
Prodi DIII Analis Kimia FMIPA UII pada Sabtu, 25 April 2015 mengumumkan pemenang Lomba PKM-KT Tingkat Prodi.
Pengumuman dan pemberian piagam penghargaan serta uang pembinaan untuk seluruh pemenang bersamaan dengan kegiatan Seminar Terbuka Praktikum Mandiri di Auditorium FMIPA UII.
Penilaian karya PKM yang telah dilaksanakan sejak Februari 2015 lalu akhirnya tim reviewer dan dewan juri memutuskan para pemenang untuk kategori PKM-KT.
Tim PKM-KT dengan judul Pengembangan Senyawa Humat Terstandar Berbahan Baku Lahan Gambut Indonesia karya Achmad Faisyal Fatah, Nursi Biwi Qayyumah dan Ukhti Luthfiyah berhasil menjadi Juara I. Juara II diraih oleh Yustina Nur’aini, Destiana Murtiyani, Muhammad Afif Dinata, Baruji dengan karya tulis yang berjudul Potensi Ekstrak Daun Wedusan (Argeratum conyzoides L.) sebagai Bioherbisida untuk Tanaman Padi yang Ramah Lingkungan. Juara III diraih oleh Aryanti Dewi Safitri, Fitriana Yulaichah, Laksmita Ade Noormalasari dengan karya yang berjudul Komposit Zeolite/Kitosan Bead sebagai Filter dalam Reactor Bertingkat Pengolahan Limbah Krom.
Pemenang Harapan I diraih oleh Alin Azmi, Nurul Arifah, Disti Maharani Syafitri, Budi Tri Wibowo M. dengan karya berjudul Revitalisasi Daun Bandotan sebagai Pestisida Organik yang Ramah Lingkungan di Kabupaten Indramayu Jawa Barat. Karya dengan judul Pembuatan Bioetanol dari Limbah Kulit Pisang karya Ashri Nurrohmah, Siti Syah Dhani Tirta, Hilyatuz Zulfa, dan Luthfiaty Hanifah berhasil menjadi Juara Harapan II. Juara Harapan III diraih oleh tim Rifa Atush Sholihah, Btari Isnandora Pradasakty dan Adelia Ekayana Stirman dengan judul Aplikasi Membran Kitosan-Silika dalam Pengolahan Air Minum.
Pemenang berhak mendapatkan piagam penghargaan dan uang pembinaan yang diserahkan oleh Panitia Lomba PKM-KT Prodi DIII Analis Kimia FMIPA UII yang disampaikan langsung oleh Tri Esti Purbaningtias, M.Si. Menurut Thorikul Huda, M.Sc. selaku Ketua Program Studi DIII Analis Kimia FMIPA UII, Lomba PKM-KT ini menjadi langkah strategis prodi dalam meningkatkan prestasi dan membangun karakter mahasiswa. Kompetisi untuk berhasil lolos dalam PKM-KT merupakan prestasi yang dapat mendorong mahasiswa untuk berkarya. Prodi berupaya untuk memberikan motivasi dan pendampingan melalui review yang sekaligus sebagai ajang kompetisi PKM-KT di tingkat prodi.
Komitmen prodi dalam mendorong prestasi akademik mahasiswa diwujudkan melalui aktivitas yang dilakukan oleh Divisi Minat dan Bakat Mahasiswa yang dipimpin oleh Jamalul Lail, S.Si. Divisi inilah yang berperan untuk memfasilitasi seluruh kegiatan ilmiah mahasiswa. Adanya lomba yang diselenggarakan ini dapat menumbuhkan semangat mahasiswa untuk berkarya dan berprestasi.
