Analis Kimia UII Kembangkan Media Pembelajaran E-Learning
Written by dedy sugiarto   
Tuesday, 18 August 2015
 Program Studi DIII Analis Kimia terus kembangkan media pembelajaran guna menunjang implementasi e-learning.  Dalam rangka mempersiapkan pembelajaran tahun akademik 2015/2016 Prodi menyelenggarakan Pelatihan Pengembangan Media Pembelajaran Video Berbasis Powerpoint.  Pelatihan yang diselenggarakan pada Selasa, 12 Agustus 2014 di Ruang Sidang FMIPA UII ini diikuti oleh dosen Program Studi DIII Analis Kimia FMIPA UII. Kegiatan ini menjadi pengembangan program implementasi e-learning untuk memperkaya media pembelajaran yang lebih interaktif.  Penyiapan media pembelajaran ini membutuhkan ketrampilan yang memadai sehingga mampu menghasilkan media pembelajaran yang lebih menarik.  Dosen mendapatkan kesempatan untuk mengikuti pelatihan sekaligus praktik memproduksi video pembelajaran menggunakan software Camtasia yang dipandu oleh Agung Nugroho Adi, M.T. , Muhammad Ridhwan, M.T. dan tim dari Prodi Teknik Mesin FTI UII.
Menurut instruktur, video pembelajaran dapat dikembangkan dari modul pembelajaran yang dapat dibuat secara mudah dengan menggunakan program microsoft powerpoint.  Program ini dapat digunakan secara optimal sebagai media presentasi. Tim instruktur mendapatkan bekal bagaimana membuat media pembelajaran e-learning berbasis powerpoint.  Agung Nugroho Adi, M.T. menyampaikan bahwa dosen harus memahami bahwa pembelajaran merupakan sebuah proses untuk mendapatkan pengalaman pembelajaran, sehingga dibutuhkan media pembelajaran yang efektif.  Selain itu, dosen harus memiliki strategi dalam mempersiapkan media pembelajaran sesuai dengan prinsip dan kaidah dalam pembuatan materi presentasi pembelajaran.  Semakin banyak pengalaman yang dimiliki dosen maka media presentasi akan semakin berkualitas. Media pembelajaran yang menarik juga perlu diimbangi dengan teknik presentasi yang lebih interaktif, sehingga capaian pembelajaran menjadi lebih optimal.
Teknologi informasi dan computer berkembang dengan sangat pesat, sehingga dapat semakin meningkatkan keberagaman media pembelajaran interaktif.  Teknologi merupakan tools yang dapat membantu para pendidik untuk mengantarkan peserta didik dalam mendapatkan pengalaman pembelajaran.  Camtasia merupakan salah satu software yang dapat diaplikasikan dalam memproduksi video pembelajaran interaktif berbasis powerpoint.  Program ini memiliki template slide, animasi dan transisi, avigasi memanfaatkan fasilitas tautan (link), fasilitas edit gambar, dan add-on untuk untuk membuat slide lebih menarik. Media ini dapat dipelajari dengan mudah dan dapat dikembangkan untuk berbagai variasi media pembelajaran.  Selain itu, software ini dapat membantu mahasiswa untuk mengikuti proses pembelajaran interaktif yang menarik. Dosen dapat mengembangkan media pembelajaran ini media evaluasi pembelajaran yang efektif.
Muhammad Ridhwan, M.T. juga memaparkan bahwa camtasia dapat dikembangkan sebagai video tutorial, video presentasi dan flash presentasi yang dapat diunggah di LMS, youtube, dan klasiber.  Media pembelajaran ini sangat cocok untuk pembelajaran di kelas dan di laboratorium. Penggunaan media ini sangat menunjang kegiatan pengembangan pembelajaran di laboratorium.  Penggunaan video tutorial dapat mereduksi waktu dalam memahami SOP, sehingga asisten praktikum dapat focus dengan interaksi pembelajaran.  Adanya interaksi pembelajaran akan semakin meningkatkan kualitas pembelajara.  Mahasiswa dapat mengikuti modul pembelajaran sesuai dengan kemampuan akademik masing-masing sehingga kegiatan pembelajaran menjadi lebih efektif. Pengembangan evaluasi pembelajaran untuk kegiatan pre-test dapat mempermudah proses pembelajara, sehinggan pekerjaan di laboratorium akan menjadi lebih efektif.
