Industri farmasi, kosmetik, dan alat kesehatan merupakan salah satu sektor industri prioritas yang dicanangkan oleh Pemerintah Republik Indonesia tahun 2015-2035. Oleh karena itu Pemerintah mengatur dalam sebuah regulasi yang tertuang di Instruksi Presiden (INPRES) No 6 Tahun 2016 terkait percepatan pengembangan industri farmasi dan alat kesehatan. Visi dan misi yang ingin dicapai yaitu menjadi industri farmasi yang masuk 15 besar di dunia pada tahun 2025 dengan nilai pasar mencapai 700 triliun rupiah. Produk industri farmasi Indonesia di masa mendatang juga memilki potensi yang besar antara lain bioteknologi dan vaksin, herbal dan maritim, diagnostik (IVD/in-vitro diagnostic), drug delivery system (DDS) dan cell therapy.

Untuk mendukung perkembangan industri farmasi jelas diperlukan sumber daya manusia yang handal meliputi pengetahuan/knowledge, ketrampilan/skill, dan karakter/attitude. Program Studi D III Analisis Kimia FMIPA UII berkesempatan mengundang praktisi Ibu Sophia Soerjandari selaku Kepala Divisi Quality Assurance (QA) PT Konimex Pharmaceutical Laboratories. Aktivitas ini merupakan bagian dari Program PHK-Prioritas yaitu workshop penyusunan RPS berbasis industri dan penelitian vokasi pada Jum’at, 4 Oktober 2019 di Ruang Sidang Utama FMIPA UII. Sebagai program vokasi, pengelola program studi terus berupaya meningkatkan kompetensi lulusan salah satunya dengan membangun jejaring industri melalui program magang mahasiswa dan dosen, pelatihan-pelatihan, serta keterlibatan dalam proses pembelajaran dan penelitian. Ketua jurusan kimia, Prof. Dr. Is fayimah, M.Si pada sambutannya menyampaikan bahwa keterlibatan industri dalam pembelajaran dan penelitian di universitas sangat penting karena harapannya luaran yang dihasilkan dapat memberi manfaat bagi lulusan, universitas, dan industri. PT Konimex Pharmaceutical Laboratories sudah berdiri sejak 1967 dengan menghasilkan berbagai varian produk farmasi yang juga merambah ke produk pangan.

Ibu Sophia Soerjandari menyampaikan bahwasanya lulusan D3 Analisis Kimia sangat diperlukan di industri farmasi pada bagian quality assurance (QA), quality control (QC), dan produksi. Selain itu di bidang riset dan pengembangan (RnD), kehadiran lulusan D3 Analisis Kimia mampu memberikan kontribusi karena proses pembelajaran bisa cepat dengan dukungan analisis statistik yang mumpuni. Program Studi D III Analisis Kimia perlu mempersiapkan lulusan yang memliki kompetensi baik, karakter positif dan nilai dasar, berpikir sebagai sebuah tim, semangat pantang menyerah, serta bisa menerapkan prinsip kepemimpinan yang baik. Secara umum, Ibu Sophia Soerjandari menilai bahwa konten pembelajaran di Program Studi D III Analisis Kimia sudah baik dengan penambahan beberapa materi pada kurikulum yaitu Farmakope Indonesia dan persyaratan mutu produk farmasi. PT Konimex Pharmaceutical Laboratories terbuka untuk kolaborasi terkait metode pembelajaran, dimana Program Studi D III Analisis Kimia dapat mengundang praktisi untuk memberikan kuliah yang dapat dinisiasi melalui Memorandum of Understanding (MoU).

Di sisi riset, PT Konimex Pharmaceutical banyak sekali melakukan pengembangan seperti pengembangan formulasi obat dan wadah kemasan, pengembangan metode analisis, pengembangan sistem penghantaran obat, pengembangan bahan aktif obat, pengembangan proses pembuatan dan perbesaran skala, serta pembuatan produk investigasi. Program Studi D III Analisis Kimia dapat mengadopsi tema pengembangan metode analisis karena cukup bersesuaian dengan matakuliah teknik validasi metode dan penjaminan mutu pengujian serta semua dosen telah melakukan riset yang sejenis. Tema pengembangan metode analisis dirasakan sangat membantu lulusan untuk menguasai validasi metode dan analisis statistik yang terkait manajemen resiko. Di akhir acara, PT Konimex Pharmaceutical menyambut baik aktivitas workshop ini dan menyampaikan apresiasinya telah mengundang sebagai narasumber yang dapat berkontribusi pada penyusunan RPS berbasis industri dan penelitian vokasi.