Ketua Program Studi DIII Analis Kimia menyatakan bahwa Prodi juga telah mempersiapkan Lomba PKM-V yang sekaligus menjadi proses review dalam mempersiapkan usulan PKM-V dari seluruh tim PKM mahasiswa Prodi DIII Analis Kimia. Divisi Minat dan Bakat Mahasiswa akan senantiasa siap menjadi fasilitator dalam mempersiapkan karya-karya yang akan diusulkan mahasiswa. Ketua Program Studi sangat yakin, apabila semakin banyak usulan PKM yang diajukan maka semakin besar peluang dan kesempatan untuk lolos. Lomba PKM-V yang akan datang akan menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas usulan PKM dari mahasiswa Prodi DIII Analis Kimia FMIPA UII. Prodi berkomitmen dalam mendorong mahasiswa untuk serius dalam mempersiapkan usulan PKM.
Menurut Puji Kurniawati, M.Sc. selaku Koordinator Praktik kerja Mandiri menuturkan, Prodi juga memberikan kebijakan bahwa mahasiswa diwajibkan untuk menjadi Ketua Pengusul sebagai syarat untuk mengambil matakuliah Praktik Kerja Mandiri. Usulan PKM yang lolos dapat dikonversi sebagai nilai matakuliah tersebut dan mahasiswa berhak mendapatkan nilai A apabila lolos menjadi finalis dalam PIMNAS.
WORKSHOP TEKNIK SAMPLING: LANGKAH AWAL MENGHASILKAN DATA YANG DAPAT DIPERTANGGUNGJAWABKAN
(Glagah Beach) Dalam upaya menghasilkan data yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan yang selanjutnya akan digunakan dalam pengambilan keputusan, maka dibutuhkan suatu ilmu dan skill tersendiri dalam pengambilan sampel. Sampel yang baik adalah sampel yang memiliki keterwakilan yang tinggi terhadap populasi yang akan dikaji. Hal ini penting karena sampel itulah yang nantinya akan diolah, dan parameternya akan digunakan untuk mengeneralisir karakterisitik populasi. Dalam kasus populasinya adalah obyek lingkungan seperti air, udara maupun tanah terdapat kendala tersendiri yang ditimbulkan dari sifat populasi yang cenderung heterogen dan dinamis.
Dalam workshop yang dipandu oleh Reni Banowati Istiningrum, selaku Dosen Pengampu Praktikum Teknik Sampling, dan 3 orang asisten ini, mahasiswa dilatih untuk menggunakan peralatan sampling air, tanah dan udara seperti impinger, high volume air sampler, water sampler horizontal, dan bor tanah. Mahasiswa juga berlatih menggunakan alat ukur parameter lapangan seperti higrometer, DO meter, GPS, current meter, dan lain-lain. Selain itu, sebelum melaksanakan sampling, mahasiswa juga harus melakukan survei terlebih dahulu sebagai dasar dalam membuat desain sampling. Melalui workshop ini diharapkan akan memberikan bekal dan kompetensi tambahan bagi mahasiswa selain sebagai analis kimia di laboratorium. Karena pada kenyataannya, beberapa alumni Prodi DIII Analis Kimia juga diberi tugas sebagai petugas pengambil sampel.
WORKSHOP TEKNIK SAMPLING: LANGKAH AWAL MENGHASILKAN DATA YANG DAPAT DIPERTANGGUNGJAWABKAN
Dalam workshop yang dipandu oleh Reni Banowati Istiningrum, selaku Dosen Pengampu Praktikum Teknik Sampling, dan 3 orang asisten ini, mahasiswa dilatih untuk menggunakan peralatan sampling air, tanah dan udara seperti impinger, high volume air sampler, water sampler horizontal, dan bor tanah. Mahasiswa juga berlatih menggunakan alat ukur parameter lapangan seperti higrometer, DO meter, GPS, current meter, dan lain-lain. Selain itu, sebelum melaksanakan sampling, mahasiswa juga harus melakukan survei terlebih dahulu sebagai dasar dalam membuat desain sampling. Melalui workshop ini diharapkan akan memberikan bekal dan kompetensi tambahan bagi mahasiswa selain sebagai analis kimia di laboratorium. Karena pada kenyataannya, beberapa alumni Prodi DIII Analis Kimia juga diberi tugas sebagai petugas pengambil sampel.
