secara tegas mengenai pengelolaan antara akademik dan vokasi. Pengelolaan dalam satu manajemen akan terjadi intervensi akademik pada jalur vokasional.
Mervin Siahaan (HRD PT Monde Mahkota Biscuit),salah satu
pabrik kami di wilayah Cikarang (produksi Biscuit) sedang membutuhkan
2 orang untuk posisi QA Analyst & Document Control Staff.
Bilamana ada yang berminat, bisa mengirimkan email ke
RECRUITMENT@MONDEBISCUIT.COM dengan subjek QA Analyst & Document
Control Staff.
Bilamana membutuhkan informasi lebih detail, bisa kirim email ke staff
HRD (novie.rahatu@mondebiscuit.com).
Terima kasih
Program Studi DIII Analis Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Islam Indonesia pada Sabtu, 19 September 2015 menhadirkan tiga alumni dalam acara Stadium General. Lina Kartikasari, Ryan Wahyu Prakoso dan Rohiman Ahmad Zulkipli adalah tiga dari alumni Prodi DIII Analis Kimia FMIPA UII yang berkesempatan untuk menjadi narasumber dalam acara yang diikuti oleh seluruh mahasiswa Prodi DIII Analis Kimia FMIPA UII. Acara yang diselenggarakan di Ruang Sidang Audiovisual Gedung Perpustakaan Prof. Dr. Muh. Hatta merupakan program penguatan peran dan partisipasi alumni dalam membangun silaturahmi alumni sekaligus memberikan umpan balik terhadap proses pembelajaran dan pengembangan kurikulum. Studium general yang dibuka oleh Ketua Prodi DIII Analis Kimia Thorikul Huda, M.Sc. ini juga bertujuan untuk memberikan gambaran tantangan kerjadi era globalisasi. Thorikul Huda, M.Sc. dalam sambutannya menyampaikan bahwa hadirnya para alumni ini sekaligus menjadi testimoni untuk memberikan gambaran nyata bagi seluruh mahasiswa tentang peranan analis kimia di dunia kerja sehingga dapat memberikan motivasi kepada mahasiswa untuk mempersiapkan kompetensi dan softskill mahasiswa.
Kompetensi analis kimia merupakan keahlian yang banyak dibutuhkan di dunia industri. Dalam materinya, Lina Kartikasari menyampaikan bahwa hampir semua industri yang bergerak di berbagai sektor membutuhkan tenaga analis kimia, seperti industri migas, petrokimia, alat berat, logam, elektronika, makanan, minuman, polimer dan berbagai perusahaan jasa serta inspeksi pengujian. Alumni yang kini bekerja sebagai Staf QC di PT Pertamina Lubriacant sangat bangga dengan ilmu yang telah diperoleh di Prodi DIII Analis Kimia FMIPA UII mengantarkan dirinya untuk dapat berkarir di BUMN ternama di Indonesia. Lina Kartikasari juga menuturkan bahwa kurikulum berbasis kompetensi yang telah dikembangkan di Prodi DIII Analis Kimia FMIPA UII benar-benar bermanfaat di dunia industri. Lina juga menyampaikan bahwa di balik kesuksesannya berkarir di perusahaan bonafit berkat dorongan dan doa ibu. Ibu adalah sosok yang menjadi inspirasi bagi alumni asal Yogyakarta sehingga dapat memberikan motivasi untuk meraih kesuksesan.
Berbeda dengan narasumber pertama, Ryan Wahyu Prokoso lebih menekankan pada pentingnya membangun softskill mahasiswa melalui budaya organisasi menjadi bekal dalam menghadapi tantangan zaman. Alumni yang kini menjadi staf Research and Development di perusahaan semen nasional di Indonesia ini menyampaikan bahwa ketika bekerja di dunia industri dibutuhkan kemampuan teamwork yang dapat mengantarkan pada kesuksesan berkarir. Alumni yang bergabung di PT Cemindo Gemilang ini menuturkan bahwa alumni DIII Analis Kimia FMIPA UII memiliki satu keunggulan dalam sistem manajemen mutu laboratorium ISO/IEC 17025. Berbekal penguatan sistem manajemen mutu laboratorium yang telah diperoleh di bangku kuliah, Ryan dapat bersaing untuk mendapatkan posisi di dunia kerja. Kompetensi yang telah diperoleh selama kuliah juga mampu mengantarkan alumni asal Jepara Jawa Tengah untuk mendapatkan berbagai pelatihan di luar negeri.
Rohiman Ahmad Dzukipli, merupakan alumni termuda yang baru di wisuda juga menjadi narasumber dalam Studium General. Rohiman menuturkan berbagai pengalaman ketika Kerja Praktik di Laboratorium Forensik Mabes Polri dan pengalamannya ketika banyak mendapatkan tawaran berkarir di beberapa perusahaan sebelum lulus kuliah. Bekerja sebelum lulus menjadi satu kebanggaan alumni asal Serang Banten. Proses pembelajaran dan praktikum menjadi pengalaman pembelajaran yang mampu mengantarkan pada gerbang masa depan yang gemilang. Pembelajaran jenjang DIII Analis Kimia FMIPA UII berbeda, penguatan softskill dan kompetensi pengujian kimia menjadi bekal dalam menghadapi tantangan globalisasi. Pasar bebas ASEAN menjadi tantangan nyata yang akan mulai berlaku pada Desember 2015 mendatang. Para tenaga asing mulai berbondong-bondong mempersiapkan
Lowongan Pekerjaan D3 Analis Kimia , D3 Farmasi dan S1 KIMIA. Ayoo Segera kirimkan CV lengkap Anda ke PT. Berlico Mulia Farma.
