
Langkah strategis Program Studi DIII Analis Kimia dalam meningkatkan kualitas pembelajaran berbasis IT terus diwujudkan dalam berbagai kegiatan.
Pelatihan klasiber yang dilaksanakan pada Rabu, 24 Maret 2015 merupakan kegiatan lanjutan yang telah dilaksanakan pada Februari lalu.
Pada pelatihan kali ini, seluruh dosen difokuskan pada optimalisasi penggunaan klasiber sebagai sumber daya e-learning yang dapat dikembangkan oleh para dosen.
Menurut Yuli Rohyami, M.Sc. selaku instruktur dalam pelatihan klasiber mengatakan bahwa dosen dapat menggunakan fasilitas yang disediakan dalam portal klasiber sebagai media pembelajaran interaktif. Dosen dapat mengembangkan konten dan media pembelajaran interaktif dengan memanfaatkan teknologi pembelajaran yang terus berkembang. Pendidikan vokasi dengan rasio matakuliah teori sangat membutuhkan strategi pembelajaran yang efektif guna mengimbangi ketercapaian aspek pengetahuan (knowledge) dan ketrampilan (skill) mahahasiswa. Kurikulum 2014 yang telah dikembangkan dan baru berjalan dalam satu tahun akademik ke depan, memiliki porsi mata kuliah teori yang lebih sedikit. Rasio teori dan praktik 30 : 70 % menjadikan beberapa matakuliah teori menjadi berkurang beban SKS-nya. Penguasaan aspek teoritis tetap menjadi konsep yang harus dikuasai oleh mahasiswa. E-learning dapat menjadi supplement dalam memperluas kedalaman materi dan keluasan bahasan yang dapat dipelajari tanpa batas ruang dan waktu oleh mahasiswa.
Pelatihan ini juga dipraktikkan berbagai model implementasi klasiber dengan media interaksi dosen dan mahasiswa dengan berbagai fasilitas yang tersedia seperti chat, forum, dan choice sebagai sarana interaktif antara dosen dan mahasiswa untuk membuka berbagai diskusi dan forum akademik lainnya. Selain itu, dalam klasiber juga diberikan fasilitas sebagai sarana evaluasi pembelajaran seperti tugas, kuis serta berbagai aktivitas dan sumber daya lainnya. Dosen dapat mengembangkan pembelajaran e-learning melalui two way communication. Dosen juga dapat menggunakan klasiber sebagai learning objective sehingga klasiber tidak hanya digunakan sebagai repository materi dosen tetapi memuat content pembelajaran interaktif.
Menurut Thorikul Huda, M.Sc. selaku Ketua Program DIII Analis Kimia FMIPA UII, pelatihan yang telah diikuti ini akan menjadi awal yang baik dalam pengembangan e-learning. Saat ini, 100 % dosen tetap telah mengembangkan e-learning dalam perkuliahan teori yang telah dirumuskan dalam satuan acara perkuliahan pada matakuliah semester genap 2014/2015. Prodi juga mendorong agar dosen dapat berkompetisi dalam hibah pengajaran BPA UII untuk mengembangkan content pembelajaran berbasis IT. Penggunaan klasiber ini, ke depan juga akan dikembangkan untuk pembelajaran praktikum di laboratorium. Aspek teoritis yang dapat menunjang skill mahasiswa di laboratorium, sistem pengolahan data, pelaporan dan evaluasi berbasis IT akan dikembangkan. Ke depan seluruh dosen akan mengikuti pelatihan pengembangan konten pembelajaran berbasis IT seperti yang telah dicanangkan dalam RKAT tahun 2015.
Pelatihan yang diikuti oleh seluruh dosen Prodi DIII Analis Kimia FMIPA UII ini akan dilaksanakan secara berkelanjutan dan diagendakan secara berkala dalam tahun 2015. Aktivitas ini merupakan langkah nyata dalam mewujudkan tujuan strategis dalam meningkatkan kualitas penelitian yang diorientasikan pada penciptaan proses pembelajaran berbasis keunikan lokal menuju World Class University. Penguatan e-learning menjadi sebuah langkah strategis dalam peningkatan kualitas pembelajaran yang akan menjadi sebuah keunggulan bagi penyelenggaraan program pendidikan sekolah vokasi.