Origin for data analysis and publication-quality graphing
Pelatihan ini membahas tentang bagaimana mengolah data XRD dan FTIR. Salah satu materi yang diberikan adalah mengenai menggabungkan beberapa data XRD dan FTIR dalam satu grafik sehingga memberikan warna yang berbeda dalam penulisan karya ilmiah. Fitur-fitur pembuatan grafik lainnya yang dibahas adalah baseline dan smoothing. Selain itu juga diberikan teknik analisis data dalam hal mencari luas puncak menggunakan persamaan Gaussian dan Lorentzian. Hal yang tidak kalah menariknya adalah bahwa Origin dapat mempresentasikan ulang data yang berupa gambar menjadi sebuah grafik yang dapat diolah lebih lanjut menggunakan fitur-fitur yang ada.
Prodi Analis Kimia se-Indonesia Bahas Learning Outcome
Pertemuan ini menjadi forum penting bagi Prodi DIII Analis Kimia se-Indonesia yang tengah berupaya untuk melakukan pengembangan kurikulum pendidikan vokasional. Rumusan learning outcome untuk Prodi DIII Analis Kimia tengah dikaji di forum HKI dan baru akan dibahas pada 1 Oktober 2015 mendatang. Rumusan learning outcome inilah yang akan digunakan sebagai acuan dalam merumuskan learning outcome bagi Prodi DIII Analis Kimia se-Indonesia. Rancangan learning outcome yang telah dipaparkan oleh ketua HKI dapat menjadi acuan dalam merumuskan learning outcome Prodi DIII Analis Kimia dalam pengembangan kurikulum baru. Tantangan baru Prodi DIII Analis Kimia dengan standar kurikulum pendidikan dengan proporsi matakuliah praktikum minimal 52 SKS harus dikaji secara mendalam sehingga standar capaian pembelajaran dapat terealisasi.
Standar kemampuan kerja dalam draft learning outcome disebutkan bahwa untuk jenjang pendidikan DIII Analis Kimia setidaknya memiliki kemampuan dalam memilih dan menerapkan metode analisis kimia yang telah dikenal dan yang sesuai untuk materi yang dianalisis, mampu mengoperasikan instrument kimia yang sederhana maupun kompleks sesuai dengan standar dan mampu menyampaikan informasi atau analisis dengan parameter baku dari instrument tersebut dengan benar, serta mampu melakukan analisis materi tertentu dengan metode analisis kimia berdasarkan prosedur operasi standar tertentu. Standar lulusan DIII Analis Kimia akan jelas berbeda dengan standar lulusan SMK Analis Kimia. Kemampuan kerja yang dimiliki inilah yang membedakan lulusan SMK Analis Kimia dengan lulusan DIII Analis Kimia.
Lulusan DIII Analis Kimia juga memiliki standar kemampuan dalam penguasaan pengetahuan dengan lulusan S1 Kimia. Penguasaan pengetahuan dalam draft learning outcome disebutkan bahwa lulusan DIII Analis Kimia mampu menguasai pengetahuan tentang struktur, sifat kimia dan sifat fisik bahan kimia yang tersusun oleh molekul-molekul sederhana, menguasai konsep kimia analisis dan pengetahuan ttg metode kimia analisis yang dapat diterapkan di lapangan kerja serta menguasai pengetahuan tentang fungsi, cara mengoperasikan instrument kimia yang umum maaupun khusus untuk analisis kimia dan cara pemeliharaan instrument tersebut.
Himpunan Kimia Indonesia akan mengkaji dan melakukan diskusi intensif dalam memantapkan learning outcome Prodi DIII Analis Kimia se-Indonesia. Ketua HKI menuturkan bahwa pihaknya akan membuka forum melalui mailing list Prodi DIII Analis Kimia se-Indonesia untuk memberikan sumbang saran dalam rumusan learning outcome menjelang pertemuan HKI pada 1 Oktober mendatang.
