LSP UII Menyelenggarakan Workshop Pengembangan Perangkat Asesmen
Written by yuli   
Tuesday, 26 April 2016
 Lembaga Sertifikasi Profesi Universitas Islam Indonesia (LSP UII) pada Sabtu 23 April 2016 dan Senin, 25 April 2016 menyelenggarakan Workshop Pengembangan Perangkat Asesmen.  Kegiatan diselenggarakan di Ruang Sidang I FMIPA UII dengan menghadirkan dua  Master Asesor Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) dan diikuti oleh asesor LSP UII. Kegiatan ini bertujuan sebagai updrading asesor kompetensi seluruh LSP UII untuk menyelenggarakan pengembangan skema sertifikasi dan pengembangan materi uji kompetensi.  Kegiatan ini merupakan salah satu program unggulan dari Program Studi DIII Analis Kimia yang terselenggara atas dana dari Grant Program Hibah Prioritas dari Badan Pengembangan Akademik UII.  Program ini sebagai upaya untuk membesarkan LSP UII dan mempersiapkan pengembangan pembelajaran berbasis pada skema sertifikasi kualifikasi.
Direktur LSP UII, Thorikul Huda, M.Sc. menyatakan bahwa pihaknya siap melaksanakan uji kompetensi, terutama pada mahasiswa Program Studi DIII Analis Kimia FMIPA UII yang akan lulus pada semester genap tahun akademik 2015/2016.  LSP UII mentargetkan pada Mei – Juni 2016 mendatang akan mensertifikasi lebih dari 60 mahasiswa pada kalster pengujian dasar kimia, validasi metode spektrometri dan validasi metode kromatografi. Setiap lulusan Program Studi DIII Analis Kimia FMIPA UII akan mendapatkan sertifikat kompetensi yang akan menjadi bentuk pengakuan kompetensi pada pengujian di bidang laboratorium.  Adanya pengakuan kompetensi yang dimiliki para lulusan dapat semakin meningkatkan daya saing lulusan untuk dapat memenangkan persaingan global.
Pengembangan skema pada validasi metode merupakan kebutuhan  pasar global dengan menangkap peluang standardisasi produk dan mutu barang yang dari laboratorium pengujian. Standardisasi laboratorium pengujian dan kalibrasi menurut sistem manajemen mutu ISO/IEC 17025 mengharuskan bahwa pengujian dan kalibrasi harus dilakukan oleh personel yang kompeten. Peran lulusan Program Studi DIII Analis Kimia akan semakin berkembang secara luas, dengan bekal kompetensi terstandar dan bukti sertifikat kompetensi dapat meningkatan keunggulan alumni adaptif.
Dr. Tiny Agustiny Koesmawati, sebagai master asesor BNSP sekaligus Sekretaris dan Bidang Mutu LSP Telapi menyatakan bahwa LSP UII harus mampu memastikan kompetensi lulusan melalui uji kompetensi yang mengacu pada prinsip asesmen yang valid, realible, fair, dan fleksible yang mampu memotret seluruh dimensi kompetensi. Program Studi DIII Analis Kimia LSP UII sebagai pioner LSP Pihak Pertama harus mengembangkan perangkat asesmen dengan mengikuti format BNSP Tahun 2015. Seluruh asesor kompetensi harus memiliki kompetensi dalam melaksanakan perencanaan dan pengorganisasian asesmen.  Kompetensi asesor dalam menentukan perencanaan dan pengorganisasian asesmen menjadi aspek penting dalam menentukan proses asesmen dan menentukan perangkat serta sumber daya asesmen. Upgrading ini diharapkan mampu membangun satu arah pemahaman yang sama dalam menentukan perencanaan asesmen yang akan dikembangkan oleh LSP UII dengan mempertimbangkan kapasitas dan kemampuan sumber daya Tempat Uji Kompetensi (TUK) Laboratorium Analisis Kimia Program Studi DIII Analis Kimia FMIPA UII.
Asesor Kompetensi juga dapat berkonsultasi secara langsung bagaimana mengembangkan materi uji kompetensi.  Menurut Prof. Dr. Anna Permanasari, M.Si., LSP UII sebagai LSP Pihak Pertama dapat memotret pencapaian kompetensi melalui uji kinerja (observasi), ter tulis dan lisan.  Seluruh asesor kompetensi mendapatkan materi tentang pengembangan materi uji kompetensi dan strategi melakukan penyusunan unjuk kinerja, soal tulis dan soal lisan dari Master Asesor BNSP yang tengah menjabat menjadi Wakil Ketua I dan Bidang Sertifikasi LSP Telapi. Prof. Anna mengeaskan bahwa seluruh materi uji kompetensi harus mampu mengukur pencapaian seluruh unit kompetensi. 