Pengembangan kurikulum yang diperkuat dengan keunggulan dalam sistem penjaminan mutu laboratorium ISO/IEC 17025 membutuhkan sumber daya yang memadai. Peningkatan sarana laboratorium dan instrumentasi akan terus ditingkatkan. Tahun 2015, prodi juga akan menambah satu laboratorium baru, yaitu Laboratorium Simulasi ISO/IEC 17025. Laboratorium ini akan menjadi satu satunya laboratorium pembelajaran yang dimiliki oleh perguruan tinggi sebagai sarana pembelajaran dan pelatihan. Penguatan kualitas tenaga dosen yang memiliki kompetensi dan telah memiliki sertifikasi kompetensi di bidang laboratory dan memiliki sertifikat kompetensi sebagai asesor kompetensi menjadi suatu keunggulan prodi. Saat ini, dari 85 % dosen tetap prodi telah memiliki sertifikat kompeten dan tahun 2015 ditargetkan 100 % dosen telah tersertifikasi sesuai dengan standar sertifikasi personel dalam ISO/IEC 17024. Adanya penguatan e-learning ini akan semakin memperkuat keunggulan proses pembelajaran yang akan meningkatkan keunggulan adaptif alumni agar dapat bersaing di pasar global.
Empat Tim Mahasiswa Analis Kimia Juarai Lomba PKM-KT
Prestasi gemilang ini akan menjadi awal bagi seluruh tim untuk terus berkarya dalam berbagai kompetisi ilmiah di tingkat nasional. Thorikul Huda, M.Sc. selaku Ketua Program Studi DIII Analis Kimia merasa sangat bangga dengan prestasi dan karya kreativitas mahasiswa. Selepas pengumuman pemenang lomba dan penyerahan hadiah bagi para pemenang, Ketua Program Studi DIII Analis Kimia menuturkan, bahwa Program Studi DIII Analis Kimia berkomitmen dalam meningkatkan kualitas prestasi mahasiswa di tingkat wilayah, nasional dan internasional. Sejak tahun 2014, Prodi membentuk Divisi Minat dan Bakat Mahasiswa untuk mengawal, memfasilitasi dan mendampingi kegiatan ilmiah mahasiswa, termasuk dalam mempersiapkan ajang kompetisi Program Kreativitas Mahasiswa (PKM), Olimpiade Sain Terapan (OST) Pertamina dan kompetisi ilmiah lainnya.
Di tengah-tengah kesibukan aktivitas pembelajaran dan kegiatan ekstrakurikuler, tim PKM-KT mahasiswa berjuang untuk mewujudkan karya nyata yang berkualitas. Tim yang diketaui oleh Santoso merupakan mahasiswa angkatan 2013 telah berhasil menjadi Juara 2. Karya tulis yang berjudul pembuatan biohidrogen, eenergi massa depan berbasis bioteknologi dengan pemanfaatan limbah sampah daun di Kampus Terpadu UII melalui proses fermentasi berhasil mengantarkan tim menjadi juara. Tim yang dibimbing oleh Reni Banowati Istingrum, M.Sc. ini menjadi sebuah karya tulis yang mampu memberikan solusi energi terbarukan untuk masa depan Indonesia.