Kaprodi Analis Kimia UII Dilantik sebagai Ketua Asosiasi Profesi
Acara Pelantikan yang dibuka oleh Dekan FMIPA UII, Drs. Allwar MSc., Ph.D. dan dihadiri oleh pengurus yang berasal dari berbagai institusi dan perusahaan. Thorikul Huda, M.Sc. menuturkan bahwa pembentukan DPW DIY dan Jawa Tengah melibatkan kalangan professional dan praktisi yang berasal dari Universitas Islam Indonesia, Universitas Setya Budi Jawa Tengah, tenaga analis kimia dari UGM, UMY, SMK N 2 Depok, SMK Panjatan, dan SMTI Yogyakarta. Selain itu, pengurus HIMPAKI DIY dan Jawa Tengah ini juga melibatkan analis kimia yang berasal dari Balai Konservasi Candi Borobudur Jawa Tengah, BLH DIY dan BLH Jawa Tengah,Balai GAKI Jawa Tengah, Kesdam V Diponegoro Jawa Tengah, IPAL Yogkakarta, PT Sido Muncul, PT Berlico Mulia Farma, serta PT Pertamina.
Deddy Wiriadi Atmadja selaku Ketua DPP HIMPAKI dalam acara pelantikan memaparkan bahwa asosiasi profesi ini memiliki peran dalam melindungi masyarakat dari mereka yang kinerjanya merugikan kemaslahatan masyarakat. Himpunan ini didirikan untuk menamankan kesadaran akan pentingnya profesi analis kimia sekaligus mengembangkan, menerapkan dan menyebarluaskan konsep dan teknik metoda analisis. Selain itu, HIMPAKI akan menjadi himpunan asossiasi profesi yang akan memberikan peran nyata dalam meningkatkan kompetensi tenaga analis kimia yang professional sehingga mampu berkontribusi dalam mensukseskan program pemerintah.
HIMPAKI akan menjadi organisasi yang dapat mewujudkan profesi analis kimia Indonesia yang professional dan kompeten yang mampu berkompetisi di dunia Indonesia. HIMPAKI diharapkan mampu menghasilkan tenaga analis kimia yang professional dan kompeten di bidangnya serta taat terhadap kode etik profesi analis kimia. Oleh karena itu, kini HIMPAKI tengah merintis Lembaga Sertifikasi Profesi yang akan menjadi kepanjangan tangan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) untuk melakukan sertifikasi profesi kepada tenaga analis kimia. Keberadaan DPW HIMPAKI di bawah kepemimpinan Thorikul Huda, M.Sc. ini memiliki peran dalam menghimpun tenaga professional analis kimia di wilayah DIY dan Jawa Tengah.
Analis Kimia UII Menuju Sistem Sertifikasi Kompetensi Lulusan
Sistem sertifikasi dikembangkan sebagai standardisasi kompetensi yang mengacu pada sistem manajemen mutu ISO/IEC 17024 : 2012 tentang Conformity assessment – general requirements for bodies operating certification of pearson. Sistem sertifikasi ini digunakan untuk memberikan pengakuan kompetensi pada bidang keahlian tertentu. Pemerintah telah mengeluarkan kebijakan regulasi dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 23 Tahun 2004 tentang Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) dan PP Nomor 31 Tahun 2004 tentang Sistem Pelatihan Kerja Nasional. Pengembangan sistem sertifikasi kompetensi ini menjadi sebuah upaya dalam mewujudkan pengakuan kompetensi bagi tenaga kerja Indonesia yang dapat bersaing di pasar global.
Perkembangang era globalisasi yang telah mengantarkan Indonesia dalam memasuki pasar bebas ASEAN. Tantangan baru bagi perguruan tinggi dalam mempersiapkan lulusan yang unggul dan kompetitif di pasar global. Sistem regulasi barang dan jasa yang semakin terbuka membuka peluang bagi perguruan tinggi dalam mempersiapkan lulusan yang memiliki standardisasi kompetensi. Persaingan tenaga ahli dan tenaga professional di Negara ASEAN harus diimbangi dengan adanya pengakuan kompetensi yang diakui secara internasional. Sertifikasi kompetensi yang dari LSP dapat menjadi bentuk pengakuan kompetensi yang akan mengacu pada standar kompetensi.