Palatihan asesor kompetensi ini diikuti oleh 60 peserta yang berasal dari dosen Universitas Islam Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Balai Besar Kerajinan Batik, Dirjen Perikanan, guru SMK, perusahaan logistik dan praktisi industri di wilayah Pulau Jawa. Pelatihan dibuka oleh Dekan Fakultas MIPA UII Drs. Allwar, M.Sc., Ph.D. di Gedung Kuliah Umum Prof. Dr. Sardjito UII ini menghadirkan anggota Komisi Sertifikasi BNSP, Dra. Nurmaningsih, MBA. Nurmaningsih menyampaikan kebijakan BNSP terkait dengan system dan peraturan sertifikasi dan pengembangan skema sertifikasi, terutama dalam menghadapi China-ASEAN Free Trade Area pada akhir 2015 mendatang. Pemerintah memiliki 12 sektor prioritas dalam menghadapi tantangan globalisasi dan salah satu program yang tengah digalakan oleh BNSP adalah membagun Indonesia Kompeten. Tenaga kerja dan tenaga professional Indonesia harus tersertifikasi untuk memastikan dan memilihara kompetensi sesuai dengan bidang yang dimiliki. Sertifikasi kompetensi sudah menjadi keharusan bagi para tenaga kerja untuk dapat bersaing di kancah internasional.
Salah satu program Indonesia Kompeten yang telah dicanangkan BNSP ini akan diwujudkan melalui peningkatan jumlah asesor kompetensi untuk mendukung peningkatan sertifikasi personel di Indonesia. Asesor kompetensi inilah yang diberikan kewenangan untuk melaksanakan proses asesmen atau uji kompetensi sehingga seorang personel akan mendapatkan sertifikat kompetensi. Selain pengembangan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP), perluasan Tempat Uji Kompetensi (TUK), dan skema sertifikasi, BNSP juga memiliki program perkembangan asesor kompetensi.
Program Studi DIII Analis Kimia yang telah merintis Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Sains Terapan FMIPA UII ditunjuk BNSP untuk menjadi penyelenggara Pelatihan Asesor Kompetensi Sektor Prioritas APBN-P TA. 2015. Menurut Yuli Rohyami, M.Sc. selaku Ketua Penyelenggara menuturkan bahwa, pelatihan yang diselenggarakan di Gedung FMIPA UII ini meliputi tiga angkatan sekaligus, yakni Angkatan 88, Angkatan 89 dan Angkatan 90 . Pelatihan Asesor Kompetensi BNSP dari tiga angkatan ini merupakan asesor kompetensi untuk bidang perikanan, logistic serta tekstil dan garmen.
Saat ditemui di ruang kerjanya, Yuli Rohyami mengatakan bahwa selama pelatihan berlangsung, para calon asesor kompetensi mendapatkan pelatihan secara penuh dalam 3 unit kompetensi, yakni merencanakan dan mengorganisasikan asesmen, mengembangkan perangkat asesmen, dan mengases kompetensi. Dari 60 peserta yang terdaftar, 53 calon asesor berhasil mengikuti pelatihan secara penuh selama 5 hari dari pukul 08.00 hingga pukul 21.30 WIB. Selama pelatihan, calon asesor langsung melaksanakan tugas asesor untuk menyusun perencanaan dan pengorganisasian asesmen, praktik mengembangkan perangkat asesmen sesuai dengan unit-unit kompetensi pada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) sesuai dengan bidang masing-masing. Calon asesor juga langsung melaksanakan praktek mengases kompetensi dengan metode role play.
Calon asesor kompetensi selain mengikuti pelatihan secara lengkap juga harus memiliki sekurang-kurangnya dua kali melaksanakan asesmen, sehingga dalam pelatihan ini juga difasilitasi dengan penugasan asesmen secara mandiri. Pada Sabtu, 12 September 2015 dari pukul 08.00 – 17.00 WIB seluruh calon asesor telah berhasil lulus uji kompetensi dan dapat direkomendasikan sebagai asesor kompetensi BNSP.
Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) bekerjasama dengan Program Studi DIII Analis Kimia FMIPA Universitas Islam Indonesia (UII) menyelenggarakan kegiatan pelatihan asesor kompetensi bertempat di Kampus Terpadu UII. Pelatihan yang berlangsung dari tanggal 8 s/d 13 September tersebut dilaksanakan untuk 3 bidang yang termasuk kategori Komite Sertifikasi Sektoral yaitu bidang logistic, perikanan serta garmen dan tekstil. Setiap kategori bidang tersebut diikuti 20 orang dengan latar belakang yang beragam seperti dosen, asosiasi profesi, guru dan kalangan professional berbagai industri. Pelatihan asesor yang dibuka oleh Drs. Allwar, M.Sc., Ph.D selaku Dekan FMIPA UII bertujuan untuk menghasilkan asesor kompetensi dari 12 sektor prioritas menghadapi ASEAN Economic Community yang akan diimplementasikan mulai akhir tahun 2015.Satu upaya yang dilakukan BNSP untuk menyiapkan tenaga ahli yaitu dengan mengadakan pelatihan asesor kompetensi untuk 12 sektor prioritas BNSP dengan cara mengadakan pelatihan sebanyak 10 kali untuk setiap sector . Hasil pelatihan tersebut diharapkan mampu menghasilkan kurang lebih 24 ribu tenaga asesor pada tahun 2016. Materi yang disajikan oleh Nurma selesai jam 12.00 dan setelah istirahat siang dibagi menjadi 3 kelas untuk ketiga bidang pelatihan. Rencananya kegiatan hari pertama akan berakhir pada pukul 21.30.