PKM-KT yang berjudul Sky garden sebagai solusi untuk menurunkan suhu dan polusi udara di Kota Yogyakarta karya tim yang diketuai Yorfan Ruwindya, mahasiswa angkatan 2013 berhasil meraih Juara Harapan 1. Tim yang dibimbing oleh Jamalul Lail, S.Si. ini memberikan solusi alternatif pemecahan permasalahan global warming. KPP (Kredit Pendidikan dan pelatihan) solusi cerdas dan bertanggung jawab dalam meraih cita-cita karya tim yang dimotori oleh Rahmatika Rahayu dengan dosen pembimbing Puji Kurniawati, M.Sc. berhasil meraih Juara Harapan 2. Satu lagi tim yang dikawal oleh Laksmitas Ade Noormalasari dengan karya tulis dengan judul meminimalkan baju bekas impor menuju masyarakat Indonesia yang sehat dan berekonomi mandiri. Tim yang dibimbing oleh Tri Esti Purbaningtias, M.Si. menjadi sebuah gagasan dalam mendukung program pemerintah menuju Indonesia sehat dan mandiri.
Karya dan prestasi ini akan menjadi awal kesuksesan dalam terus berkarya dan berprestasi. Selamat berjuang tim PKM DIII Analis Kimia di ajang kompetisi PKM-KT. Semoga karya ini akan mengantarkan gemilang kesuksesan untuk mengukir prestasi yang setinggi-tingginya. Karya nyata ini semoga dapat memberikan sumbangan terhadap kemajuan bangsa. Keluarga besar civitas akademika Program Studi DIII Analis Kimia FMIPA UII mengucapkan selamat kepada seluruh tim yang telah berhasil menjuarai Lomba PKM-KT tingkat FMIPA UII. Jayalah terus Analis Kimia UII, semoga keberkahan akan selalu mengalir dalam setiap langkah menuju kesuksesan.
Lembaga Sertifikasi Profesi Sains Terapan FMIPA UII Siap Menuju Lisensi dari BNSP
LSP Sains Terapan telah menetapkan dua skema sertifikasi, yaitu sertifikasi paket dasar (volumetric dan gravimetric) serta spektrometri UV-Vis. Kedua skema tersebut telah dirumuskan oleh Tim Perumus yang terdiri dari dua asesor kompetensi, Yuli Rohyami, M.Sc. dan Reni Banowati Istiningrum, M.Sc. yang kemudian dikaji dan ditetapkan oleh Komite Skema Sertifikasi. Komite Skema Sertifikasi diketuai oleh Riyanto, Ph.D. dan Ida Ayu Sulistya, A.Md. selaku sekretaris dan beranggotakan Dr. Farida Hayati, M.Si., Apt., Rudy Syahputra, Ph.D., Tatang Shabur Julianto, M.Si., Thorikul Huda, M.Sc. Komite Skema Sertifikasi inilah yang memiliki kewenangan dalam memastikan dukungan dan partisipasi para pemangku kepentingan terkait, mengembangkan skema sertifikasi KKNI, Okupasi Nasional maupun klaster tertentu sesuai permintaan, memastikan ketelusuran skema terhadap standar kompetensi kerja, enetapkan lingkup skema sertifikasi sesuai KKNI, Okupasi Nasional atau klaster tertentu, menetapkan persyaratan dasar sertifikasi sesuai dengan kategori dan jenis skema sertifikasi, memastikan proses pengembangan skema telah mengikuti pedoman BNSP, memelihara dan memastikan skema sesuai perkembangan terkini serta mengidentifikasi dan menetapkan keputusan atas masalah-masalah tuntutan yang mungkin terjadi.
Seluruh sistem manajemen mutu LSP Sains Terapan telah dikembangkan dengan merujuk sistem manajemen mutu ISO/IEC 17024 : 2012 Conformity assessment – General requirments for bodies operating certification of person (Penilaian kesesuaian–Persyaratan umum badan/lembaga sertifikasi personil). LSP telah mempersiapkan dokumen persyaratan penilaian kesesuaian dan telah memiliki kelengkapan persyarakatan dokumen sistem manajemen mutu yang telah ditetapkan oleh BNSP. LSP Sains Terapan saat ini memiliki Tempat Uji Kompetensi (TUK) Laboratorium Analisis Kimia yang dikepalai oleh Ibu Puji Kurniawati, M.Sc. Keberadaan TUK ini telah dimanfaatkan dalam uji coba sertifikasi kompetensi, pada Sabtu, 18 April 2015. LSP Sains Terapan telah melakukan uji coba sertifikasi untuk dua skema sertifikasi untuk paket dasar volumetric dan gravimetric serta skema sertifikasi untuk spektrometri UV-Vis. Seluruh kelengkapan dokumen dan persyaratan sumber daya juga telah dipersiapkan untuk proses audit internal yang akan dilaksanakan pada 8 Mei 2015 mendatang. Harapannya, pada akhir Mei 2015 LSP Sains Terapan dapat melakukan pendaftaran lisensi ke BNSP.