Ir. Surono, M.Phil. Anggota BNSP dalam Seminar Nasional yang digelar di Prodi DIII Analis Kimia pada Jum’at, 29 Mei 2015 menegaskan bahwa Indonesia tengah mengembangkan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) untuk bidang laboratori. Pihak BNSP telah melakukan pra-konvensi dengan mengadopsi standar dari Australia. Hasil pra-konvensi yang telah dirumuskan untuk kualifikasi sertifikat II sampai sertifikat V. Standar kompetensi inilah yang nantinya akan digunakan dalam pengembangan skema sertifikasi di bidang laboratorium dalam sertifikasi tenaga ahli analis kimia. Skema sertifikasi yang berkembang di Indonesia telah mengacu pada SKKNI yang tidak kalah dengan standar yang berlaku di negara-negara maju.
Sistem sertifikasi yang dikembangkan oleh LSP Sains Terapan FMIPA UII telah mengacu pada SKKNI pada bidang laboratori dan ke depan LSP akan dikembangkan pada berbagai skema sertifikasi yang dibutuhkan oleh pihak pengguna. Thorikul Huda, M.Sc. selaku Direktur LSP Sains Terapan sekaligus Ketua Prodi DIII Analis Kimia FMIPA UII menuturkan bahwa LSP Sains Terapan telah melakukan uji coba sertifikasi untuk paket dasar dan spektrometri UV-Vis dan pada akhir tahun 2015 telah siap untuk melakukan sertifikasi kompetensi untuk seluruh mahasiswa Fakultas MIPA UII. LSP kini memiliki dua asesor kompetensi dan saat ini tengah mempersiapkan dua asesor kompetensi baru dan sumber daya pendukung yang memadai.
Prodi DIII Analis Kimia FMIPA UII telah menyiapkan Tempat Uji Kompetensi (TUK) Laboratorium Analisis Kimia yang dilengkapi dengan sarana dan instrumentasi laboratorium yang memadai. Puji Kurniawati, M.Sc. selaku Kepala TUK menyatakan bahwa pihkanya siap memberikan layanan sertifikasi kompetensi bagi LSP Sains Terapan dan LSP pihak luar. Tidak diragukan lagi, UII yang telah memiliki laboratorium terakreditasi ISO/IEC 17025 dapat memberikan jasa pelayanan pengujian dan sertifikasi personel secara professional dan terpercaya.
Adanya sistem sertifikasi ini menjadi suatu langkah dalam mewujudkan tujuan strategis UII dalam meningkatkan keunggulan kompetitif dan adaptif bagi lulusan. Mahasiswa yang telah lulus juga akan mendapatkan dua sertifikat kompetensi keahlian yang telah mendapatkan pengakuan secara internasional, disamping mendapatkan Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI). Penguatan sistem sertifikasi di perguruan tinggi ini akan terus dikembangkan melalui kurikulum pendidikan berbasis kompetensi. Terobosan baru yang telah diterapkan pada Prodi DIII Analis Kimia UII yaitu melalui pengembangan kurikulum baru dengan mengacu pada standar kompetensi baik standar nasional maupun standar internasional dengan melibatkan para pengguna lulusan. Selain telah mengacu standar, Prodi juga telah menetapkan satu keunggulan pada kompetensi lulusan yang mampu menguasai sistem manajemen mutu laboratorium ISO/IEC 17025.Menurut Ir. Surono, M.Phil. dalam pemaparannnya juga menyampaikan bahwa pengembangan sistem sertifikasi kompetensi pada pendidikan sekolah vokasional berperan dalam memastikan adanya implementasi pendidikan berbasis kompetensi. Adanya sistem sertifikasi yang dikeluarkan oleh sekolah vokasi dapat menjamin bahwa lulusan yang dihasilkan 100% kompeten. Lulusan pada jenjang DIII Analis Kimia maka secara otomatis menjadi tenaga ahli analisis kimia yang memegang sertifikat V pada skema sertifikasi di bidang laboratori.
