Mengenal Teaching Factory (TEFA)

Teaching factory adalah model pembelajaran berbasis produk (barang/jasa) melalui sinergi Pendidikan vokasi dengan industri untuk menghasilkan lulusan yang kompeten sesuai dengan kebutuhan industri. Prinsip dasar Teaching Factory di sistem pendidikan vokasi dalam melaksanakan adalah:

  1. Adanya integrasi pengalaman dunia kerja ke dalam kurikulum sistem pendidikan vokasi.
  2. Semua sumber daya baik pelaku Pendidikan, peralatan dan bahan dirancang untuk melakukan proses produksi dengan menghasilkan produk barang maupun jasa.
  3. Adanya perpaduan dari pembelajaran berbasis produksi dan pembelajaran berbasis kompetensi
  4. Mahasiswa harus terlibat langsung dalam proses produksi sehingga kompetensi yang dibangun berdasarkan kebutuhan produksi.

Kegiatan produksi yang dilakukan sesuai dengan kapasitas SDM dan infrastruktur yang ada, hal ini penting untuk pencapaian target produksi yang reliable dan achievable.

Tujuan Teaching Factory (TEFA)

Tujuan Umum

Teaching Factory di Program Studi Analisis Kimia UII bertujuan untuk mengintegrasikan proses pembelajaran dengan kegiatan kerja nyata berbasis industri di bidang analisis kimia, sehingga mahasiswa memperoleh pengalaman otentik (authentic learning) yang selaras dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (DUDI), serta mampu menghasilkan lulusan yang kompeten, profesional, berdaya saing, dan siap kerja.

Tujuan Khusus

  1. Membekali mahasiswa keterampilan praktis dalam melakukan pengujian kimia khususnya analisis pangan dan lingkungan menggunakan metode dan instrumen standar industri.
  2. Melatih mahasiswa untuk bekerja sesuai standar nasional dan internasional (SNI, ISO), termasuk dalam penyusunan SOP, pengendalian mutu, jaminan mutu, dan dokumentasi hasil.
  3. Membiasakan mahasiswa dengan budaya kerja industri meliputi disiplin, tanggung jawab, teliti, manajemen waktu, kerja tim, serta etika kerja profesional di lingkungan laboratorium.
  4. Mengurangi kesenjangan antara teori dan praktik (link and match)
  5. Mengembangkan keterampilan problem solving dan critical thinking mahasiswa.
  6. Mendorong jiwa kewirausahaan berbasis laboratorium
  7. Mengembangkan unit jasa layanan/uji laboratorium prodi untuk mitra industri, UMKM, instansi pemerintah, dan masyarakat umum.
  8. Meningkatkan daya saing dan branding Prodi. Keberadaan TEFA menjadi nilai unggul (selling point) Program Studi Analisis Kimia UII dalam promosi dan akreditasi.

Manfaat Teaching Factory (TEFA)

  1. Mendapatkan pengalaman kerja nyata dalam aktivitas layanan pengujian, penanganan sampel nyata, permintaan pelanggan, hingga pelaporan hasil analisis.
  2. Meningkatkan kompetensi teknis siap kerja.
  3. Membiasakan dengan sistem manajemen mutu laboratorium.
  4. Meningkatkan soft skills & sikap profesional.
  5. Meningkatkan daya saing lulusan.
  6. Membuka peluang wirausaha.

Visi Teaching Factory Analisis Kimia UII

Menjadi unit teaching factory yang profesional dan terintegrasi dengan dunia industri serta berorientasi pada kepuasan pelanggan untuk menghasilkan lulusan yang kompeten dan berjiwa wirausaha.

Misi Teaching Factory Analisis Kimia UII

  1. Menyelenggarakan pembelajaran berbasis standar kompetensi dan terintegrasi dengan industri
  2. Melaksanakan seluruh aktivitas layanan secara profesional dan akuntabel
  3. Mengembangkan layanan yang berorientasi pada kepuasan pelanggan
  4. Membangun kerjasama jangka panjang dengan industri
  5. Mengutamakan keselamatan kerja dan mutu produk dan jasa sesuai standard

Ruang Lingkup Kegiatan TEFA

Ruang lingkup teaching factory di Prodi Analisis Kimia Program Diploma Tiga FMIPA UII meliputi empat unit yang meliputi bidang produksi dan jasa. Adapun ruang lingkupnya adalah sebagai berikut:

