
Program Studi DIII Analis Kimia bekerja sama dengan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Sains Terapan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Islam Indonesia menyelenggarakan Seminar Penguatan Sistem Sertifikasi Personel ISO/IEC 17024. Kegiatan ini diselenggarakan pada Senin, 17 Agustus 2015 bertepatan dengan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-70. Seminar yang diselenggarakan di Auditorium Fakultas MIPA ini menghadirkan pembicara Anggota Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), Dra. Nurmaningsih, MBA. Seminar yang dibuka oleh Wakil Rektor I, Dr.Ing. Ilya Fajar Maharika, IAI., ini dihadiri oleh dosen DIII Analis Kimia, DIII Ekonomi, perwakilan Prodi se-UII dan mahasiswa Prodi DIII Analis Kimia FMIPA UII.
Kegiatan ini menjadi bagian dari program lisensi LSP Sains Terapan FMIPA UII yang ditargetkan pada akhir 2015. Menurut Direktur LSP Sains Terapan FMIPA UII, Thorikul Huda, M.Sc. pihaknya telah menyiapkan tim untuk menyambut Tim Asesor Lisensi dari BNSP yang akan memberikan asesmen terhadap LSP Sains Terapan FMIPA UII. Pendirian LSP Pihak Pertama ini sebagai langkah strategis dalam menyiapkan tenaga professional di bidang analisis kimia yang mampu berkompetisi di pasar global. Kebijakan regulasi mengharuskan lembaga pendidikan memiliki LSP yang mengacu pada sistem manajemen mutu ISO/IEC 17024: 2012 Conformity assessment –General requirements for bodies operating certification of persons.

Dalam seminar ini, Dra. Nurmaningsih, MBA. memperkenalkan peranan BNSP sebagai lembaga independen yang didirikan oleh Presiden untuk menyelenggarakan sertifikasi kompetensi kerja. Anggota BNSP berasal dari 15 orang anggota dari unsur masyarakat dan 10 orang anggota dari unsur pemerintah yang dibentuk berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2004. Lembaga ini dibentuk berdasarkan amanah Undang-undang Ketenagakerjaan Nomor 13 Tahun 2003. Universitas Islam Indonesia merasa bangga, bahwa narasumber yang merupakan alumni Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia berkesempatan menjadi anggota BNSP dari Kementerian Perdagangan.
Adanya BNSP ini maka tenaga kerja dan tenaga ahli Indonesia akan dapat bermanfaat dalam memastikan dan memelihara kompetensi kerja sehingga akan mendapatkan pengakuan di dalam maupun di luar negeri. Penyelenggaraan sistem sertifikasi kompetensi ini, BNSP memberikan kewenangan kepada LSP untuk melakukan sertifikasi kompetensi. BNSP mendorong perguruan tinggi terutama yang menyelenggarakan program pendidikan vokasional untuk mendirikan LSP Pihak Pertama.
Menurut Nurmaningsih, LSP Sains Terapan FMIPA UII ini akan menjadi volunteer untuk melakukan pengembangan skema sertifikasi di seluruh bidang keahlian yang dimiliki oleh seluruh program studi di lingkungan Universitas Islam Indonesia. Saat ini telah ada undang-undang terkait dengan kebijakan regulasi pemerintah terkait dengan sertifikasi dalam sector perbendaharaan negara, guru, perpustakaan, informasi dan transaksi elektronik, penerbangan, pariwisata, lalulintas dan angkutan jalan, perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup, perfilman, farmasi, kehutanan, akuntansi public, perindustrian, keinsinyuran, dan tenaga kesehatan. Universitas Islam Indonesia, memiliki peluang yang sangat besar untuk memberikan sertifikasi kompetensi kepada seluruh lulusan untuk dapat bersaing di pasar global, baik di Indonesia maupun di luar negeri.
Narasumber juga menegaskan bahwa adanya Persetujuan Umum Perdagangan Bidang Jasa (General Agreement on Trade in Service/GATS) maka perguruan tinggi yang melahirkan calon tenaga kerja Indonesia harus mempersiapkan calon lulusan yang memiliki sertifikat kompetensi sehingga selain dapat bersaing di pasar global. BNSP memiliki mutual recognition agreement (MRA) sehingga sertifikasi kompetensi yang dilakukan oleh LSP yang telah mendapatkan lisensi oleh BNSP dapat diakui secara internasional. MRA untuk kerjasama Perdagangan Jasa Multilateral dan Bilateral seperti WTO, ASEAN, ASEAN-China, ASEAN-UE, dan Indonesia-Jepang.