Sertifikasi kompetensi ini akan berguna bagi pengguna untuk mendapatkan calon tenaga kerja professional yang kompeten tanpa harus memberikan pendidikan dan pelatihan. Pihak pengguna akan mendapatkan jaminan terhadap kompetensi calon tenaga kerja yang kompeten. Adanya sertifikasi kompetensi personel laboratorium juga menjadi salah satu persyaratan yang harus dipenuhi dalam standar laboratorium pengujian dan kalibrasi ISO/IEC 17025. Prodi DIII Analis Kimia FMIPA UII, sejak tahun 2014 telah mengimplementasikan sistem pendidikan berbasis kompetensi melalui perumusan kurikulum yang mengacu pada SKKNI pada bidang laborator dengan menetapkan learning outcome sesuai dengan level KKNI. Pengembangan kurikulum akan terus dikembangkan melalui strategi dan materi pembelajaran yang memiliki link and match dengan asosiasi profesi dan pihak pengguna. Pencapaian pembelajaran selama proses pembelajaran pada jenjang diploma sangat jelas. Mahasiswa dapat dipastikan kompeten dalam bidang laboratory melalui asesmen dan sertifikasi yang dilakukan oleh LSP Sains Terapan. Inilah yang akan menjadi keunggulan lulusan Prodi DIII Analis Kimia FMIPA UII. Lulusan yang dihasilkan dapat dipastikan kompeten dan memiliki keunggulan dalam nilai-nilai keislaman sehingga akan menjadi tenaga professional yang kompetitif di pasar global.
Mengoptimalkan Kerja Program Komputer dalam Penulisan Ilmiah
Untuk membantu kelancaran dosen dalam penulisan karya ilmiah, Prodi DIII Analis Kimia pada tanggal 5 Mei 2015 berinisiatif untuk mengadakan pelatihan internal dengan mengoptimalkan kerja program komputer. Secara umum, hanya sekitar 20% fitur-fitur MS Word yang biasanya digunakan dalam proses pembuatan dokumen maupun penulisan. Pelatihan yang rutin dilakukan setiap bulan ini, kali ini, mengusung tema mengoptimalkan fitur MS Word dalam proses pengetikan. Pelatihan bulan Mei ini diisi oleh Ibu Puji Kurniawati, M.Sc dan diikuti oleh semua jajaran dosen DIII Analis Kimia.
Walaupun versi program MS Word yang dipergunakan oleh dosen-dosen berbeda, hal tersebut tidak menghalangi pelatihan tersebut karena fitur-fitur yang akan diperkerkenalkan sebenarnya sudah ada pada MS Word 2007. Pelatihan diawali dengan mengenalkan fitur-fitur yang ada, dari fitur dalam FILE sampai VIEW. Pelatihan ini bertujuan untuk mengenalkan bagaimana memanfaatkan fitur-fitur dalam MS Word untuk membuat daftar isi, daftar gambar, tabel, lampiran, dan daftar pustaka secara otomatis. Bagian tersebut dilakukan dengan memanfaatkan fitur Styles pada HOME dan REFERENCES. Pengaturan halaman, Header dan Footer juga dibahas dalam pelatihan ini. Yang tidak kalah penting, pelatihan ini juga membahas proses review terhadap suatu tulisan dengan memanfaatkan fitur-fitur dalam REVIEW. Proses review dengan MS Word dapat mendukung program Fakultas MIPA UII dalam hal paperless untuk menciptakan green world.
Tidak ada kata terlambat untuk belajar. Teknologi membantu kita dalam meringankan tugas. Manfaatkan secara optimal dan selalu berkarya untuk menghasilkan karya tulis ilmiah yang berkualitas.