Unit ini menaungi aktivitas pengujian kimia berbasis sistem manajemen SNI ISO/IEC 17025: 2017 tentang Persyaratan Umum untuk Kompetensi Laboratorium Pengujian dan Kalibrasi. Mahasiswa yang mengikuti TEFA pada unit ini akan belajar menerapkan sistem manajemen laboratorium pengujian melalui beberapa aktivitas mulai dari penerimaan, penyimpanan dan pengujian sampel sampai terbit sertifikat hasil uji. Selain itu mahasiswa juga akan mempelajari proses verifikasi dan validasi metode serta penerapan prosedur pengendalian dan penjaminan mutu pengujian. Adapun ruang lingkup pengujian utama meliputi air dan air limbah serta tepung. Sedangkan parameter pengujian meliputi pH, TDS, TSS (air dan air limbah), kadar air dan keasaman lemak (tepung) dan proksimat (kadar air, kadar abu, lemak, protein dan karbohidrat).

Unit TEFA ini juga menaungi aktifitas uji banding antar laboratorium dan uji profisiensi sesuai dengan SNI ISO/IEC 17043 : 2023 tentang Persyaratan Umum Kompetensi bagi Penyelenggara Uji Profisiensi. Melalui unit ini mahasiswa akan meningkatkan kompetensi dalam pengolahan data uji banding antar laboratorium dan menyusun laporannya.

Peran dan Tanggung Jawab Kegiatan TEFA

  1. Menentukan capaian pembelajaran matakuliah yang akan dicapai oleh mahasiswa melalui TEFA
  2. Menyusun Rencana Pembelajaran Semester untuk mata kuliah terkait TEFA
  3. Mengembangkan kolaborasi berkelanjutan dengan industri atau stakeholder
  4. Melakukan evaluasi terhadap efektifitas pelaksanaan TEFA
  1. Menentukan pembagian tugas TEFA kepada mahasiswa.
  2. Membimbing mahasiswa dalam melaksanakan tugas layanan di TEFA.
  3. Mengontrol pelaksanaan tugas TEFA oleh mahasiswa sehingga sesuai dengan SOP.
  4. Melakukan penilaian capaian kompetensi oleh mahasiswa
  1. Memelihara sarana dan prasarana TEFA.
  2. Menjaga penerapan K3 secara konsisten.
  3. Mengelola administrasi dan dokumentasi TEFA sesuai SOP.
  4. Mendukung dosen dalam pelaksanaan TEFA oleh mahasiswa.
  1. Melakukan layanan sesuai SOP dan ruang lingkup TEFA.
  2. Menunjukkan kedisiplinan dan etika kerja dalam melakukan layanan TEFA.
  3. Berkontribusi dalam penerapan K3.
  4. Menyusun laporan aktivitas TEFA.
  1. Memberikan proyek yang relevan sebagai bahan pembelajaran.
  2. Menjadi konsultan dalam pengembangan kualitas TEFA.
  3. Memberikan umpan balik terhadap hasil layanan TEFA.
  4. Menjadi partner dalam pengembangan layanan/produk TEFA.

Keterkaitan TEFA dengan Kurikulum

Teaching factory adalah model pembelajaran berbasis produk (barang/jasa) melalui sinergi perguruan tinggi dengan industri/masyarakat untuk menghasilkan lulusan yang kompeten sesuai dengan kebutuhan industri/masyarakat. Proses pembelajaran pada teaching factory terlihat dalam ilustrasi berikut

Proses pembelajaran TEFA dipastikan mampu memenuhi Capaian Pembelajaran Lulusan oleh mahasiswa. Mata kuliah dari kurikulum 2024 yang terkait TEFA adalah mata kuliah Magang yang diambil pada semester 5 dengan bobot kontribusi 7 SKS dari 14 SKS Magang, sedangkan sisa 7 SKS dialokasikan untuk magang di Industri.

Struktur Organisasi & Tata Kelola

Teaching factory (TEFA) merupakan suatu model pembelajaran berbasis produksi atau jasa yang dirancang untuk mendekatkan dunia pendidikan dengan dunia industri. Melalui TEFA, mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga terlibat langsung dalam proses kerja yang menyerupai kondisi nyata di lapangan. Agar pelaksanaan TEFA dapat berjalan optimal dan terorganisir, dibutuhkan suatu struktur organisasi yang jelas, sehingga setiap pihak memahami peran, tanggung jawab, serta alur koordinasi dalam menjalankan kegiatan pembelajaran berbasis industri tersebut.
Struktur organisasi TEFA pada dasarnya dirancang untuk menjembatani kegiatan akademik dalam kampus memiliki atmosfer dunia kerja maupun dunia industri.