Indonesia juga harus siap dengan implementasi MEA 2015 yang pada tahap awal akan diprioritaskan pada 12 sektor, tujuh sektor barang dan tujuh sektor jasa. Prioritas pada sector barang meliputi produk berbasis agro, otomotif, elektronika, produk karet, tekstil dan produk tekstil, perikanan, dan barang dari kayu. Disamping itu, prioritas dalam sector jasa meliputi penerbangan, jasa on line, pariwisata, kesehatan dan logistic.
Dalam sesi dialog, peserta sangat antusias menyambut adanya sistem sertifikasi profesi yang diatur dalam sistem manajemen mutu ISO/IEC 17024. Narasumber merekomendasikan, untuk program pendidikan vokasi harus segera menindaklanjuti hasil seminar. LSP Sains Terapan FMIPA UII akan dijadikan sebagai referensi dalam pengembangan sistem sertifikasi di UII. Manajer Sertifikasi, Yuli Rohyami, M.Sc. menyatakan bahwa LSP Sains Terapan siap untuk melakukan pengembangan skema sertifikasi bagi seluruh prodi di lingkungan UII, khususnya bagi program pendidikan sekolah vokasi. Langkah awal yang akan dilakukan, pada 8 – 13 September 2015 mendatang, UII akan melahirkan 20 asesor kompetensi yang siap mengembangkan skema sertifikasi.
Di akhir kegiatan seminar, narasumber menyatakan bahwa sertifikat kompetensi yang diakui secara internasional adalah sertifikat kompetensi dari LSP terlisensi. Sertifikat profesi atau kompetensi yang berasal dari lembaga pendidikan dan pelatihan atau asosiasi profesi tentu hanya diakui oleh wilayah tertentu, inilah saatnya UII untuk membangun sistem sertifikasi di seluruh bidang keahlian yang ada di seluruh program studi.
Analis Kimia UII Ikuti Workshop Analisis Aktivasi Neutron dan Spektrometri Gamma
Program Studi DIII Analis Kimia FMIPA UII dengan keunggulan dalam pengujian kimia dan sistem penjaminan mutu ISO/IEC 17025 memiliki kompetensi dalam pengujian kimia secara konvensional dan instrumental. Mahasiswa mendapatkan bekal dalam berbagai aplikasi pengujian dengan menggunakan metode standard dan berbagai metode analisis yang telah dikembangkan. Di samping itu, mahasiswa telah diberikan bekal untuk memiliki kompetensi dalam berbagai pengujian dengan menggunakan instrumentasi spektrofotometer UV-Vis, infra red (IR) spectroscopy, atomic absorption spectroscopy (AAS), gas chromatography (GC), high performance liquid chromatography (HPLC), gas chromatography-mass spectrometry (GC-MS), electroanalysis dan berbagai instrumentasi lainnya.
Workshop ini merupakan salah satu bentuk peningkatan kompetensi mahasiswa dengan fasilitas yang dimiliki oleh STTN BATAN. Sepintas, istilah nuklir akan dibayangkan pada sesuatu yang menakutkan. Teknologi nuklir yang dikendalikan akan memberikan kemaslahatan bagi umat manusia. Penerapan pengujian parameter kimia dengan teknologi nuklir merupakan salah satu bentuk aplikasi yang berguna bagi masyarakat secara luas. Melalui workshop ini, mahasiswa dibekali ilmu dan ketrampilan dalam analisis aktivasi neutron (AAN) dan spektrometri gamma. Ketua Program Studi DIII Analis Kimia FMIPA UII, Thorikul Huda, M.Sc. saat menghantarkan peserta pelatihan menyampaikan bahwa workshop ini merupakan salah satu bentuk kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kompetensi calon lulusan, terutama dalam aplikasi pengujian berbasis teknologi nuklir.