Dalam pelatihan ini, dosen DIII Analis Kimia langsung diajak untuk praktik memproduksi media pembelajaran dan evaluasi pembelajaran.  Hasil pelatihan ini akan menjadi langkah nyata dalam penguatan implementasi e-learning di Program Studi DIII Analis Kimia. Prodi akan mempertahankan bahwa 100 % dosen tetap menggunakan e-learning.  Adanya pengembangan ini juga akan semakin memperkaya media dan sumber pembelajaran interaktif  mewujudkan Program Studi DIII Analis Kimia untuk melahirkan professional muda di bidang analis kimia yang dapat membawa rahmat bagi alam semesta dan memahami sistem manajemen mutu laboratorium ISO/IEC 17015.
 
Menurut instruktur, video pembelajaran dapat dikembangkan dari modul pembelajaran yang dapat dibuat secara mudah dengan menggunakan program microsoft powerpoint.  Program ini dapat digunakan secara optimal sebagai media presentasi. Tim instruktur mendapatkan bekal bagaimana membuat media pembelajaran e-learning berbasis powerpoint.  Agung Nugroho Adi, M.T. menyampaikan bahwa dosen harus memahami bahwa pembelajaran merupakan sebuah proses untuk mendapatkan pengalaman pembelajaran, sehingga dibutuhkan media pembelajaran yang efektif.  Selain itu, dosen harus memiliki strategi dalam mempersiapkan media pembelajaran sesuai dengan prinsip dan kaidah dalam pembuatan materi presentasi pembelajaran.  Semakin banyak pengalaman yang dimiliki dosen maka media presentasi akan semakin berkualitas. Media pembelajaran yang menarik juga perlu diimbangi dengan teknik presentasi yang lebih interaktif, sehingga capaian pembelajaran menjadi lebih optimal.
Teknologi informasi dan computer berkembang dengan sangat pesat, sehingga dapat semakin meningkatkan keberagaman media pembelajaran interaktif.  Teknologi merupakan tools yang dapat membantu para pendidik untuk mengantarkan peserta didik dalam mendapatkan pengalaman pembelajaran.  Camtasia merupakan salah satu software yang dapat diaplikasikan dalam memproduksi video pembelajaran interaktif berbasis powerpoint.  Program ini memiliki template slide, animasi dan transisi, avigasi memanfaatkan fasilitas tautan (link), fasilitas edit gambar, dan add-on untuk untuk membuat slide lebih menarik. Media ini dapat dipelajari dengan mudah dan dapat dikembangkan untuk berbagai variasi media pembelajaran.  Selain itu, software ini dapat membantu mahasiswa untuk mengikuti proses pembelajaran interaktif yang menarik. Dosen dapat mengembangkan media pembelajaran ini media evaluasi pembelajaran yang efektif.
Muhammad Ridhwan, M.T. juga memaparkan bahwa camtasia dapat dikembangkan sebagai video tutorial, video presentasi dan flash presentasi yang dapat diunggah di LMS, youtube, dan klasiber.  Media pembelajaran ini sangat cocok untuk pembelajaran di kelas dan di laboratorium. Penggunaan media ini sangat menunjang kegiatan pengembangan pembelajaran di laboratorium.  Penggunaan video tutorial dapat mereduksi waktu dalam memahami SOP, sehingga asisten praktikum dapat focus dengan interaksi pembelajaran.  Adanya interaksi pembelajaran akan semakin meningkatkan kualitas pembelajara.  Mahasiswa dapat mengikuti modul pembelajaran sesuai dengan kemampuan akademik masing-masing sehingga kegiatan pembelajaran menjadi lebih efektif. Pengembangan evaluasi pembelajaran untuk kegiatan pre-test dapat mempermudah proses pembelajara, sehinggan pekerjaan di laboratorium akan menjadi lebih efektif.
Dalam pelatihan ini, dosen DIII Analis Kimia langsung diajak untuk praktik memproduksi media pembelajaran dan evaluasi pembelajaran.  Hasil pelatihan ini akan menjadi langkah nyata dalam penguatan implementasi e-learning di Program Studi DIII Analis Kimia. Prodi akan mempertahankan bahwa 100 % dosen tetap menggunakan e-learning.  Adanya pengembangan ini juga akan semakin memperkaya media dan sumber pembelajaran interaktif  mewujudkan Program Studi DIII Analis Kimia untuk melahirkan professional muda di bidang analis kimia yang dapat membawa rahmat bagi alam semesta dan memahami sistem manajemen mutu laboratorium ISO/IEC 17015.