SKPI : Catatan Singkat Prestasi Mahasiswa
Pada sesi kedua panitia menghadirkan Ilya Fajar Maharika selaku Wakil Rektor I UII yang memiliki kewenangan terkait kebijakan akademik di lingkungan universitas. Beliau memaparkan tentang Rancang Bangun Peraturan Akademik: Pedoman Akademik Penyelenggaraan Pendidikan Di Lingkungan UII. Hal penting yang disampaikan adalah SKPI menjadi kewajiban dan tanggung jawab perguruan tinggi untuk memenuhi hak mahasiswa sebagai kelengkapan kelulusannya. Beliau mengatakan secara prinsip UII sedang menulis ulang tentang peraturan proses pembelajaran pada beragam tingkat akademik mulai dari diploma, sarjana, hingga pasca sarjana. Universitas mulai merancang pedoman akademik mengenai proses pembelajaran umum yang berlaku untuk semua program studi, proses pembelajaran khusus untuk masing-masing program studi, dan pola pengembangan mahasiswa. Pihak universitas secara garis besar mendukung masing-masing program studi untuk melakukan inisiasi terkait evaluasi sistem pembelajaran melalui penerbitan surat keterangan pendamping ijazah (SKPI). Penerbitan SKPI ini masuk dalam rancangan pedoman akademik universitas sebagai penguatan kompetensi lulusan.
Materi selanjutnya disampaikan oleh Fathul Wahid S.T., M.Sc. selaku Kepala Badan Pengembangan Akademik mengenai Konten Surat Keputusan Pendamping Ijazah (Diploma Supplement) dan Relevansinya dengan Kurikulum. Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI) memiliki relevansi dengan kurikulum terkait capaian pembelajaran lulusan yang diatur dalam Permendikbud No.81/2014 tentang Ijazah, Serifikat Kompetensi, dan Serifikat Profesi Pendidikan Tinggi. Adanya SKPI memberikan kemudahan pengguna (stakeholder) untuk mengetahui kompetensi lulusan tentang deskripsi capaian pembelajarannya, selain itu SKPI merupakan wujud komitmen program studi untuk menghasilkan lulusan yang kompeten.
Pada sesi terakhir, Dr. Paryana Puspaputra selaku Kepala Badan Sistem Informasi memaparkan mengenai Pengembangan Sistem Informasi untuk SKPI. Beliau menyampaikan bahwa teknologi informasi merupakan alat untuk menyampaikan informasi. Informasi yang dicantumkan dalam SKPI harus jelas untuk membentuk sistenm informasi yang lebih terintegrasi. Keseragam informasi antar prodi dalam SKPI lebih mempermudah untuk membangun sistem informasinya. Di akhir diskusi, beliau menyatakan bahwa BSI siap untuk membantu prodi-prodi yang telah merencanakan SKPI dengan matang dalam hal sistem informasinya.
Prodi DIII Analis Kimia Hadiri ICHAMS di Bali
Di tempat terpisah, Reni Banowati, M.Sc., selaku penanggung jawab program mengungkapkan bahwa “ICHAMS ini, termasuk salah satu kegiatan PHKPS Batch-II, yang kembali diperoleh Prodi DIII Analis Kimia dalam rangka meningkatkan kapasitas prodi untuk meningkatkan status akreditasi.”