Peserta mendapatkan kuliah pengantar teknologi nuklir yang disampaikan oleh Sugili Putra, S.T., M.Sc. untuk membuka wacana penerapan teknologi nuklir dalam pengujian kimia untuk berbagai parameter uji. Dalam workshop ini, mahasiswa diperkenalkan dengan salah satu metode uji dengan menggunakan analisis aktivasi neutron (AAN) yang disampaikan oleh Prof. Dr. rer.nat. Agus Taftazani. Metode analisis ini sangat bermanfaat dalam melakukan investigasi adanya paparan atau cemaran dalam suatu kawasan. Isu merkuri dan cemaran logam berat berbahaya dalam berbagai sampel pemutih dan kosmetika juga dapat dibuktikan dengan pengujian yang lebih akurat. Instrumentasi ini juga mampu mengungkapkan adanya bahan kimia berbahaya dari asap rokok, mengukur tingkat kesuburan tanah dan berbagai parameter uji lainnya dalam jenis cuplikan yang bervariasi. Metode AAN juga berguna dalam melakukan investigasi kimia forensik yang dapat membantu aparat dan penegak hukum dalam mengungkapkan berbagai kasus atau tindak criminal.
Pengetahuan tentang kimia inti dan reaksi aktivasi juga diberikan kepada seluruh peserta. Ir Yustina Trihandayani memberikan kuliah singkat tentang bagaimana suatu reaksi aktivasi unsur dapat terjadi. Dalam kesempatan yang sama, Ir. Yustina yang telah berpengalaman dalam memberikan berbagai pelatihan teknologi nuklir menjelaskan berbagai aplikasi spektrometri gamma untuk pengujian sampel lingkungan. Pemantauan aktivitas radiasi sangat berguna dalam mengukur adanya paparan radiasi yang ada di lingkungan. Adanya paparan radiasi seperti kasus yang terjadi di Fukushima Jepang beberapa tahun yang lalu juga menimbulkan keresahan bagi negara lain, salah satunya Indonesia. Adanya jaminan bahwa paparan radiasi tidak sampai di wilayah perairan Nusantara merupakan informasi penting dan berharga bagi seluruh rakyat Indonesia.
Kompetensi mahasiswa dalam menerjemahkan data menjadi sangat penting. Dalam akhir kuliah singkat, Ibu Maria Christina P, S.ST., M.Eng, menguraikan materi tentang spectrum dan pengolahan data analisis dengan AAN dan spektrometri gamma. Mahasiswa yang didampingi oleh tim dosen, Yuli Rohyami, M.Sc. dan Tri Esti Pubaningtias, M.Si. ini secara penuh mengikuti kuliah sekaligus praktikum pengujian dengan analisis aktivasi neutron (AAN) dan spektrometri gamma. Tim instruktur dari STTN BATAN dan para pakar dari BATAN memberikan bimbingan kepada mahasiswa mulai dari preparasi sampel, tahap pengujian dan pengolahan data disamping pengenalan berbagai reaktor nuklir lainnya.
Sebelas Finalis Ikuti Babak Final Proyek Sains
Sebelas tim dari Prodi DIII Analis Kimia se-Indonesia mengikuti babak Final Proyek Sains pada Kamis, 20 Agustus 2015 di Universitas Islam Indonesia. Proyek Sains ini merupakan salah satu kategori dalam ajang kompetisi kimia terapan tingkat nasional bagi mahasiswa program pendidikan vokasional pada jenjang DIII. Proyek Sains merupakan kelompok lomba penalaran mahasiswa dengan mengangkat tema pada isu energi terbarukan, pangan, dan lingkungan.
Ajang kompetisi ilmiah yang baru pertama kali digelar untuk program sekolah vokasi ini mendapat sambutan dari mahasiswa analis kimia se-Indonesia. Hasil seleksi dari tim menyatakan bahwa dari naskah Proyek Sains yang masuk, sebelas tim dinyatakan lolos dalam babak final, enam diantaranya berasal dari tim dari Prodi DIII Analis Kimia FMIPA UII. Kesebelas tim ini mempresentasikan Proyek Sains dihadapan tim juri. Presentasi tim anak bangsa ini berhasil memukau tim juri. Rupanya hasil karya generasi penerus bangsa ini harus mendapatkan apresiasi dari pemerintah dan investor untuk pembangunan Indonesia di masa yang akan datang.
