Pengenalan Bahan Kimia Berbahaya pada Makanan
Written by dedy sugiarto   
Tuesday, 18 August 2015
 Cemaran pangan dan penyalahgunaan bahan kimia berbahaya pada makanan dan minuman semakin merebak di masyarakat. Isu beras plastik, formalin, borak, dan rhodamin B semakin meresahkan masyarakat. Beredarnya makanan dan minuman layak konsumsi masih merebak di pasar. Masyarakat harus semakin cerdas dalam memilih bahan dan produk pangan yang halalan thoyiban.  Keluarga memiliki peran yang besar untuk membangun pola hidup sehat, termasuk cara memilih jajanan anak yang sehat. Prodi DIII Analis Kimia yang memiliki kompetensi dalam pengujian kimiawi memiliki tanggung jawab yang besar pada masyarakat untuk memberikan pengenalan bahan kimia berbahaya dan cemaran pada makanan.
Tim Pengabdian Masyarakat Prodi DIII Analis Kimia FMIPA UII memberikan pengenalan tentang bahan kimia berbahaya pada makanan bagi ibu-ibu anggota PKK RT 07 Dongkelan Kauman Tirtonirmolo Kasihan Bantul. Kegiatan ini dilangsungkan pada hari Sabtu, 15 Agustus 2015 di Serambi Masjid Patok Negoro.  Kegiatan ini merupakan salah satu implementasi kerjasama Prodi DIII Analis Kimia FMIPA UII dengan Pemerintah Desa Tirtonirmolo.  Program ini sangat relevan dengan 10 program pokok PKK untuk mewujudkan keluarga yang bahagia dan sejahtera.
Tim yang terdiri dari Yuli Rohyami, M.Sc dan Reni Banowati Istiningrum, M.Sc. didampingi oleh Indriyani, A.Md dan Aprisilia Rizky Wijaya memberikan beberapa bahan aditif makanan seperti sakarin, monosodium siklamat, aspartam,  monosodium glutamat, nitrosamin, borak, formalin, dan bahan berbahaya lainnya. Penggunaan bahan aditif makanan telah diatur oleh pemerintah dan harus diawasi.  Dengan mengenal akan membuat masyarakat semakin selektif dalam memilih produk makanan dan minuman.  Kegiatan ini bukan semakin menumbuhkan ketakutan masyarakat untuk dalam mengkonsumsi makanan, tetapi menjadi program edukasi kepada masyarakat baik sebagai produsen makanan maupun sebagai konsumen.
Kegiatan ini mendapatkan sambutan dari anggota PKK.  Menurut Darmawati Kusuma Dewi, S.E. selaku ketua PKK menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat bagi para ibu.  Kegiatan ini dapat menjadi forum untuk berbagi pengalaman dalam kehidupan sehari-hari dalam memilih dan menyajikan makanan bagi keluarga. Selain mendapatkan pengenalan bahan kimia berbahaya juga memberikan pengenalan bahan alami yang dapat digunakan sebagai pengawet, pewarna, penambah aroma dan cita rasa makanan dan minuman.  
Tim yang terdiri dari Yuli Rohyami, M.Sc dan Reni Banowati Istiningrum, M.Sc. didampingi oleh Indriyani, A.Md dan Aprisilia Rizky Wijaya memberikan beberapa bahan aditif makanan seperti sakarin, monosodium siklamat, aspartam,  monosodium glutamat, nitrosamin, borak, formalin, dan bahan berbahaya lainnya. Penggunaan bahan aditif makanan telah diatur oleh pemerintah dan harus diawasi.  Dengan mengenal akan membuat masyarakat semakin selektif dalam memilih produk makanan dan minuman.  Kegiatan ini bukan semakin menumbuhkan ketakutan masyarakat untuk dalam mengkonsumsi makanan, tetapi menjadi program edukasi kepada masyarakat baik sebagai produsen makanan maupun sebagai konsumen.
Kegiatan ini mendapatkan sambutan dari anggota PKK.  Menurut Darmawati Kusuma Dewi, S.E. selaku ketua PKK menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat bagi para ibu.  Kegiatan ini dapat menjadi forum untuk berbagi pengalaman dalam kehidupan sehari-hari dalam memilih dan menyajikan makanan bagi keluarga. Selain mendapatkan pengenalan bahan kimia berbahaya juga memberikan pengenalan bahan alami yang dapat digunakan sebagai pengawet, pewarna, penambah aroma dan cita rasa makanan dan minuman.