Setelah pelaksanaan seminar, dilanjutkan dengan Pertemuan Seluruh Jurusan Analis Kimia Se-Indonesia, yang menghasilkan beberapa rekomendasi untuk percepatan sertifikasi Kompetensi Kimia Analisis, antara lain melalui pengembangan kurikulum berbasis kompetensi dengan LO (Learning Outcome) yang mampu telusur dengan standar kompetensi dan kualifikasinya, pengembangan paket pembelajaran berbasis kompetensi, pengembangan perangkat asesmen kompetensi secara formatif, sumatif, dan holistik, pengembangan kelembagaan sertifikasi pada lembaga pendidikan tinggi, serta pengembangan tempat uji kompetensi sesuai dengan GLP (Good Laboratory Practice).
Dalam waktu dekat, DPP HIMPAKI Jakarta, akan segera melaksanakan pelantikan kepengurusan DPW HIMPAKI Jogja-Jateng yang telah terbentuk pada tanggal 29 Maret 2015 yang bertempat di Universitas Islam Indonesia.
Indonesian Chemicals Analysis segera Rumuskan Rancangan Program Learning Outcome DIII Analis Kimia
Penguatan kompetensi lulusan untuk Program Studi DIII Analis Kimia mengacu pada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) Bidang Laboratory. Implementasi kurikulum harus mendapatkan pengawalan dan evaluasi yang berkelanjutan. Desain kurikulum jenjang diploma III dengan rasio matakuliah teori dan praktik 30 : 70 menjadi tantangan baru. Matakuliah penguatan aspek knowledge yang sebelumnya diberikan dalam matakuliah teori, maka dengan desain kurikulum baru beberapa matakuliah teori digabungkan. Matakuliah praktikum dengan bobot minimal 52 SKS memungkinkan untuk penguatan aspek teoritis dilaksanakan secara terintegrasi dalam kegiatan praktikum di laboratorium.
Desain kurikulum untuk sekolah vokasi ini sangat membantu dalam pencapaian kompetensi yang akan menjadi keunggulan para lulusan. Standar uji kompetensi dalam mendapatkan pengakuan kompeten oleh Lembaga Sertifikasi Kompetensi menggunakan standar SKKNI Bidang Laboratori. Standardisasi kompetensi menjadi sebuah keharusan agar para lulusan dapat bersaing menjadi tenaga profesional di pasar global. Bulan Juni mendatang, Badan Nasional Sertifikasi Profesi akan meluncurkan standar di Bidang Analisis Kimia dengan menggunakan acuan standar dari Australia. Standar inilah yang akan dipergunakan oleh Prodi Analisis Kimia sehingga lulusan jenjang DIII akan mendapatkan sertifikat V.
Indonesian Chemicals Analysis segera Rumuskan Rancangan KKNI DIII Analis Kimia
Indonesian Chemicals Analysis menggelar Indonesian Chemicals Analysis Meeting and Seminar (ICHAMS) 2015 di Balai Diklat dan Industri Denpasar Bali pada Kamis, 2 April 2015. Pertemuan ini merupakan forum Program Studi DIII Analis Kimia se Indonesia yang telah dirintis sejak Tahun 2014 di Program Studi DIII Analis Kimia FMIPA UII. Pertemuan ICHAMS 2015 ini membahas pengembangan dan implementasi kurikulum berbasis kompetensi di sekolah vokasi.
Standardisasi kurikulum menjadi tantangan institusi dalam pengambangan kurikulum dalam menghadapi tantangan Masyarakat Ekonomi Asean. Standar Kompetensi Nasional Kimia Analisis (SKN-KA) menjadi standar kurikulum analis kimia yang telah dikembangkan sejak tahun 2003. Penyelenggaraan kurikulum pendidikan sekolah vokasi juga harus disesuaikan dengan Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SNPT) dengan menggunakan standar pencapaian pembelajaran dalam Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI).