Tim dari Prodi DIII Analis Kimia Universitas Negeri Ganesha Bali berhasil meraih Juara I. Tim yang diketuai oleh Luh Tutik Sutrisna Sari dan beranggotakan Kadek Yuliani dan Luh Putu Ayu Lakshemi Oka dengan judul Estimasi Potensi Energi pada Sampah Sesajen dari Ritual Keagamaan di Bali berhasil mengalahkan tim dari berbagai perguruan tinggi. Sementara itu, tim dari AKA Bogor dengan ketua tim Gigih Yuspiansyah berhasil meraih Juara II. Tim yang beranggotakan Riana Dian Saraswati dan Asti Jayatri ini mengusung tema Adsorpsi Limbah Timbal (Pb) dengan menggunakan Adsorben Biji Buah Alpukat. Tim Muhammad Yusuf Abdullah, Arif Kharisma Hakim dan Yorfan Ruwindya dari Prodi DIII Analis Kimia FMIPA UII berhasil meraih Juara III. Tim UII ini mengangkat tema Penentuan Methyl Orange Hasil Adsorbsi Menggunakan Abu Sekam Padi dengan Variasi pH secara Spektrofotometri.
Meski menduduki peringkat III, Program Studi DIII Analis Kimia sangat bangga dengan prestasi mahasiswa yang telah berjuang dan lolos dalam babak seleksi tahap awal. Tim yang telah lolos dalam babak seleksi juga memiliki karya yang tidak kalah menarik. Laila Anis Sulfiah, Qory Fiqriyana, Afifah Nurviana Jayanti juga melahirkan sebuah proyek yang berjudul Pengaruh Konsentrasi Asam dan Waktu pada Proses Hidrolisis Pembuatan Bioetanol dari Tongkol Jagung dengan Fermentasi. Selain itu, Tesar Erys Munandar, Azis Saepuloh dan M. Sayyid Sabiq membuat sebuah karya terobosan dengan topic Pembuatan Biokerosin dari Tanaman Buah Kecombrang sebagai Biofuel Alternatif yang Ramah Lingkungan untuk Bahan Bakar Rumah Tangga.
Prodi DIII Analis Kimia telah mempersiapkan tim ini dengan matang. Karya lain yang berkesempatan mengikuti babak final adalah Nursi Biwi Qayyumah, Siti Soapriah, dan Shakila Nurul Anissa dengan karya Optimasi Konsentrasi dalam Proses Hidrolisis dan Fermentasi dengan Saccharomyces cerevisiae pada Pembuatan Bioetanol dari Limbah Kulit Singkong. Disamping itu, Baruji dengan timnya Muhammad Afif Dinata dan Nisa Nurlistiawati dengan karya yang berjudul Ekstrak Etanol Getah Batang Chlomoraena Odorata untuk Penyembuhan Luka Topikal juga berhasil memasuki babak final. Tidak kalah juga, karya dengan judul Optimasi Pembuatan Biogas dari Fermentasi Limbah Cair Produksi Tahu dan Tempe Menggunakan Stater Isi Rumen Sapi dengan Metode Rancangan Acak Lengkap dari Destiana Murtiani, Rima Santi Rohmawati, dan Yustina Nuraini juga berkesempatan mempresentasikan karya Proyek Sains mereka di hadapan tim juri.
Ketua Program Studi DIII Analis Kimia FMIPA UII, Thorikul Huda, M.Sc. bangga atas prestasi yang telah diraih dari tim Proyek Sains DIII Analis Kimia FMIPA UII. Prodi tidak hanya bangga dengan kemenangan yang telah diraih oleh tim Muhammad Yusuf Abdullah, tetapi lebih dari itu. Kemenangan bagi prodi adalah saat melihat mahasiswa bangkit untuk meraih mimpi dan mengukir prestasi. Selamat para juara dan selamat para pemenang sejati yang telah menaklukkan segenap rasa tuk melangkah mengukir prasasti kejayaan di masa muda.
Wirdatul Jannah, Raih Juara I Olimpiade Kimia Terapan
Harus diakui, mahasiswi semester V ini memiliki prestasi akademik yang gemilang. Gadis asal Jepara Jawa Tengah putri Bapak Wardoyo dan Ibu Sarti tersebut juga berhasil meraih prestasi dengan Indeks Prestasi Semester dan Indeks Prestasi Kumulatif tertinggi di Prodi DIII Analis Kimia. Thorikul Huda, M.Sc. selaku Ketua Prodi DIII Analis Kimia selepas pengumuman pemenang menuturkan bahwa dirinya bangga atas prestasi mahasiswa Prodi III Analis Kimia yang telah teruji dalam ajang kompetisi di bidang kimia terapan. Prodi sangat bangga, di samping Wirdatul Jannah, Aziz Saefullah dan Mega Selviana Eka Dahlyani berhasil meraih Juara II dan Juara III dalam satu kategori lomba. Prodi akan selalu memberikan dukungan dan pembinaan agar kualitas prestasi mahasiswa dalam berbagai kompetisi ilmiah akan semakin meningkat. Prestasi mahasiswa juga akan semakin meningkatkan kepercayaan diri mahasiswa dalam menghadapi tantangan dan perubahan zaman.