Koordinator Task Force Program Hibah Prioritas sekaligus asesor LSP UII, Yuli Rohyami, M.Sc. menyatakan bahwa selepas workshop, Program Studi DIII Analis Kimia akan segera menyelenggarakan Focus group discussion (FGD) asesor dari seluruh dosen Program Studi DIII Analis Kimia untuk menyusun seluruh perangkat asesmen pada skema sertifikasi klaster yang akan menjadi cikal bakal pengembangan skema kualifikasi 3, 4 dan 5. Materi uji kompetensi akan segera divalidasi dan akan terus dilakukan peninjauan oleh peer grup asesor LSP UII.
Direktur LSP UII, Thorikul Huda, M.Sc. menyatakan bahwa pihaknya siap melaksanakan uji kompetensi, terutama pada mahasiswa Program Studi DIII Analis Kimia FMIPA UII yang akan lulus pada semester genap tahun akademik 2015/2016.  LSP UII mentargetkan pada Mei – Juni 2016 mendatang akan mensertifikasi lebih dari 60 mahasiswa pada kalster pengujian dasar kimia, validasi metode spektrometri dan validasi metode kromatografi. Setiap lulusan Program Studi DIII Analis Kimia FMIPA UII akan mendapatkan sertifikat kompetensi yang akan menjadi bentuk pengakuan kompetensi pada pengujian di bidang laboratorium.  Adanya pengakuan kompetensi yang dimiliki para lulusan dapat semakin meningkatkan daya saing lulusan untuk dapat memenangkan persaingan global.
Pengembangan skema pada validasi metode merupakan kebutuhan  pasar global dengan menangkap peluang standardisasi produk dan mutu barang yang dari laboratorium pengujian. Standardisasi laboratorium pengujian dan kalibrasi menurut sistem manajemen mutu ISO/IEC 17025 mengharuskan bahwa pengujian dan kalibrasi harus dilakukan oleh personel yang kompeten. Peran lulusan Program Studi DIII Analis Kimia akan semakin berkembang secara luas, dengan bekal kompetensi terstandar dan bukti sertifikat kompetensi dapat meningkatan keunggulan alumni adaptif.
Dr. Tiny Agustiny Koesmawati, sebagai master asesor BNSP sekaligus Sekretaris dan Bidang Mutu LSP Telapi menyatakan bahwa LSP UII harus mampu memastikan kompetensi lulusan melalui uji kompetensi yang mengacu pada prinsip asesmen yang valid, realible, fair, dan fleksible yang mampu memotret seluruh dimensi kompetensi. Program Studi DIII Analis Kimia LSP UII sebagai pioner LSP Pihak Pertama harus mengembangkan perangkat asesmen dengan mengikuti format BNSP Tahun 2015. Seluruh asesor kompetensi harus memiliki kompetensi dalam melaksanakan perencanaan dan pengorganisasian asesmen.  Kompetensi asesor dalam menentukan perencanaan dan pengorganisasian asesmen menjadi aspek penting dalam menentukan proses asesmen dan menentukan perangkat serta sumber daya asesmen. Upgrading ini diharapkan mampu membangun satu arah pemahaman yang sama dalam menentukan perencanaan asesmen yang akan dikembangkan oleh LSP UII dengan mempertimbangkan kapasitas dan kemampuan sumber daya Tempat Uji Kompetensi (TUK) Laboratorium Analisis Kimia Program Studi DIII Analis Kimia FMIPA UII.
Asesor Kompetensi juga dapat berkonsultasi secara langsung bagaimana mengembangkan materi uji kompetensi.  Menurut Prof. Dr. Anna Permanasari, M.Si., LSP UII sebagai LSP Pihak Pertama dapat memotret pencapaian kompetensi melalui uji kinerja (observasi), ter tulis dan lisan.  Seluruh asesor kompetensi mendapatkan materi tentang pengembangan materi uji kompetensi dan strategi melakukan penyusunan unjuk kinerja, soal tulis dan soal lisan dari Master Asesor BNSP yang tengah menjabat menjadi Wakil Ketua I dan Bidang Sertifikasi LSP Telapi. Prof. Anna mengeaskan bahwa seluruh materi uji kompetensi harus mampu mengukur pencapaian seluruh unit kompetensi. 
Koordinator Task Force Program Hibah Prioritas sekaligus asesor LSP UII, Yuli Rohyami, M.Sc. menyatakan bahwa selepas workshop, Program Studi DIII Analis Kimia akan segera menyelenggarakan Focus group discussion (FGD) asesor dari seluruh dosen Program Studi DIII Analis Kimia untuk menyusun seluruh perangkat asesmen pada skema sertifikasi klaster yang akan menjadi cikal bakal pengembangan skema kualifikasi 3, 4 dan 5. Materi uji kompetensi akan segera divalidasi dan akan terus dilakukan peninjauan oleh peer grup asesor LSP UII.