Analis Kimia

You are here: Home
  • Decrease font size
  • Default font size
  • Increase font size
Dosen D3 Analis Kimia adakan Pengabdian di Bantul Print E-mail
Written by dedy sugiarto   
Monday, 26 December 2016
 Sebanyak 5 (lima) Dosen Prodi D3 Analis Kimia kembali menyelenggarakan kegiatan pengabdian masyarakat pada semester ganjil tahun akademik 2016/2017. Kegiatan tersebut diadakan di RT 04 Dusun Jogonalan Desa Tirtonirmolo Kecamatan Kasihan Kabupaten Bantul pada tanggal 25 Desember 2016. Pengabdian yang dilaksanakan bertepatan dengan hari libur nasional tersebut merupakan bagian dari implementasi kerjasama antara Prodi D3 Analis Kimia UII dengan Pemerintah Desa Tirtonirmolo sejak tahun 2014. Tercatat sudah 5 (lima) kali pelaksanaan Pengabdian Masyarakat di Desa Tirtonirmolo sejak ditandatanganinya kerjasama antara Kaprodi D3 Analis Kimia dengan Kepala Desa Tirtonirmolo.
Topik untuk pengabdian kali ini adalah terkait dengan sosialisasi kesehatan dan keamanan makanan dan bertempat di balai pertemuan RT 04 Dusun Jogonalan. Acara sosialisasi dibuka oleh Ketua RT 04 Jogonalan dan dilanjutkan materi sosialisasi oleh Thorikul Huda, M.Sc.  Usai penyampaian materi dilanjutkan dengan praktik identifikasi bahan kimia berbahaya pada makananan, pengecekan kualitas air dan penentuan iodium pada garam. Jenis bahan kimia berbahaya yang sering ditambahkan ke dalam makanan diantaranya adalah formalin dan boraks.
Reni Banowati I., M.Sc memberikan penjelasan dan teknik identifikasi formalin dalam berbagai produk makanan seperti bakso, ikan asin dan tahu. Sebelum simulasi, Reni lebih dulu memberikan gambaran kepada warga yang mengikuti kegiatan penyuluhan tentang bahaya akan formalin dalam makanan. Menurut Reni, banyak pedagang yang masih memanfaatkan formalin untuk mengawetkan ikan asin. “Harga formalin sangat murah, sehingga banyak ikan asin yang diawetkan dengan formalin”, ucap Reni.  Usai Reni Banowati dilanjutkan oleh Kuntari, M.Sc yang menunjukkan metode untuk menentukan kandungan iodium dalam garam. Hasil percobaan menunjukkan beberapa produk garam masih ada yang tidak mengandung iodium. Padahal kekurangan iodium dapat menyebabkan berbagai penyakit seperti gondok, kretin (red. pertumbuhan badan tidak normal/pendek), terganggunya kecerdasan otak pada anak dan lain-lain.  Setalah warga diberi tahu cara melihat kandungan iodium dalam garam, selanjutnya Bayu wiyantoko, MSc memberikan penjelasan tentang pengukuran kualitas air dengan melihat parameter tingkat keasaman (pH).
Pada kesempatan tersebut Yuli Rohyami, M,Sc yang juga Sekretaris Prodi D3 Analis Kimia memberikan contoh cara menentukan kandungan boraks pada makanan menggunakan kunyit. Kegiatan pengabdian yang dilaksanakan sangat suskes terbukti antusias warga dalam mengikuti kegiatan sangat baik dengan banyaknya diskusi antara warga dan dosen Prodi D3 Analis Kimia yang memberikan materinya.
Acara ditutup oleh Ketua RT dengan ucapan terima kasih dan berharap di waktu yang akan datang kegiatan pengabdian masyarakat Dosen Prodi D3 Analis Kimia UII dapat dilaksanakan kembali di Dusun Jogonalan.
Topik untuk pengabdian kali ini adalah terkait dengan sosialisasi kesehatan dan keamanan makanan dan bertempat di balai pertemuan RT 04 Dusun Jogonalan. Acara sosialisasi dibuka oleh Ketua RT 04 Jogonalan dan dilanjutkan materi sosialisasi oleh Thorikul Huda, M.Sc.  Usai penyampaian materi dilanjutkan dengan praktik identifikasi bahan kimia berbahaya pada makananan, pengecekan kualitas air dan penentuan iodium pada garam. Jenis bahan kimia berbahaya yang sering ditambahkan ke dalam makanan diantaranya adalah formalin dan boraks.
Reni Banowati I., M.Sc memberikan penjelasan dan teknik identifikasi formalin dalam berbagai produk makanan seperti bakso, ikan asin dan tahu. Sebelum simulasi, Reni lebih dulu memberikan gambaran kepada warga yang mengikuti kegiatan penyuluhan tentang bahaya akan formalin dalam makanan. Menurut Reni, banyak pedagang yang masih memanfaatkan formalin untuk mengawetkan ikan asin. “Harga formalin sangat murah, sehingga banyak ikan asin yang diawetkan dengan formalin”, ucap Reni.  Usai Reni Banowati dilanjutkan oleh Kuntari, M.Sc yang menunjukkan metode untuk menentukan kandungan iodium dalam garam. Hasil percobaan menunjukkan beberapa produk garam masih ada yang tidak mengandung iodium. Padahal kekurangan iodium dapat menyebabkan berbagai penyakit seperti gondok, kretin (red. pertumbuhan badan tidak normal/pendek), terganggunya kecerdasan otak pada anak dan lain-lain.  Setalah warga diberi tahu cara melihat kandungan iodium dalam garam, selanjutnya Bayu wiyantoko, MSc memberikan penjelasan tentang pengukuran kualitas air dengan melihat parameter tingkat keasaman (pH).
Pada kesempatan tersebut Yuli Rohyami, M,Sc yang juga Sekretaris Prodi D3 Analis Kimia memberikan contoh cara menentukan kandungan boraks pada makanan menggunakan kunyit. Kegiatan pengabdian yang dilaksanakan sangat suskes terbukti antusias warga dalam mengikuti kegiatan sangat baik dengan banyaknya diskusi antara warga dan dosen Prodi D3 Analis Kimia yang memberikan materinya.
Acara ditutup oleh Ketua RT dengan ucapan terima kasih dan berharap di waktu yang akan datang kegiatan pengabdian masyarakat Dosen Prodi D3 Analis Kimia UII dapat dilaksanakan kembali di Dusun Jogonalan.
 
< Prev   Next >

Informasi Mahasiswa Baru 2017
download brosur

Download Brosur Penerimaan Mahasiswa Baru


Program D3  Analis Kimia FMIPA-UII adalah salah satu Program yang ditawarkan di Lingkungan Universitas Islam Indonesia yang sedang terus mengembangkan diri menuju program pendidikan strata D3 (Tiga Tahun) dengan kualitas pengajaran berbasis Praktis yang tinggi.

Read More