Olimpiade Kimia Terapan Tingkat Nasional ini merupakan ajang kompetisi mahasiswa DIII Analis Kimia se-Indonesia untuk yang pertama kalinya diselenggarakan. Prodi akan berkomitmen untuk terus mendorong prestasi di bidang akademik bagi seluruh mahasiswa analis kimia. Prestasi yang telah diraih Wirda, tentu akan menjadi tonggak keberhasilan gemilang prestasi mahasiswa dalam berbagai kompetisi ilmiah tingkat nasional. Selamat untuk Wirdatul Jannah, Aziz Saefullah dan Mega Selviana Eka Dahlyani yang telah mengukir prestasi, semoga kesuksesan akan selalu menyertai perjalanan hidup di masa yang akan datang.
SEMINAR PENGUATAN SISTEM SERTIFIKASI PERSONEL ISO/IEC 17024
Adanya BNSP ini maka tenaga kerja dan tenaga ahli Indonesia akan dapat bermanfaat dalam memastikan dan memelihara kompetensi kerja sehingga akan mendapatkan pengakuan di dalam maupun di luar negeri. Penyelenggaraan sistem sertifikasi kompetensi ini, BNSP memberikan kewenangan kepada LSP untuk melakukan sertifikasi kompetensi. BNSP mendorong perguruan tinggi terutama yang menyelenggarakan program pendidikan vokasional untuk mendirikan LSP Pihak Pertama.
Menurut Nurmaningsih, LSP Sains Terapan FMIPA UII ini akan menjadi volunteer untuk melakukan pengembangan skema sertifikasi di seluruh bidang keahlian yang dimiliki oleh seluruh program studi di lingkungan Universitas Islam Indonesia. Saat ini telah ada undang-undang terkait dengan kebijakan regulasi pemerintah terkait dengan sertifikasi dalam sector perbendaharaan negara, guru, perpustakaan, informasi dan transaksi elektronik, penerbangan, pariwisata, lalulintas dan angkutan jalan, perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup, perfilman, farmasi, kehutanan, akuntansi public, perindustrian, keinsinyuran, dan tenaga kesehatan. Universitas Islam Indonesia, memiliki peluang yang sangat besar untuk memberikan sertifikasi kompetensi kepada seluruh lulusan untuk dapat bersaing di pasar global, baik di Indonesia maupun di luar negeri.
Narasumber juga menegaskan bahwa adanya Persetujuan Umum Perdagangan Bidang Jasa (General Agreement on Trade in Service/GATS) maka perguruan tinggi yang melahirkan calon tenaga kerja Indonesia harus mempersiapkan calon lulusan yang memiliki sertifikat kompetensi sehingga selain dapat bersaing di pasar global. BNSP memiliki mutual recognition agreement (MRA) sehingga sertifikasi kompetensi yang dilakukan oleh LSP yang telah mendapatkan lisensi oleh BNSP dapat diakui secara internasional. MRA untuk kerjasama Perdagangan Jasa Multilateral dan Bilateral seperti WTO, ASEAN, ASEAN-China, ASEAN-UE, dan Indonesia-Jepang.
Indonesia juga harus siap dengan implementasi MEA 2015 yang pada tahap awal akan diprioritaskan pada 12 sektor, tujuh sektor barang dan tujuh sektor jasa. Prioritas pada sector barang meliputi produk berbasis agro, otomotif, elektronika, produk karet, tekstil dan produk tekstil, perikanan, dan barang dari kayu. Disamping itu, prioritas dalam sector jasa meliputi penerbangan, jasa on line, pariwisata, kesehatan dan logistic.