Menggagas Ide, Mengasah Keterampilan Lewat Praktik Kerja Mandiri
Seminar ini diawali dengan pemaparan tata cara pengambilan mata kuliah, kerja laboratorium dan ujian terbuka oleh koordinator dosen pengampu Praktik Kerja Mandiri, Ibu Puji Kurniawati, M.Sc. “Mata kuliah ini berbobot 2 sks, akan tetapi serasa 6 sks. Jadi, mahasiswa harus punya persiapan lebih dan tenaga lebih untuk menghadapinya.” tutur Ibu Puji. “ Tidak ada yang sulit, kalian hanya perlu berfikir dan bekerja ekstra agar hasilnya maksimum. Pekerjaan laboratorium pada mata kuliah ini akan membantu kalian dalam menghadapi pekerjaan nyata yang akan kalian hadapi saat melaksanakan PKL (Praktik Kerja Lapangan)”. Mahasiswa yang akan menempuh mata kuliah ini mendapatkan informasi tentang persyaratan key in mata kuliah sampai persyaratan nilai keluar.
Seminar ini juga diisi oleh perwakilan mahasiswa angkatan 2012 yang telah melewati Praktik Kerja Mandiri. Mereka adalah Achmad Faisal Fatah, Linda Puspitasari dan Aryanti Dewi Safitri. Sebagai kakak angkatan, mereka mempresentasikan hasil praktik laboratorium dan berbagi suka duka saat mengambil mata kuliah ini. Bagian diskusi mengalir dengan lancar dan audience antusias untuk menelisik lebih lanjut pengalaman kakak angkatan mereka. Seminar ini setidaknya dapat menggagas ide bagi mahasiswa yang akan menempuh mata kuliah Praktik Kerja Mandiri untuk bersiap menghadapinya. Secara umum, mata kuliah ini akan semakin mengasah keterampilan mereka dalam ruang lingkup kerja laboratorium dan berfikir dalam mengambil keputusan mandiri atau menemukan solusi.
Menumbuhkan Semangat Berkarya Melalui Lomba PKM-KT
Tim PKM-KT dengan judul Pengembangan Senyawa Humat Terstandar Berbahan Baku Lahan Gambut Indonesia karya Achmad Faisyal Fatah, Nursi Biwi Qayyumah dan Ukhti Luthfiyah berhasil menjadi Juara I. Juara II diraih oleh Yustina Nur’aini, Destiana Murtiyani, Muhammad Afif Dinata, Baruji dengan karya tulis yang berjudul Potensi Ekstrak Daun Wedusan (Argeratum conyzoides L.) sebagai Bioherbisida untuk Tanaman Padi yang Ramah Lingkungan. Juara III diraih oleh Aryanti Dewi Safitri, Fitriana Yulaichah, Laksmita Ade Noormalasari dengan karya yang berjudul Komposit Zeolite/Kitosan Bead sebagai Filter dalam Reactor Bertingkat Pengolahan Limbah Krom.
Pemenang Harapan I diraih oleh Alin Azmi, Nurul Arifah, Disti Maharani Syafitri, Budi Tri Wibowo M. dengan karya berjudul Revitalisasi Daun Bandotan sebagai Pestisida Organik yang Ramah Lingkungan di Kabupaten Indramayu Jawa Barat. Karya dengan judul Pembuatan Bioetanol dari Limbah Kulit Pisang karya Ashri Nurrohmah, Siti Syah Dhani Tirta, Hilyatuz Zulfa, dan Luthfiaty Hanifah berhasil menjadi Juara Harapan II. Juara Harapan III diraih oleh tim Rifa Atush Sholihah, Btari Isnandora Pradasakty dan Adelia Ekayana Stirman dengan judul Aplikasi Membran Kitosan-Silika dalam Pengolahan Air Minum.
Pemenang berhak mendapatkan piagam penghargaan dan uang pembinaan yang diserahkan oleh Panitia Lomba PKM-KT Prodi DIII Analis Kimia FMIPA UII yang disampaikan langsung oleh Tri Esti Purbaningtias, M.Si. Menurut Thorikul Huda, M.Sc. selaku Ketua Program Studi DIII Analis Kimia FMIPA UII, Lomba PKM-KT ini menjadi langkah strategis prodi dalam meningkatkan prestasi dan membangun karakter mahasiswa. Kompetisi untuk berhasil lolos dalam PKM-KT merupakan prestasi yang dapat mendorong mahasiswa untuk berkarya. Prodi berupaya untuk memberikan motivasi dan pendampingan melalui review yang sekaligus sebagai ajang kompetisi PKM-KT di tingkat prodi.