Pada pertemuan ini disepakati bahwa Program Studi DIII Analis Kimia akan membahas rancangan rumusan pencapaian pembelajaran (program learning outcome) yang akan berlaku di seluruh Indonesia. Pertemuan ini menghasilkan kesepakatan bahwa rumusan deskripsi capaian pembelajaran yang mencakup tiga parameter, yaitu kemampuan di bidang kerja, lingkup kerja berdasarkan pengetahuan yang dikuasai dan kemampuan manajerial yang nantinya akan menjadi rumusan KKNI Level 5 untuk Jenjang Program Diploma III harus segera disepakati bersama. Rumusan program learning outcome ini akan disepakati dalam pertemuan pada bulan Mei 2015 mendatang di Program Studi DIII Analis Kimia FMIPA UII di Yogyakarta dengan mengundang seluruh Prodi DIII Analis Kimia se Indonesia.
Penguatan kompetensi lulusan untuk Program Studi DIII Analis Kimia mengacu pada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) Bidang Laboratory. Implementasi kurikulum harus mendapatkan pengawalan dan evaluasi yang berkelanjutan. Desain kurikulum jenjang diploma III dengan rasio matakuliah teori dan praktik 30 : 70 menjadi tantangan baru. Matakuliah penguatan aspek knowledge yang sebelumnya diberikan dalam matakuliah teori, maka dengan desain kurikulum baru beberapa matakuliah teori digabungkan. Matakuliah praktikum dengan bobot minimal 52 SKS memungkinkan untuk penguatan aspek teoritis dilaksanakan secara terintegrasi dalam kegiatan praktikum di laboratorium.
Desain kurikulum untuk sekolah vokasi ini sangat membantu dalam pencapaian kompetensi yang akan menjadi keunggulan para lulusan. Standar uji kompetensi dalam mendapatkan pengakuan kompeten oleh Lembaga Sertifikasi Kompetensi menggunakan standar SKKNI Bidang Laboratori. Standardisasi kompetensi menjadi sebuah keharusan agar para lulusan dapat bersaing menjadi tenaga profesional di pasar global. Bulan Juni mendatang, Badan Nasional Sertifikasi Profesi akan meluncurkan standar di Bidang Analisis Kimia dengan menggunakan acuan standar dari Australia. Standar inilah yang akan dipergunakan oleh Prodi Analisis Kimia sehingga lulusan jenjang DIII akan mendapatkan sertifikat V.
Praktik Kerja Mandiri D-III Analis Kimia
PKM di Prodi D-III Analis Kimia dilaksanakan untuk mahasiswa yang sudah mencapai semester 5. Mahasiswa pada semester tersebut telah banyak memperoleh pengetahuan sekaligus ketrampilan pada saat menjalankan praktikum. Tercatat di Prodi D-III Analis Kimia pada kurikulum yang telah mendapatkan pengesahan dari Rektor UII terdapat 52 SKS kegiatan praktikum dari 112 SKS yang akan diselesaikan selama 3 tahun. Oleh karena itu tidak mengherankan apabila mahasiswa Prodi D-III Analis Kimia UII memiliki skill yang lebih baik di laboratorium dibandingkan dengan mahasiswa strata lain dalam bidang yang sama.
Keuntungan lain kegiatan PKM adalah membekali mahasiswa sebelum menjalankan Praktik Kerja Lapangan (PKL) pada semester 6. Mahasiswa yang PKL tentunya sudah memiliki bekal yang cukup baik karena sudah didahului dengan PKM di laboratorium. Kemampuan untuk memilih metode analisis menjadi hal yang sangat fundamental dalam praktik di laboratorium. Pemilihan metode dapat didasarkan pada berbagai hal seperti biaya, ketersediaan instrumentasi, kecocokan antara sampel dengan reagen yang dimiliki dan lain sebagainya. Kemampuan tersebut sudah barang tentu dimiliki oleh mahasiswa yang menjalan PKM di Prodi D-III Analis Kimia.