Dalam sesi dialog, peserta sangat antusias menyambut adanya sistem sertifikasi profesi yang diatur dalam sistem manajemen mutu ISO/IEC 17024. Narasumber merekomendasikan, untuk program pendidikan vokasi harus segera menindaklanjuti hasil seminar. LSP Sains Terapan FMIPA UII akan dijadikan sebagai referensi dalam pengembangan sistem sertifikasi di UII. Manajer Sertifikasi, Yuli Rohyami, M.Sc. menyatakan bahwa LSP Sains Terapan siap untuk melakukan pengembangan skema sertifikasi bagi seluruh prodi di lingkungan UII, khususnya bagi program pendidikan sekolah vokasi. Langkah awal yang akan dilakukan, pada 8 – 13 September 2015 mendatang, UII akan melahirkan 20 asesor kompetensi yang siap mengembangkan skema sertifikasi.
Di akhir kegiatan seminar, narasumber menyatakan bahwa sertifikat kompetensi yang diakui secara internasional adalah sertifikat kompetensi dari LSP terlisensi. Sertifikat profesi atau kompetensi yang berasal dari lembaga pendidikan dan pelatihan atau asosiasi profesi tentu hanya diakui oleh wilayah tertentu, inilah saatnya UII untuk membangun sistem sertifikasi di seluruh bidang keahlian yang ada di seluruh program studi.
Pengenalan Bahan Kimia Berbahaya pada Makanan
Kegiatan ini mendapatkan sambutan dari anggota PKK. Menurut Darmawati Kusuma Dewi, S.E. selaku ketua PKK menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat bagi para ibu. Kegiatan ini dapat menjadi forum untuk berbagi pengalaman dalam kehidupan sehari-hari dalam memilih dan menyajikan makanan bagi keluarga. Selain mendapatkan pengenalan bahan kimia berbahaya juga memberikan pengenalan bahan alami yang dapat digunakan sebagai pengawet, pewarna, penambah aroma dan cita rasa makanan dan minuman.
Analis Kimia UII Kembangkan Media Pembelajaran E-Learning
WORKSHOP BEST PRACTICE ISO 17025: INISIASI PEMBENTUKAN LABORATORIUM SIMULASI ISO 17025
LSP Sains Terapan FMIPA UII Ajukan Lisensi BNSP
LSP Sains Terapan FMIPA UII yang mulai dirintis sejak tahun 2014 lalu kini berkedudukan di Kantor LSP yang berada di Gedung Laboratorium Terpadu UII Lantai 1. Pihak BNSP langsung melakukan langkah apresiasi dan verifikasi kelengkapan dokumen 10 klausul menuju lisensi LSP. Saat itu juga LSP Sains Terapan FMIPA UII langsung mendapatkan hasil verifikasi dokumen yang telah lengkap 100 %. Kini, LSP tengah menanti proses verifikasi skema sertifikasi. LSP Sains Terapan FMIPA UII telah mengembangkan dua skema sertifikasi pada sektor laboratori, Paket Dasar (Volumetri dan Gravimetri) dan Spektrometri UV-Vis. Skema ini dikembangkan dari 6 unit kompetensi pada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) pada sektor Laboratori. Skema ini akan terus dikembangkan untuk memenuhi pencapaian pada skema sertifikasi KKNI.
LSP Sains Terapan FMIPA UII saat ini telah memiliki dua asesor kompetensi yang akan melaksanakan proses asesmen dalam uji kompetensi seluruh mahasiswa FMIPA UII guna mendapatkan sertifikasi kompetensi di bidang pengujian laboratorium. Skema sertifikasi paket dasar merupakan klaster yang dikembangkan untuk memberikan sertifikasi kompetensi pada bidang keahlian pengujian laboratorium dengan menggunakan metode klasik, baik secara volumetric dan gravimetric. Meskipun kedua metode ini merupakan metode klasik, pengujian ini tetap menjadi metode pengujian dalam beberapa standar nasional, standar internasional ataupun standar khusus. Skema spektrometri UV-Vis juga dikembangkan dari klaster unit kompetensi dari SKKNI bidang Laboratori untuk sertifikasi kompetensi di bidang analisis instrumental. Skema Spektrometri UV-Vis akan dikembangkan dalam tiga level, yaitu level dasar untuk operator, level menengah untuk kalibrasi dan level lanjut untuk penjaminan mutu pengujian.