Komitmen prodi dalam mendorong prestasi akademik mahasiswa diwujudkan melalui aktivitas yang dilakukan oleh Divisi Minat dan Bakat Mahasiswa yang dipimpin oleh Jamalul Lail, S.Si. Divisi inilah yang berperan untuk memfasilitasi seluruh kegiatan ilmiah mahasiswa. Adanya lomba yang diselenggarakan ini dapat menumbuhkan semangat mahasiswa untuk berkarya dan berprestasi.
Ketua Program Studi DIII Analis Kimia menyatakan bahwa Prodi juga telah mempersiapkan Lomba PKM-V yang sekaligus menjadi proses review dalam mempersiapkan usulan PKM-V dari seluruh tim PKM mahasiswa Prodi DIII Analis Kimia. Divisi Minat dan Bakat Mahasiswa akan senantiasa siap menjadi fasilitator dalam mempersiapkan karya-karya yang akan diusulkan mahasiswa. Ketua Program Studi sangat yakin, apabila semakin banyak usulan PKM yang diajukan maka semakin besar peluang dan kesempatan untuk lolos. Lomba PKM-V yang akan datang akan menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas usulan PKM dari mahasiswa Prodi DIII Analis Kimia FMIPA UII. Prodi berkomitmen dalam mendorong mahasiswa untuk serius dalam mempersiapkan usulan PKM.
Menurut Puji Kurniawati, M.Sc. selaku Koordinator Praktik kerja Mandiri menuturkan, Prodi juga memberikan kebijakan bahwa mahasiswa diwajibkan untuk menjadi Ketua Pengusul sebagai syarat untuk mengambil matakuliah Praktik Kerja Mandiri. Usulan PKM yang lolos dapat dikonversi sebagai nilai matakuliah tersebut dan mahasiswa berhak mendapatkan nilai A apabila lolos menjadi finalis dalam PIMNAS.
Wirdatul Jannah Raih Beasiswa IP Tertinggi
Penghargaan ini bukan yang pertama kali diberikan oleh Prodi DIII Analis Kimia. Setiap semester prodi memberikan penghargaan kepada mahasiswa yang berhasil meraih IP tertinggi. Semester ganjil lalu ada dua mahasiswa yang sempurna meraih IP semester 4,00. Prodi memutuskan Wirdatul Jannah, mahasiswi angkatan 2013 yang berhak mendapatkan beasiswa dengan IP semester dan IPK tertinggi. Penghargaan ini diberikan sebagai upaya untuk meningkatkan motivasi mahasiswa untuk berkompetisi secara akademik.
Satu kebanggaan tentusaja bagi Wirda yang berhasil mendapatkan indeks prestasi semester tertinggi pada semester ganjil lalu. Segudang aktivitas organisasi tidak menyurutkan semangat untuk terus berprestasi di bidang akademik. Kegiatan pembelajaran sekolah vokasi yang berbeda, dengan kegiatan praktikum yang sangat menyita waktu membutuhkan strategi belajar yang efektif. Dengan tantangan yang luar biasa Wirda dapat berhasil meraih nilai yang sempurna. Keberhasilan meraih IP semester 4,00 akan semakin menambah IP kumulatif Wirda yang saat ini mencapai IPK 3,94.
Usai acara penyerahan beasiswa, Wirda menyampaikan rasa syukur yang tak terkira pada Allah SWT yang telah memberikan banyak nikmat dan karunia-Nya. Ungkapan rasa terimakasih Wirda sampaikan pada kedua orang tua dan seluruh dosen Prodi DIII Analis Kimia FMIPA UII. Wirda juga berpesan pada seluruh mahasiswa Prodi DIII Analis Kimia FMIPA UII untuk terus berjuang untuk meraih prestasi setinggi-tingginya.