Hasil yang didapatkan dari kegiatan PKM kemudian dipresentasikan secara terbuka di depan dosen pembimbing dan mahasiswa lain. Presentasi tersebut dimaksudkan untuk menumbuhkan kemampuan mahasiswa dalam men delivery hasil yang diperoleh pada saat PKM. Hal tersebut sangat berguna bagi mahasiswa untuk saling tukar informasi terkait dengan pekerjaan selama menjalankan PKM. Setelah presentasi selesai selanjutnya mahasiwa memiliki kewajiban untuk membuat laporan dan poster sebagai bagian publikasi ilmiah mahasiswa Prodi D-III Analis Kimia.
Konsolidasi Pembentukan HIMPAKI DPW DIY Jateng
Diskusi pada saat konsolidasi tersebut Reni menyampaikan sejarah terbentuknya HIMPAKI dengan dilanjutkan Munas yang pertama kali pada tahun 2012 di Bogor Barat. Dari sisi usia HIMPAKI belum lama, namun demikian keanggotaannya sudah mulai tersebar ke berbagai wilayah seperti Bali, Bandung, Aceh dan lain-lain. Keanggotaan HIMPAKI adalah semua orang yang memiliki profesi ataupun peduli pada bidang analis kimia. Keberadaan HIMPAKI akan sangat strategis dalam mendukung penerapan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI). Hal tersebut dikarenakan HIMPAKI sebagai asosiasi profesi dapat memberikan masukan dan rekomendasi dari untuk capaian pembelajaran (learning outcome) minimal untuk bidang analisis kimia pada semua jenjang khususnya pada jalur vokasional.
Adanya HIMPAKI akan memberikan peluang peningkatan karir bagi analis kimia. Profesi analis kimia diharapkan tidak hanya pada jenjang operator (red. analis) akan tetapi juga dapat meningkat menjadi ahli analisis yang apabila disesuaikan dengan KKNI pada level 7 dan 8. HIMPAKI kedepan diharapkan dapat memberikan lisensi kepada analis kimia melalui jalur sertifikasi dan pelatihan dengan mengacu pada ketentuan yang ada pada KKNI.
Rekomendasi kepada mereka yang hadir pada acara konsolidasi tersebut diminta untuk menyampaikan keberadaan HIMPAKI wilayah DIY Jateng kepada rekan sejawat, atasan ataupun bawahan di tempat mereja bekerja. Dengan demikian dimasa yang akan datang keanggotaan HIMPAKI di DIY Jateng akan semakin meningkat. Akhir dari acara konsolidasi diberikan formulir untuk menjadi anggota HIMPAKI, sehingga diharapkan meskipun tidak masuk menjadi pengurus mereka tetap menjadi anggotanya HIMPAKI.
Pelatihan Klasiber sebagai Upaya Peningkatan Kualitas Pembelajaran Berbasis IT
Menurut Yuli Rohyami, M.Sc. selaku instruktur dalam pelatihan klasiber mengatakan bahwa dosen dapat menggunakan fasilitas yang disediakan dalam portal klasiber sebagai media pembelajaran interaktif. Dosen dapat mengembangkan konten dan media pembelajaran interaktif dengan memanfaatkan teknologi pembelajaran yang terus berkembang. Pendidikan vokasi dengan rasio matakuliah teori sangat membutuhkan strategi pembelajaran yang efektif guna mengimbangi ketercapaian aspek pengetahuan (knowledge) dan ketrampilan (skill) mahahasiswa. Kurikulum 2014 yang telah dikembangkan dan baru berjalan dalam satu tahun akademik ke depan, memiliki porsi mata kuliah teori yang lebih sedikit. Rasio teori dan praktik 30 : 70 % menjadikan beberapa matakuliah teori menjadi berkurang beban SKS-nya. Penguasaan aspek teoritis tetap menjadi konsep yang harus dikuasai oleh mahasiswa. E-learning dapat menjadi supplement dalam memperluas kedalaman materi dan keluasan bahasan yang dapat dipelajari tanpa batas ruang dan waktu oleh mahasiswa.