Thorikul Huda, M.Sc. selepas menerima hasil verifikasi dokumen 10 klausul menuturkan bahwa dalam rangka akselerasi lisensi BNSP, LSP juga tengah menyiapkan tim asesmen dari Komisi Lisensi BNSP. Direktur LSP Sains Terapan FMIPA UII optimis bahwa tahun 2015 ini LSP akan segera mendapatkan sertifikat lisensi dari BNSP sebagai LSP yang menerapkan system manajemen mutu sertifikasi personel ISO 17024.
Analis Kimia UII Siap Menjadi Pilot Project SKPI
Penerbitan SKPI akan segera disosialisasikan kepada seluruh mahasiswa. Mahasiswa yang akan lulus satu tahun mendatang dapat mempersiapkan seluruh dokumen dan bukti pendukung yang dapat dicantumkan dalam SKPI. Seluruh dokumen dan bukti pendukung dilakukan melalui usulan yang ditujukan kepada Dosen Pembimbing Akademik untuk diputuskan dalam rapat dewan dosen. Mahasiswa diberikan kebebaskan dalam mengajukan usulan terkait dengan prestasi akademik dan non akademik, pengalaman organisasi, partisipasi dalam pertemuan ilmiah dan karya akademik dan non akademik lain sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Mekanisme penerbitan dan pengajuan usulan dokumen dan bukti pendukung penerbitan SKPI telah dipersiapkan. Prodi juga telah melakukan kajian pengembangan sistem IT dalam penerbitan SKPI. Tim yang telah melakukan kajian pengembangan sistem IT dan telah melakukan koordinasi dengan Badan Sistem Informasi (BSI) UII. Menurut Dr. Paryana Puspaputra, selaku Kepala BSI UII dalam Workshop SKPI pada 16 April lalu menyampaikan bahwa pihaknya telah mempersiapkan sistem dalam penerbitan SKPI. BSI akan membangun sistem untuk penerbitan SKPI dan aspek pengembangan content akan diserahkan sepenuhnya oleh Prodi.
Pengembangan sistem IT akan terus dikaji dan koordinasi dengan BSI akan dilaksanakan secara intensif. Implentasi penerbitan diploma supplement ini akan terus dikawal dan dievaluasi dan akan menjadi pilot project bagi UII. Prodi akan mengembangkan sistem penerbitan SKPI sehingga dapat menjadi sistem yang terintegrasi. Tri Esti Purbaningtias, M.Si. sebagai ketua tim, pihaknya telah menyusun sistem penerbitan SKPI yang akan menjadi pedoman akademik untuk memperkuat kompetensi lulusan. Adanya SKPI dapat memberikan kemudahan pengguna (stakeholder) untuk mengetahui kompetensi lulusan tentang deskripsi capaian pembelajarannya. Selain itu SKPI merupakan wujud komitmen program studi untuk menghasilkan tenaga professional di bidang analisis kimia yang memahami sistem manajemen mutu ISO 17025 yang mampu berkompetisi ditingkat nasional maupun internasional.
Laboratorium Kimia Terapan Siap Menjadi Tempat Uji Kompetensi
Saat ini, TUK telah mempersiapkan segala kebutuhan sarana dan prasarana pendukung uji kompetensi. Laboratorium telah memiliki sarana dan peralatan uji kompetensi yang memadai dan mencukupi seluruh materi uji kompentensi. Dalam rangka upaya peningkatan kepuasan dalam pelayanan uji kompetensi, TUK telah mengalokasikan anggaran untuk meningkatkan jumlah peralatan dan instrumentasi pengujian. Selain itu, kebutuhan peralatan dan instrumentasi pendukung untuk sertifikasi kompetensi paket dasar volumetric dan gravimetric serta spektrometri UV-Vis harus memenuhi standar kecukupan pelaksanaan uji kompentensi. TUK telah mendatangkan peralatan baru sesuai dengan kebutuhan materi uji kompetensi seperti neraca analitik, spektrofotometer UV-Vis, oven, dan furnace.
Peningkatan sarana dan prasarana ini mendapatkan dukungan dari Program Hibah PHK-PS Batch II. Upaya ini merupakan langkah strategis yang dilakukan oleh Prodi DIII Analis Kimia dalam meningkatkan pengakuan terhadap kompetensi alumni. Persaingan alumni dalam menghadapi pasar bebas ASEAN akan semakin besar. Adanya pengakuan kompetensi alumni ini akan semakin meningkatkan daya saing alumni dalam menghadapi kompetisi dengan calon tenaga kerja dari berbagai negara.