Siswa SMK Mengikuti Pelatihan Instrumentasi Pengujian Kimia
Written by yuli   
Thursday, 27 October 2016
Collaboration Training
Siswa SMK N 2 Depok Sleman, SMK N 1 Cangkringan dan SMA N 1 Turi pada 24-26 Oktober mengikuti Pelatihan instrumentasi pengujian kimia di Program Studi DIII Analis Kimia. Pelatihan yang meliputi pengujian secara spektrometri dan kromatografi ini dilaksanakan di Auditorium Fakultas Ilmu Sosial dan Budaya Universitas Islam Indonesia. Dalam sambutannya, Ketua Program Studi DIII Analis Kimia, Thorikul Huda, M.Sc. menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan rangkaian kegiatan Training Collaboration antara Program Studi DIII Analis Kimia dengan STTN BATAN Yogyakarta yang terselenggara melalui program Hibah Kompetisi Implementasi Kerjasama Direktorat Pemasaran, Kerjasama dan Alumni Universitas Islam Indonesia.

Pelatihan yang juga diikuti oleh asisten dosen dari STTN BATAN Yogyakarta dan Tenaga Penguji Laboratorium dari Balai Penelitian dan Pengembangan Gangguan Penyakit Akibat Kekurangan Iodium (BP2GAKI) Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Peserta mendapatkan teori dan praktik pengujian kimia dengan menggunakan spektrofotometer UV-Vis, Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS), Gas Chromatography, Gas Chromatography-Mass Spectrometry (GC-MS), dan High Performence Liquid Chromatography. Pelatihan ini menghadirkan narasumber dari Program Studi DIII Analis Kimia, Yuli Rohyami, M.Sc., Kuntari, M.Sc., Reni Banowati Istiningrum, M.Sc. dan Tri Esti Purbanintias, M.Si.

Peserta dengan antusias mengikuti kegiatan pelatihan yang dilanjutkan dengan kegiatan praktikum di laboratroium yang dipandu oleh tim instruktur dari Program Studi DIII Analis Kimia FMIPA UII dan Laboratorium Terpadu UII. Melalui pelatihan ini peserta dapat memiliki bekal kompetensi di bidang pengujian laboratorium dengan menggunakan instrumentasi pengujian kimia. Bagi siswa SMK, pengujian instrumentasi kimia merupakan kompetensi wajib yang harus dimiliki sehingga pelatihan ini sangat relevan dengan kebutuhan kompetensi sebagai operator instrumentasi pengujian kimia. Berbeda dengan siswa SMK, bagi siswa SMA pelatihan ini sangat berguna dalam pengembangan prestasi akademik siswa yang tergabung dalam kelompok karya ilmiah remaja (KIR). 

Pelatihan yang juga diikuti oleh asisten dosen dari STTN BATAN Yogyakarta dan Tenaga Penguji Laboratorium dari Balai Penelitian dan Pengembangan Gangguan Penyakit Akibat Kekurangan Iodium (BP2GAKI) Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Peserta mendapatkan teori dan praktik pengujian kimia dengan menggunakan spektrofotometer UV-Vis, Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS), Gas Chromatography, Gas Chromatography-Mass Spectrometry (GC-MS), dan High Performence Liquid Chromatography. Pelatihan ini menghadirkan narasumber dari Program Studi DIII Analis Kimia, Yuli Rohyami, M.Sc., Kuntari, M.Sc., Reni Banowati Istiningrum, M.Sc. dan Tri Esti Purbanintias, M.Si.

Peserta dengan antusias mengikuti kegiatan pelatihan yang dilanjutkan dengan kegiatan praktikum di laboratroium yang dipandu oleh tim instruktur dari Program Studi DIII Analis Kimia FMIPA UII dan Laboratorium Terpadu UII. Melalui pelatihan ini peserta dapat memiliki bekal kompetensi di bidang pengujian laboratorium dengan menggunakan instrumentasi pengujian kimia. Bagi siswa SMK, pengujian instrumentasi kimia merupakan kompetensi wajib yang harus dimiliki sehingga pelatihan ini sangat relevan dengan kebutuhan kompetensi sebagai operator instrumentasi pengujian kimia. Berbeda dengan siswa SMK, bagi siswa SMA pelatihan ini sangat berguna dalam pengembangan prestasi akademik siswa yang tergabung dalam kelompok karya ilmiah remaja (KIR).