Pelatihan ini juga dipraktikkan berbagai model implementasi klasiber dengan media interaksi dosen dan mahasiswa dengan berbagai fasilitas yang tersedia seperti chat, forum, dan choice sebagai sarana interaktif antara dosen dan mahasiswa untuk membuka berbagai diskusi dan forum akademik lainnya. Selain itu, dalam klasiber juga diberikan fasilitas sebagai sarana evaluasi pembelajaran seperti tugas, kuis serta berbagai aktivitas dan sumber daya lainnya. Dosen dapat mengembangkan pembelajaran e-learning melalui two way communication. Dosen juga dapat menggunakan klasiber sebagai learning objective sehingga klasiber tidak hanya digunakan sebagai repository materi dosen tetapi memuat content pembelajaran interaktif.
Menurut Thorikul Huda, M.Sc. selaku Ketua Program DIII Analis Kimia FMIPA UII, pelatihan yang telah diikuti ini akan menjadi awal yang baik dalam pengembangan e-learning. Saat ini, 100 % dosen tetap telah mengembangkan e-learning dalam perkuliahan teori yang telah dirumuskan dalam satuan acara perkuliahan pada matakuliah semester genap 2014/2015. Prodi juga mendorong agar dosen dapat berkompetisi dalam hibah pengajaran BPA UII untuk mengembangkan content pembelajaran berbasis IT. Penggunaan klasiber ini, ke depan juga akan dikembangkan untuk pembelajaran praktikum di laboratorium. Aspek teoritis yang dapat menunjang skill mahasiswa di laboratorium, sistem pengolahan data, pelaporan dan evaluasi berbasis IT akan dikembangkan. Ke depan seluruh dosen akan mengikuti pelatihan pengembangan konten pembelajaran berbasis IT seperti yang telah dicanangkan dalam RKAT tahun 2015.
Pelatihan yang diikuti oleh seluruh dosen Prodi DIII Analis Kimia FMIPA UII ini akan dilaksanakan secara berkelanjutan dan diagendakan secara berkala dalam tahun 2015. Aktivitas ini merupakan langkah nyata dalam mewujudkan tujuan strategis dalam meningkatkan kualitas penelitian yang diorientasikan pada penciptaan proses pembelajaran berbasis keunikan lokal menuju World Class University. Penguatan e-learning menjadi sebuah langkah strategis dalam peningkatan kualitas pembelajaran yang akan menjadi sebuah keunggulan bagi penyelenggaraan program pendidikan sekolah vokasi.
Pengembangan kurikulum yang diperkuat dengan keunggulan dalam sistem penjaminan mutu laboratorium ISO/IEC 17025 membutuhkan sumber daya yang memadai. Peningkatan sarana laboratorium dan instrumentasi akan terus ditingkatkan. Tahun 2015, prodi juga akan menambah satu laboratorium baru, yaitu Laboratorium Simulasi ISO/IEC 17025. Laboratorium ini akan menjadi satu satunya laboratorium pembelajaran yang dimiliki oleh perguruan tinggi sebagai sarana pembelajaran dan pelatihan. Penguatan kualitas tenaga dosen yang memiliki kompetensi dan telah memiliki sertifikasi kompetensi di bidang laboratory dan memiliki sertifikat kompetensi sebagai asesor kompetensi menjadi suatu keunggulan prodi. Saat ini, dari 85 % dosen tetap prodi telah memiliki sertifikat kompeten dan tahun 2015 ditargetkan 100 % dosen telah tersertifikasi sesuai dengan standar sertifikasi personel dalam ISO/IEC 17024. Adanya penguatan e-learning ini akan semakin memperkuat keunggulan proses pembelajaran yang akan meningkatkan keunggulan adaptif alumni agar dapat bersaing di pasar global.
Presentation on Research
Karakterisasi material katalis yang telah disintesis digunakan dua peralatan seperti X-ray diffraction dan fourier transform infra red. Identifikasi keasaman pada material hasil sintesis digunakan metode adsorpsi piridin. Distribusi pori dan luas area permukaan material ditentukan dengan cara adsorpsi-desorpsi nitrogen. Menurut Esti, aktivitas katalitik AlCl3/AM bergantung pada jumlah sisi asam dan luas permukaan.